Karya: Vicki Kurniawan
Juara Harapan I Cipta Cerpen Tingkat Provinsi
Pagi hari menyambut sadarnya sepasang kekasih dari
mimpi mereka. Kabut yang menyelimuti indahnya alam sekitar seakan menyembunyikan
rahasia akan apa yang terjadi nanti. Tetesan embun mulai berani menutup
dinginya malam yang berganti dengan hangatnya matahari pagi.
Rumah kecil di
tengah padang rumput dan ditumbuhi pohon yang tak mau berdekatan satu sama lain,
berbunga hanya musim semi dan berbatasan
dengan hutan yang tak begitu lebat membuat tempat ini seperti negeri dongeng.
Rumah ini sudah menjadi saksi hangatnya sebuah cinta yang berkembang layaknya
bunga musim semi.
Sang wanita bangun dengan perasaan yang amat sedih
sedangkan sang pria bangun dengan perasaan khawatir, pasrah, dan sedih yang
mendalam karena harus berpisah dengan istrinya dikarenakan angin kehancuran
yang membawanya pada pertikaian antar umat manusia, dan ia yang hanya digunakan para elit politik untuk
menciptakan kengerian di medan laga yang menghancurkan semua nurani yang
melihatnya.
“Martha aku akan pergi hari ini menuju padang rumput
di seberang lembah ini untuk melanjutkan memimpin pasukanku ke medan perang,
tolong doakan aku agar hari ini jiwa yang lemah dapat kembali menjadi singa.”