Musik

Minggu, 09 Oktober 2016

Analisis Wacana Kritis



ANALISIS BERITA POLITIK
“KABINET HASIL RESHUFFLE PERLU KERJA CEPAT”
DALAM KAJIANTEORI TEUN A. VAN DJIK
                                                                                                                                                     

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas
Mata Kuliah Analisis Wacana Kritis


MAKALAH


Oleh

AMIN YUSUF
NURIANA INDAH SARI
SYAWAL ARIFIN



UNIVERSITAS MULAWARMAN
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PROGRAM MAGISTER PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA
SAMARINDA
2016




BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Analisis wacana dalam paradigma kritis merupakan suatu upaya untukmelihat secara dekat bagaimana makna pesan yang diorganisasikan, digunakan,dan dipahami.Dalam ranah politik, analisis wacana kritis merupakan suatu praktekpemakaian bahasa, terutama politik bahasa. Karena bahasa merupakan aspeksentral dari penggambaran suatu subjek, dan lewat bahasa ideologi terserap didalamnya, maka aspek inilah yang dipelajari dalam analisis wacana kritis.
Paradigma kritis memandang bahwa realitas kehidupan sosial bukanlahmerupakan suatu hal yang netral. Realitas kehidupan sosial dipengaruhi olehberbagai kekuatan seperti politik, ekonomi, dan sosial. Konsentrasi analisis padaparadigma kritis adalah menemukan kekuatan yang dominan tersebut dalammemarjinalkan dan meminggirkan kelompok-kelompok yang lain yang tidakdominan.
Bahasa dalam wacana kritis dipandang sebagai representasi yangmembentuk subjek, tema, maupun ideologi tertentu. Analisis wacana kritismemandang bahasa sebagai faktor yang penting, bahasa tersebut digunakan dalammelihat ketimpangan kekuasaan yang terjadi di masyarakat. Karakteristik pentingdari wacana kritis sendiri dipaparkan oleh Teun A. Van Djik, Fairclough, dan Wodak (dalam Eriyanto. 2009: 8-13) merupakan tindakan, konteks, historis,kekuasaan, dan ideologi.
Teks merupakan bagian dari wacana.Dalam hal ini, analisis teks bertujuan untuk mengungkap tujuan dari suatu teks (buku).Van Djik membagi elemen wacana ini dalam tiga tingkatan, yaitu struktur makro, superstruktur, dan struktur mikro. Akan tetapi, meskipun terdiri atas berbagai elemen, semua elemen tersebut merupakan suatu kesatuan yang saling terkait, berhubungan, dan mendukung satu sama lainnya.
Struktur makro merupakan makna global atau umum dari suatu teks yang dapat diamati dengan melihat topik atau tema yang dikedepankan dalam suatu teks.Superstruktur merupakan struktur wacana yang berhubungan dengan kerangka suatu teks, bagaimana bagian-bagian tersusun secara utuh.Struktur mikro adalah makna wacana yang dapat diamati dari bagian kecil suatu teks seperti kata, kalimat, proposisi, anak kalimat, parafrase, dan gambar (Van Djik dalam Eriyanto, 2009: 226).
Struktur teks model Van Djik yang meliputi struktur makro, superstruktur, dan struktur mikro seperti pemaparan diatas, dapat digambarkan seperti di bawah ini:
Tabel 1 :Struktur Teks Model Van Djik

Struktur Makro
Makna global dari suatu teks yang dapat diamati dari topik atau tema yang diangkat oleh suatu teks.
Superstruktur
Kerangka suatu teks, seperti bagian pendahuluan, isi, penutup, dan kesimpulan.
Struktur Mikro
Makna lokal dari suatu teks yang dapat diamati dari pilihan kata, kalimat dan gaya yang dipakai oleh suatu teks.
(Diadopsi dari Eriyanto, 2009: 227)

Dalam tiap struktur yang dikemukakan Van Djik tersebut terdapatbeberapa hal yang diamati secara terperinci pada unit analisisnya masing-masing.Pada elemen tematik, unit analisisnya meliputi tema atau topik yang dikedepankan dalam suatu teks.Pada elemen skematik, unit analisisnya meliputi teks, mengenai bagaimana bagian dan urutan berita diskemakan dalam teks berita utuh.Semantik memiliki unit analisis paragraf, mengamati makna yang ingin ditekankan dalam teks.
Sintaksis unit analisisnya menggali lebih dalam pada kalimat proposisi mengenai bagaimana kalimat (bentuk dan susunan) yang dipilih, koherensi, dan kata ganti.Dalam elemen stilistik, unit analisisnya merupakan teks dimana aspek yang diamati adalah bagaimana pilihan kata yang dipakai dalam teks tersebut (leksikon).Sedangkan pada elemen retoris, unit analisisnya merupakan kalimat proposisi. Di sini, hal-hal yang diamati adalah bagaimana cara penekanan yang dilakukan dalam grafis, metafora, ekspresi.
Semua elemen di atas memiliki keterkaitan antara elemen satu dengan elemen lainnya dan saling mendukung.Skema ini mempelajari suatu teks dengan tujuan untuk memahami isi dari suatu teks dan elemen yang membentuknya, kata,kalimat, paragraf, dan proposisi. Melalui skema ini pula, pemahaman akanbagaimana penulis mengungkapkan teks tersebut ke dalam pilihan bahasa tertentu serta bagaimana retorika yang digunakan.
Skema penelitian model Teun A. Van Djik ini terbagi atas tiga elemen dimensi elemen, yaitu analisis teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Adapun skema penelitian model Van Djiktersebut digambarkan seperti di bawah ini:

Tabel 2 : Skema Penelitian Model Teun A. Van Djik

Struktur
Metode
Teks

Menganalisis bagaimana startegi wacana yang dipakai untuk menggambarkan seseorang atau peristiwa tertentu.

