Musik

Jumat, 19 September 2014

Terima Kasih Tuhan

Karya: Vicki Kurniawan
Juara Harapan I Cipta Cerpen Tingkat Provinsi 
Pagi hari menyambut sadarnya sepasang kekasih dari mimpi mereka. Kabut yang menyelimuti  indahnya alam sekitar seakan menyembunyikan rahasia akan apa yang terjadi nanti. Tetesan embun mulai berani menutup dinginya malam yang berganti dengan hangatnya matahari pagi.
 Rumah kecil di tengah padang rumput dan ditumbuhi pohon yang tak mau berdekatan satu sama lain,  berbunga hanya musim semi dan berbatasan dengan hutan yang tak begitu lebat membuat tempat ini seperti negeri dongeng. Rumah ini sudah menjadi saksi hangatnya sebuah cinta yang berkembang layaknya bunga musim semi.
Sang wanita bangun dengan perasaan yang amat sedih sedangkan sang pria bangun dengan perasaan khawatir, pasrah, dan sedih yang mendalam karena harus berpisah dengan istrinya dikarenakan angin kehancuran yang membawanya pada pertikaian antar umat manusia, dan ia  yang hanya digunakan para elit politik untuk menciptakan kengerian di medan laga yang menghancurkan semua nurani yang melihatnya.
“Martha aku akan pergi hari ini menuju padang rumput di seberang lembah ini untuk melanjutkan memimpin pasukanku ke medan perang, tolong doakan aku agar hari ini jiwa yang lemah dapat kembali menjadi singa.”