Menganalisis bagaimana startegi wacana yang dipakai
untuk menggambarkan seseorang atau peristiwa tertentu.
Critical
Linguistics
Kognisi Sosial

Menganalisis bagaimana kondisi penulis dalam memahami seseorang atau peristiwa tertentu yang akan ditulis.
Wawancara
Analisis Sosial

Menganalisis bagaimana wacana yang berkembang dalam masyarakat, proses produksi dan reproduksi seseorang atau peristiwa digambarkan.
Studi Pustaka
(Sumber: Eriyanto, 2009: 275)

Dalam melakukan suatu analisis wacana, selain analisis atas teks jugadiperlukan analisis kognisis sosial dan kognisi konteks sosial akan suatu hal yang diteliti. Analisis teks digunakan untuk menggambarkan apa saja yang digunakan dalam teks. Mengenai wacana apa saja yang dikembangkan serta bagaimana teks tersebut dihasilkan diperlukan suatu kognisi sosial dengan meneliti mental individu penulis. Sedangkan untuk memahami wacana dominan yang ada diperlukan suatu analisis sosial dimana hal tersebut dapat dilakukan melalui studipustaka.
Analisis teks merupakan suatu proses analisis data teks, objek yang diteliti merupakan struktur dari teks mengenai kosakata, kalimat, proposisi, maupun paragraf untuk menjelaskan dana memaknai suatu teks. Dalam suatu teks tentunya terdapat unsur-unsur yang membentuk teks tersebut secara global dan koheren sehingga menimbulkan suatu pemaknaan tertentu.
Analisis teks berhubungan dengan studi mengenai bahasa maupun penggunaannya.Dalam hal ini, Van Djik membagi tingkatan teks dalam tiga elemen, yaitu struktur makro, superstruktur, dan struktir mikro. Adapun elemen wacana yang disusun Van Djik dapat dilihat dalam gambar atau tabel seperti di bawah ini:

Tabel 3 : Elemen Wacana dan Unit AnalisisModel Van Djik
Studi Wacana
Elemen
Unit Analisis
Makro
Tematik
Tema
Teks
Topik
Teks
Superstruktur
Skematik
Skema
Teks
Mikro
Semantik
Latar
Paragraf
Detail
Paragraf
Maksud
Paragraf
Praanggapan
Paragraf
Nominalisasi
Paragraf
Sintaksis
Bentuk Kalimat
Kalimat
Proposisi
Koherensi
Kalimat
Proposisi
Kata Ganti
Kalimat
Proposisi
Stilistik
Leksikon
Kata
Retoris
Grafis
Kalimat
Proposisi
Metafora
Kalimat
Proposisi
Ekspresi
Kalimat
Proposisi
(Diadopsi dari Eriyanto, 2009: 228-229)
Adapun penjelasan setiap bagian pada bagan tersebut adalah sebagai berikut.
1.         Tematik
Elemen tematik menunjuk pada gambaran umum dari suatu teks. Bisa jugadisebut sebagai gagasan inti, ringkasan, atau yang utama dari suatu teks. Topikmenggambarkan apa yang ingin diungkapkan. Topik menunjukkan konsepdominan, sentral, dan paling penting dari isi suatu teks. Oleh karena itu seringdisebut sebagai tema atau topik. Topik menggambarkan gagasan apa yangdikedepankan atau gagasan inti dalam melihat atau memandang suatu peristiwa.Tematik terkait erat dengan topik, dimana topik tersebut kerap disandingkandengan tema umum dari suatu teks yang kemudian diperjelas dengan subtopik-subtopikpendukung yang lain.
2.         Skematik
Berbeda dengan tematik yang menggambarkan secara umum makna teks,skematik merupakan penggambaran umum dari bentuk suatu teks itu sendiri.Bentuk suatu wacana yang disusun dengan sejumlah kategori maupun pembagianbaik dari pendahuluan, isi, kesimpulan, penutup, dan sebagainya. Skematik jugaberunsur lead suatu wacana. Dalam hal ini, skematik merupakan suatu strategipenulis untuk menonjolkan bagian yang ingin diungkapkan maupun justrumenyembunyikan hal tersebut.
3.         Semantik
Semantik secara harfiah berarti tanda atau lambang.Dalam hal ini, semantik dimaksudkan sebagai tanda linguistik. Tanda linguistik tersebut dipertegas dengan penggunaan latar, detil, dan sudut pandang aspek lain, kata penghubung, kata pengganti, bentuk kalimat, dan aspek lain yang dapat dapat menimbulkan maksud secara implisit maupun eksplisit. Aspek-aspek di atas dapat dipaparkan sebagai berikut.
a.         Latar
Latar merupakan elemen yang penting dalam suatu teks.Latar dapat membongkar maksud dan tujuan penulis.Latar digambarkan sebagai suatu aspek yang digunakan untuk menggambarkan latar belakang suatu peristiwa dan hendak dibawa kemana makna suatu teks disampaikan.Latar dapat menjadi pembenaran gagasan yang diajukan dalam suatu teks.Terkadang maksud atau isi utama suatu teks tidak terpaparkan secara jelas (eksplisit).Oleh karena itu, melalui latar pembaca dapat menginterpretasikan makna yang disembunyikan penulis.
b.        Detail
Elemen detil digunakan sebagai strategi penulis untuk menekankan hal-hal yang ingin ditonjolkan. Melalui elemen detail, penulis dapat menyampaikan dan mengekspresikan sikapnya secara implisit. Dalam mempelajari elemen detail, yangharus diteliti adalah keseluruhan dimensi peristiwa, bagian mana yang diuraikansecara panjang lebar dan bagian mana yang diuraikan dengan sedikit detail.Dijelaskan pula oleh Eriyanto, bahwa elemen detil ditambahkan untukmempertegas makna teks. Penulis dapat memperkuat kesan nilai positif maupunnegatif melalui detail yang disampaikan. Detail berhubungan dengan kontrolinformasi yang disampaikan. Detil merupakan penegasan secara sengaja untukmenciptakan citra tertentu pada khalayak baik itu positif maupun negatif.
c.         Maksud
Elemen maksud melihat pemaparan informasi dari penulis, apakah secaraeksplisit atau implisit.Dalam pemaparannya, elemen maksud disajikan secarajelas dan dengan kata-kata yang tegas jika hal tersebut bersifat positif ataupunmemang ingin ditonjolkan oleh penulis.Sebaliknya, jika hal yang ingindisampaikan merupakan hal negatif ataupun penulis ingin menutupi dengan versilain, maka penulis dapat menyampaikannya melalui eufimistik yang tersamar danberbelit-belit.
d.        Praanggapan
Elemen praanggapan merupakan suatu pernyataan, pernyataan tersebutdigunakan untuk mendukung atau menguatkan suatu teks.Praanggapandinyatakan sebagai upaya penguatan melalui premis yang dapat dipercayakebenarannya.Melalui penguatan inilah, penulis dapat menggambarkan suatuinformasi dengan terpercaya.
4.         Sintaktis
Sintaksis merupakan upaya dalam menghubungkan kalimat-kalimat. Kalimat yang dihubungkan ini dapat merupakan suatu fakta yang berkaitan ataupun tidak sama sekali sehingga menjadi koheren. Menurut Eriyanto, unsur-unsur sintaktis didefinisikan sebagai berikut.
a.         Bentuk Kalimat
Eriyanto memaparkan bahwa bentuk kalimat menitikberatkan perhatian pada penempatan subjek dalam kalimat. Hal ini berkaitan akan asumsi bahwa pembentukan makna dipengaruhi oleh bentuk atau susunan kalimat. Penempatan subjek dalam suatu kalimat mempengaruhi pemaknaan akan kalimat tersebut.Makna yang muncul dari susunan kalimat yang berbeda dengan perbedaan posisi sentral maka akan mempengaruhi proses pemaknaan kalimat tersebut.
b.        Kata Ganti
Kata ganti digunakan penulis untuk menunjukkan posisi seseorang dalam suatu wacana melalui bahasa imajinatif yang digunakan. Melalui penggunaan kata ganti, penulis mengekpresikan sikap dan cara pandang. Penggunaan kata yang berbeda akan memberikan pemaknaan yang berbeda pula terkait dengan sudut pandang yang disampaikan penulis.
c.         Koherensi
Koherensi merupakan penghubungan 2 kalimat yang berbeda sehingga menjadi suatu kalimat yang koheren atau terhubung.Dalam koherensi, 2 buah kalimat yang menggambarkan fakta yang berbeda dapat dihubungkan sehingga tampak koheren.Dalam hal ini, koherensi merupakan elemen yang menggambarkan bagaimana peristiwa dihubungkan atau dipandang saling terpisah oleh penulis.Dalam hal ini, Eriyanto menjelaskan bahwa koherensi merupakan suatu pertalian antarkata atau kalimat dalam suatu teks.Koherensi menitikberatkan perhatiannya pada penggunaan kata hubung atau konjungsi. Kata hubung seperti “dan”, “akibat”, “untuk”, “tetapi”, “atau”, dan lain sebagainya memberikan suatu pemaknaan berbeda pada kalimat majemuk dalam suatu teks.
d.        Koherensi Kondisional
Koherensi kondisional menjadi penjelas mengenai maksud maupun tujuantersembunyi yang diekspresikan dalam kalimat oleh penulis.Ada tidaknya anak kalimat tidak mempengaruhi arti kalimat sebagai penjelas. Kalimat tersebut tidakakan berubah makna atau artinya anak kalimat dihilangkan.
Seperti yang telah dipaparkan oleh Eriyanto, bahwa elemen koherensi kondisional menitikberatkan perhatiannya pada penggunaan anak kalimat sebagaipenjelas.Anak kalimat menjadi cermin kepentingan komunikator karena dalamkalimat tersebut dapat memberikan keterangan baik maupun buruk.
e.         Koherensi Pembeda
Koherensi pembeda berhubungan dengan pernyataan bagaimana dua peristiwa atau fakta hendak dibedakan.Koherensi pembeda menggunakan kata penghubung dengan tujuan memunculkan makna kontras atau berlainan secara tegas.Koherensi pembeda dapat membuat dua buah peristiwa atau fakta seolahseolahsaling bertentangan dan berseberangan.Sebagai contoh, penggunaan konjungsi ‘dibandingkan”.Melalui katapenghubung tersebut, suatu peristiwa dapat terlihat bertentangan. Pembandingantersebut akan memunculkan makna dalam teks pada saat pembaca menilai subjek-subjekpemberitaan.
5.         Stilistik
Stilistik menempatkan bahasa sebagai hal yang utama.Stilistikmenguraikan pemahaman struktur dan fungsi linguistik dalam memahami suatuteks.Stilistik dimaksudkan untuk mengeksplorasi bahasa atau secara khususmenguraikan kreativitas penggunaan bahasa.Stilistik menempatkan bahasasebagai hal yang utama.Unsur-unsur stilistik dapat dijabarkan sebagai berikut.
a.         Leksikon
Leksikon menandakan bagaimana seseorang melakukan pemilihan atasberbagai kemungkinan kata yang tersedia.Leksikon merupakan kumpulan darikata-kata suatu bahasa atau dapat juga disebut sebagai kumpulan leksem suatubahasa.Leksem disini merupakan kata satuan gramatika bebas terkecil.Pilihankata-kata yang dipakai menunjukkan sikap dan ideologi tertentu. Peristiwa yang sama dapat digambarkan secara berbeda dengan penggunaan leksikon yang berbeda. Sebagai contoh, “tamu tak diundang” yang berarti pencuri.Selain itu para demonstran yang dilabeli “perusuh” namun dapat pula dilabeli dengan “pahlawan rakyat”.Leksikon mana yang dipakai tergantung pada sudut pandang dan ideologi penulis.
6.         Retoris
Retoris merupakan salah satu cara untuk menggali ideologis penulis dalam mengekspresikan pemikirannya dalam suatu teks. Dalam penulisan suatu teks, penggunaan asesoris seperti garis bawah, penggunaan huruf tebal, pilihan bentuk huruf, peribahasa, gambar, pepatah, kiasan-kiasan, maupun asesoris lain sejenisnya ditujukan untuk menekankan maksud dari pemikiran penulis. Menurut Eriyanto, asesoris-asesoris tersebut dipaparkan sebagai berikut.
a.         Grafis
Elemen grafis merupakan suatu bagian yang menunjukkan bagian yang ingin ditonjolkan penulis misalnya dengan pemakaian huruf tebal, miring, pemakaian garis bawah, maupun perbedaan ukuran huruf, bentuk foto, gambar, atau tabel.Elemen grafis memberikan efek kognitif dalam suatu wacana guna mengontrol ketertarikan perhatian.
b.        Metafora
Metafora merupakan suatu kiasan yang disampaikan penulis sebagai suatu pembenar atas informasi yang disampaikan.Metafora sebagai landasan berpikir, alasan pembenar atas pendapat atau gagasan tertentu kepada publik.Pemakaian metafora tertentu bisa menjadi petunjuk utama untuk mengerti makna suatu teks.Dalam penggunaannya, metafora dapat tergambarkan melalui kepercayaan masyarakat, ungkapan sehari-hari, kiasan, peribahasa, pepatah, petuah leluhur, kata-kata kuno, bahkan dapat pula ungkapan-ungkapan yang diambil dari ayat-ayat suci.
c.         Pengingkaran
Dijelaskan oleh Eriyanto bahwa pengingkaran adalah sebuah elemen dimana publik dapat membongkar sikap atau ekspresi penulis yang disampaikan secara sembunyi-sembunyi.Hal yang tersembunyi tersebut menggambarkan seolah-olah penulis menyetujui suatu pernyataan padahal yang diinginkan adalah sebaliknya.Umumnya pengingkaran dilakukan di akhir, dimana sebelumnya penulis telah memaparkan pendapat umum terlebih dahulu.Dalam suatu teks, pengingkaran biasanya dipaparkan melalui kata “tetapi” atau “namun”.
           
            Pada makalah ini, kami akan menyajikan dan membedah salah satu berita politik yang kami kutip dari salah satu media nasional Indonesia, Koran SINDO (Seputar Indonesia), tepatnya berasal dari laman berita terkini di masa itu,http://index.sindonews/blog/1585/koran-sindoyang berjudul “Kabinet Hasil Reshuffle Perlu Kerja Cepat”yang dipublikasikan pada hari kamis, tanggal 13 Agustus 2016 pukul 09.00 WIB.
            Adapun konten informasi yang disajikan pada berita tendensius tersebut adalah sebagai berikut.



KABINET HASIL RESHUFFLE PERLU KERJA CEPAT
Koran SINDO. Kamis,  13 Agustus 2015 pukul 09:00 WIB

JAKARTA - Menteri yang baru dilantik oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus bergerak cepat melakukan pembenahan. Bersama menteri lain, mereka dituntut bekerja keras demi memenuhi harapan publik yang menginginkan perbaikan atas kondisi saat ini.

Harapan ini disampaikan anggota Fraksi Partai Gerindra DPR Edhy Prabowo dan Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPR Bambang Soesatyo. Menurut Edhy Prabowo, reshuffle harus bisa menjadikan roda pemerintahan semakin berjalan baik dan efektif.

Karena itu, mereka yang sudah diberikan kepercayaan harus bisa membuktikan dengan bekerja cepat. ”Kondisi ekonomi belakangan mulai mengkhawatirkan, mulai dari melemahnya rupiah hingga naiknya harga kebutuhan pokok. Kita khawatir saat ini harga daging saja terus mengalami kenaikan. Harapan kita, tentu ke depan apalagi dengan adanya reshuffle ini akan segera ada perbaikan…” katanya.

Bambang Soesatyo mengatakan, menteri yang dilantik harus mewaspadai situasi perekonomian yang menunjukkan gejala makin memburuk. Selain dipengaruhi kondisi ekonomi global, perekonomian dalam negeri diwarnai dengan isu kelangkaan dan tingginya harga daging sapi akibat ulah spekulan.

Setelah daging sapi, bukan tidak mungkin akan muncul masalah pada komoditi kebutuhan pokok lainnya. ”Karena itu, saya mengimbau para menteri ekonomi untuk mewaspadai dan merespons masalah-masalah itu dengan strategi dan kebijakan yang tepat,” katanya.

Ketua DPR Setya Novanto meyakini Presiden Jokowi sudah melakukan evaluasi terhadap kinerja para menteri, sebelum melakukan perombakan kabinet. Menurutnya, pelantikan menteri baru ini menjadi harapan baru bagi rakyat. ”Ini akan menjadi sesuatu hal yang memberikan harapan baru karena ada beberapa menteri yang menurut kami memang harus dievaluasi,” ujarnya kemarin.

Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari mengatakan, menteri yang baru dilantik harus bergerak cepat. ”Harus kerja cepat karena itu yang diharapkan publik. Setelah reshuffle ini tantangan berikutnya adalah membuktikan adanya perbaikan dan mewujudkan efektivitas pemerintahan. Tantangannya memang berat,” katanya di Jakarta kemarin.



Menurut Qodari, enam posisi di Kabinet Kerja yang dirombak Jokowi tersebut memang sangat menentukan efektivitas jalannya pemerintahan ke depan. Untuk posisi menteri koordinator (menko) perekonomian dan menteri perdagangan, tantangannya sangat berat karena mereka mengambil alih tugas di tengah kondisi perekonomian yang sedang lesu dan harga-harga kebutuhan pokok melambung.

Menurut Qodari, tidak bisa dimungkiri bahwa salah satu pertimbangan utama sehingga Presiden melakukan reshuffle adalah kondisi perekonomian saat ini. ”Menko Perekonomian harus punya terobosan bagaimana memperbaiki penyerapan anggaran, bagaimana menjinakkan nilai tukar rupiah, dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Juga harus mengoordinasikan lintas sektoral agar harga-harga lebih terkendali…” ujarnya di Jakarta kemarin.

Khusus Menteri Perdagangan, yang harus segera dikerjakan adalah mengendalikan hargaharga sembako dan melawan mafia bahan pangan, terutama beras, gula, daging,” lanjutnya. Demikian pula halnya dengan menko kemaritiman yang kini dijabat Rizal Ramli.

Qodari mengungkapkan, Rizal Ramli punya tantangan berat karena sektor maritim menjadi brand baru sekaligus semangat baru dari pemerintahan Presiden Jokowi. ”Sektor maritim harus bisa dioptimalkan kontribusinya dalam pertumbuhan ekonomi,” terangnya.

Untuk posisi sekretaris kabinet (seskab) yang kini dijabat politikus senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Pramono Anung, tantangannya adalah merapikan administrasi pemerintahan dan meningkatkan komunikasi lintas sektoral. ”Pramono Anung saya kira punya akselerasi tinggi sehingga bisa menutupi kelemahan pejabat sebelumnya,” ujarnya.

Menko Perekonomian Darmin Nasution seusai acara serah terima jabatan di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, kemarin mengaku diberi pesan oleh presiden untuk memperbaiki ekonomi. Dia diminta menjaga harga pangan dan menekan inflasi, kemudian mengelola fiskal termasuk serapan APBN Perubahan 2015 yang minim serta mendongkrak investasi, baik asing maupun domestik.

Banyak yang harus dikerjakan, namun tentu harus ada prioritas. Dalam jangka pendek, kita menentukan prioritas,” ujar Darmin.Dari sisi pangan, Darmin menyebut pangkal persoalannya terletak pada akurasi data. Data yang tidak valid, menurut dia, mendorong terjadinya gejolak harga komoditas pangan yang pada akhirnya meningkatkan inflasi. ”Untuk mendapatkan data yang akurat, perlu kalibrasi data dulu.Tapi itu bukan soal yang setengah tahun selesai” kata Darmin. (rahmat sahid/ kiswondari/ sucipto/ ant)


















B.       Rumusan Masalah
M. Amirin (1990:17) dalam bukunya Menyusun Rencana Penelitian disebut masalah penelitian, karena yang dijadikan objek penelitian itu memang suatu masalah, suatu problem yang harus dipecahkan atau diatasi melalui penelitian ilmiah. Kinayati dan M.L.A. Sumaryati (2004:33) menyebutkan bahwa masalah penelitian tidak pernah berdiri sendiri melainkan selalu terkait dan terdapat korelasi dengan faktor lain. Gejala baru dapat dijadikan suatu masalah jika berada dalam situasi tertentu.
Berdasarkan beberapa penjelasan yang telah dikemukakan di atas, maka dapat penulis simpulkan bahwa masalah dalam suatu penelitian perlu dirumuskan, hal ini dilakukan untuk memfokuskan masalah yang diteliti guna menuju suatu hasil yang lebih maksimal sehingga dicapai hasil yang lebih sempurna.
Dari pokok masalah ini akan dijelaskan dalam rumusan masalah sebagai berikut.
1.      Bagaimanakah penjelasan berita “Kabinet Hasil Reshuffle Perlu Kerja Cepat”dalam Tinjauan Analisis Wacana Kritis berdasarkan pada teori Teun A. Van Djik?
2.      Bagaimana penggambaran para politisi dalam menyampaikan gagasan berupa bahasa ditinjau dari Analisis Wacana Kritis berdasarkan pada teori Teun A. Van Djik?

C.      Tujuan Penulisan
Tujuan menurut Lexy J. Moleong (2000:62) dalam buku Metodologi Penelitian Kualitatif menyebutkan bahwa tujuan suatu penelitian atau penulisan ialah untuk memecahkan masalah. Jadi, jika ingin mengetahui sesuatu atau ingin memecahkan masalah maka kita berusaha untuk mendapatkan, mengembangkan, memperluas, dan menggali lebih dalam apa yang sudah ada atau masih diragukan, sampai kita mendapatkan pemecahan masalah yang dihadapi.
Berdasarkan uraian permasalahan di atas, penulisan ini memiliki tujuan yaitu sebagai berikut.
1.      Untuk mengetahui penjelasan berita “Kabinet Hasil Reshuffle Perlu Kerja Cepat”dalam Tinjauan Analisis Wacana Kritis berdasarkan pada teori Teun A. Van Dijk.
2.      Untuk mengetahui penggambaran para politisi dalam menyampaikan gagasan berupa bahasa ditinjau dari Analisis Wacana Kritis berdasarkan pada Teun A. Van Djik.

D.      Manfaat Penulisan
1.         Secara Teoretis
a.         Dapatmemberikan pemahaman kepada pembaca mengenai Analisis Wacana Kritis, khususnya berkenaan dengan penjelasan berita “Kabinet Hasil Reshuffle Perlu Kerja Cepat”dalam Tinjauan Analisis Wacana Kritis berdasarkan pada teori Teun A. Van Dijk.
b.        Sebagai bahan informasi yang sebelumnya penulis dan pembaca tidak mengetahui mengenai penjelasan berita “Kabinet Hasil Reshuffle Perlu Kerja Cepat”dalam Tinjauan Analisis Wacana Kritis berdasarkan pada teori Teun A. Van Dijk .
c.         Menambah literatur mengenai mata kuliah Analisis Wacana Kritis.
2.         Secara Praktis
a.         Bagi penulis dalam bidang Analisis Wacana Kritis, khususnya berkenaan dengan penjelasan berita “Kabinet Hasil Reshuffle Perlu Kerja Cepat” dalam Tinjauan Analisis Wacana Kritis berdasarkan pada teori Teun A. Van Dijk.
a.         dapat dijadikan bahan untuk mengembangkan teori ke arah yang lebih detail dalam pembahasannya.

E.       Sistematika Penulisan
Adapun sistematika penulisan yang akan dipergunakan dalam makalah ini adalah sebagai berikut.
BAB I    :           Pendahuluan, berisikan latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika penulisan.
BAB II  :            Pembahasan, berisikan Analisis Wacana dalam Pandangan Kritis, Analisis Berita ““Kabinet Hasil Reshuffle Perlu Kerja Cepat”.
BAB III :           Penutup, terdiri dari kesimpulan dan saran.


BAB II
PEMBAHASAN

A.      Analisis Wacana dalam Pandangan Kritis
Wacana merupakan unsur kebahasaan yang relatif kompleks.Satuan pendukung kebahasaannya mencakup kata, frase, klausa, kalimat, paragraf, hingga karangan utuh.Kajian wacana berkaitan dengan tindakan manusia yang dilakukan dengan bahasa (verbal) dan bukan bahasa (non-verbal).Hal ini menunjukkan bahwa untuk memahami wacana dengan baik dan tepat, diperlukan bekal pengetahuan kebahasaan.
Dalam memperoleh gambaran yang jelas mengenai wacana, perlu dilihat batasan atau pengertian wacana dari berbagai sumber.Istilah wacana dipakai oleh banyak kalangan mulai dari studi bahasa, psikologi, politik, komunikasi, sastra, dan lain sebagainya. Dalam hal ini, makna suatu bahasa berada pada konteks dan situasi, seperti yang disampaikan oleh Firth (dalam Syamsuddin, 1992:2) “Language was only meaningful in its context of situation”. Jadi, pembahasan wacana adalah pembahasan bahasa dan tuturan yang harus berada dalam satu rangkaian konteks dan situasi.
Ismail Marahimin mengartikan wacana sebagai kemampuan untuk maju menurut urut-urutan yang teratur dan semestinya dan komunikasi buah pikiran, baik lisan maupun tulisan, yang resmi dan teratur (Marahimin, 1994:26).Artinya, tulisan teratur, menurut dengan urut-urutan yang semestinya atau logis adalah.

B.       Analisis Berita “Kabinet Hasil Reshuffle Perlu Kerja Cepat”
Berikut ini kami sajikan hasil pengamatan berita “Kabinet Hasil Reshuffle Perlu Kerja Cepat” ditinjau dari Analisis Wacana Kritis berdasarkan teori Teun A. Van Djik.
1.         Studi Wacana Makro
Tema dari berita “Kabinet Hasil Reshuffle Perlu Kerja Cepat”menjelaskan keputusan presiden me-reshuffle kabinet merupakan langkah tepat sesuai dengan dengan keinginan publik sebab kondisi perekonomian Indonesia semakin mengkhawitirkan.Informasi berita tersebut difokuskan pada tugas menteri yang baru dilantik harus bekerja secara cepat untuk memperbaiki kinerja menteri sebelumnya.Dari beberapa gagasan yang diungkapkan oleh penulis, maupun mengutip pernyataan narasumber, secara tersirat dalam berita tersebut diinformasikan bahawa kinerja menteri sebelumnya dinilai tidak mampu menjalankan roda pemerintahan sehingga berdampak pada perekonomian Indonesia yang semakin mengkhawatirkan.Hal tersebut dapat dibuktikan dengan beberapa pernyataan berikut yang tercantum dalam teks berita.
a.         Menteri yang baru dilantik oleh presiden Jokowi harus cepat melakukan pembenahan.
b.        Menurut Edhy Prabowo, reshuffle harus bisa menjadikan roda pemerintahan semakin berjalan baik dan efektif.
c.         Mereka yang sudah diberikan kepercayaan harus bisa membuktikan dengan bekerja cepat. ”Kondisi ekonomi belakangan mulai mengkhawatirkan,…”
d.        Bambang Soesatyo mengatakan, menteri yang dilantik harus mewaspadai situasi perekonomian yang menunjukkan gejala makin memburuk.
Oleh sebab itu, berita ini lebih menekankan bahwa keputusan presiden me-resuffle kabinet adalah keputusan tepat yang harus segera dilakukan.
2.         Studi Wacana Superstruktur
Studi wacana superstruktur menganalis teks berdasarkan skema, Adapun skema yang tergambar dalam teks berita “Kabinet Hasil Reshuffle Perlu Kerja Cepat”sebagai berikut.
a.         Di bagian pendahuluan penulis menginformasikan bahwa menteri-menteri yang baru dilantik harus cepat melakukan pembenahan terhadap kinerja yang telah dilakukan oleh menteri sebelumnya. Pada tahap pendahuluan, informasi ditekankan bahwa Menteri yang baru dilantik diharapkanmampu mewaspadai dan merespons masalah perekonomian dengan strategi dan kebijakan yang tepat.
b.        Di bagian isi informasi lebih ditekankan bahwa keputusan presiden untuk me-reshuffle kabinet merupakan keputusan yang tepat sesuai dengan yang diharapkan oleh publik. Untuk meyakinkan pembaca bahwa resuffle kabinet merupakan harapan publik, penulis  menginformasikan bahwa keputusan tersebut telah melalui evaluasi. Dari hasil evaluasi tersebut, penulis menekankan bahwa kinerja menteri sebelumnya dianggap belum baik karena situasi perekonomian yang menenujukan gejala makin memburuk sehingga perlu langkah cepat untuk melakukan pembenahan. Namun, Informasi difokuskan pada masalah perekonomian, padahal  ada enam posisi yang dirombak oleh presiden. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan beberapa pernyataan berikut yang tercantum dalam teks berita.
1)        Ketua DPR Setya Novanto meyakini Presiden Jokowi sudah melakukan evaluasi terhadap kinerja para menteri, sebelum melakukan perombakan kabinet.
2)        Menurutnya, pelantikan menteri baru ini menjadi harapan baru bagi rakyat.
3)        “Harus kerja cepat karena itu yang diharapkan publik. Setelah reshuffle ini tantangan berikutnya adalah membuktikan adanya perbaikan dan mewujudkan efektivitas pemerintahan.”
4)        Untuk posisi menteri koordinator (menko) perekonomian dan menteri perdagangan, tantangannya sangat berat karena mereka mengambil alih tugas di tengah kondisi perekonomian yang sedang lesu dan harga-harga kebutuhan pokok melambung.
5)        Menurut Qodari, tidak bisa dimungkiri bahwa salah satu pertimbangan utama sehingga Presiden melakukan reshuffle adalah kondisi perekonomian saat ini.
6)        Menko Perekonomian Darmin Nasution seusai acara serah terima jabatan di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, kemarin mengaku diberi pesan oleh presiden untuk memperbaiki ekonomi.
c.         Di bagian penutup informasi masih difokuskan pada perombakan menteri bidang ekonomi. Di bagian ini penulis menguraikan hal-hal yang mendasari pergantian menteri bidang ekonomi. Penulis menekankan kembali bahwa menteri sebelumnya dinilai belum mampu menjalankan roda perekonomian. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan beberapa pernyataan berikut yang tercantum dalam teks berita.
1)        Banyak yang harus dikerjakan, namun tentu harus ada prioritas.”
2)        Dari sisi pangan, Darmin menyebut pangkal persoalannya terletak pada akurasi data.
3)        Data yang tidak valid, menurut dia, mendorong terjadinya gejolak harga komoditas pangan yang pada akhirnya meningkatkan inflasi.
3.         Studi Wacana Mikro
Studi wacana mikro adalah Makna lokal dari suatu teks yang dapat diamati dari pilihan kata, kalimat dan gaya yang dipakai oleh suatu teks.Adapun analisis berita tersebut adalah sebagai berikut.
a.         Latar
Secara tersirat berita “Kabinet Hasil Reshuffle Perlu Kerja Cepat” berlatar politik meskipun secara tersurat judul maupun isi berita menguraikan pemerintahan.Namun, dalam berita tersebut, narasumber yang uraikan oleh penulis merupakan tokoh politik dari partai tertentu.Hal tersebut dapat dibuktikan dengan beberapa paragraf berikut yang tercantum dalam teks berita.
1)        Harapan ini disampaikan anggota Fraksi Partai Gerindra DPR Edhy Prabowo dan Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPR Bambang Soesatyo. Menurut Edhy Prabowo, reshuffle harus bisa menjadikan roda pemerintahan semakin berjalan baik dan efektif.
2)        Untuk posisi sekretaris kabinet (seskab) yang kini dijabat politikus senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Pramono Anung, tantangannya adalah merapikan administrasi pemerintahan dan meningkatkan komunikasi lintas sektoral. ”Pramono Anung saya kira punya akselerasi tinggi sehingga bisa menutupi kelemahan pejabat sebelumnya.”
b.        Detail
Dalam teks berita “Kabinet Hasil Reshuffle Perlu Kerja Cepat” informasi yang ingin disampaikan adalah mengenai preombakan kabinet yang dilakukan oleh Presiden Jokowi kepada beberapa menteri, tetapi secara implisit informasi lebih menonjolkan perombakan menteri ekonomi.Hal tersebut dapat dibuktikan dengan beberapa paragraf berikut yang tercantum dalam teks berita.
1)        Karena itu, mereka yang sudah diberikan kepercayaan harus bisa membuktikan dengan bekerja cepat. ”Kondisi ekonomi belakangan mulai mengkhawatirkan, mulai dari melemahnya rupiah hingga naiknya harga kebutuhan pokok. Kita khawatir saat ini harga daging saja terus mengalami kenaikan. Harapan kita, tentu ke depan apalagi dengan adanya reshuffle ini akan segera ada perbaikan…” katanya.
2)        Bambang Soesatyo mengatakan, menteri yang dilantik harus mewaspadai situasi perekonomian yang menunjukkan gejala makin memburuk. Selain dipengaruhi kondisi ekonomi global, perekonomian dalam negeri diwarnai dengan isu kelangkaan dan tingginya harga daging sapi akibat ulah spekulan.
3)        Menurut Qodari, enam posisi di Kabinet Kerja yang dirombak Jokowi tersebut memang sangat menentukan efektivitas jalannya pemerintahan ke depan. Untuk posisi menteri koordinator (menko) perekonomian dan menteri perdagangan, tantangannya sangat berat karena mereka mengambil alih tugas di tengah kondisi perekonomian yang sedang lesu dan harga-harga kebutuhan pokok melambung.
c.         Maksud
Secara eksplisit pemaparan teks berita “Kabinet Hasil Reshuffle Perlu Kerja Cepat” menguraikan perombakan kabinet harus bekerja cepat karena kondisi perekonomian Indonesia yang mengkhawatirkan dan perombakan tersebut sesuai harapan publik.Selain itu, perombakan juga dilakukan berdasarkan hasil evaluasi.Hal tersebut dapat dibuktikan dengan beberapa paragraf berikut yang tercantum dalam teks berita.
1)        Karena itu, mereka yang sudah diberikan kepercayaan harus bisa membuktikan dengan bekerja cepat. ”Kondisi ekonomi belakangan mulai mengkhawatirkan, mulai dari melemahnya rupiah hingga naiknya harga kebutuhan pokok. Kita khawatir saat ini harga daging saja terus mengalami kenaikan. Harapan kita, tentu ke depan apalagi dengan adanya reshuffle ini akan segera ada perbaikan…” katanya.
2)        Bambang Soesatyo mengatakan, menteri yang dilantik harus mewaspadai situasi perekonomian yang menunjukkan gejala makin memburuk. Selain dipengaruhi kondisi ekonomi global, perekonomian dalam negeri diwarnai dengan isu kelangkaan dan tingginya harga daging sapi akibat ulah spekulan.
3)        Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari mengatakan, menteri yang baru dilantik harus bergerak cepat. ”Harus kerja cepat karena itu yang diharapkan publik. Setelah reshuffle ini tantangan berikutnya adalah membuktikan adanya perbaikan dan mewujudkan efektivitas pemerintahan. Tantangannya memang berat,” katanya di Jakarta kemarin.

Namun, secara implisit teks berita “Kabinet Hasil Reshuffle Perlu Kerja Cepat” menguraikan kinerja menteri kabinet sebelumnya dinilai tidak mampu mengendalikan pemerintahan.Hal tersebut dapat dibuktikan dengan beberapa paragraf berikut yang tercantum dalam teks berita.
1)        Ketua DPR Setya Novanto meyakini Presiden Jokowi sudah melakukan evaluasi terhadap kinerja para menteri, sebelum melakukan perombakan kabinet. Menurutnya, pelantikan menteri baru ini menjadi harapan baru bagi rakyat. ”Ini akan menjadi sesuatu hal yang memberikan harapan baru karena ada beberapa menteri yang menurut kami memang harus dievaluasi,” ujarnya kemarin.
2)        Menurut Qodari, enam posisi di Kabinet Kerja yang dirombak Jokowi tersebut memang sangat menentukan efektivitas jalannya pemerintahan ke depan. Untuk posisi menteri koordinator (menko) perekonomian dan menteri perdagangan, tantangannya sangat berat karena mereka mengambil alih tugas di tengah kondisi perekonomian yang sedang lesu dan harga-harga kebutuhan pokok melambung.
d.        Praanggapan
Praanggapan dinyatakan sebagai upaya penguatan melalui pernyataan yang dapat dipercaya kebenarannya, seperti paragraf berikut.
1)        Menurut Qodari, enam posisi di Kabinet Kerja yang dirombak Jokowi tersebut memang sangat menentukan efektivitas jalannya pemerintahan ke depan. Untuk posisi menteri koordinator (menko) perekonomian dan menteri perdagangan, tantangannya sangat berat karena mereka mengambil alih tugas di tengah kondisi perekonomian yang sedang lesu dan harga-harga kebutuhan pokok melambung.
2)        Menko Perekonomian Darmin Nasution seusai acara serah terima jabatan di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, kemarin mengaku diberi pesan oleh presiden untuk memperbaiki ekonomi. Dia diminta menjaga harga pangan dan menekan inflasi, kemudian mengelola fiskal termasuk serapan APBN Perubahan 2015 yang minim serta mendongkrak investasi, baik asing maupun domestik.
e.         Leksikon
Leksikon menandakan bagaimana seseorang melakukan pemilihan atas berbagai kemungkinan kata yang tersedia.
1)        Selain dipengaruhi kondisi ekonomi global, perekonomian dalam negeri diwarnai dengan isu kelangkaan dan tingginya harga daging sapi akibat ulah spekulan.
2)        Untuk posisi menteri koordinator (menko) perekonomian dan menteri perdagangan, tantangannya sangat berat karena mereka mengambil alih tugas di tengah kondisi perekonomian yang sedang lesu dan harga-harga kebutuhan pokok melambung.
3)        Qodari mengungkapkan, Rizal Ramli punya tantangan berat karena sektor maritim menjadi brandbaru sekaligus semangat baru dari pemerintahan Presiden Jokowi.
f.         Metafora
Metafora merupakan suatu kiasan yang disampaikan penulis sebagai suatu pembenar atas informasi yang disampaikan.Metafora sebagai landasan berpikir, alasan pembenar atas pendapat atau gagasan tertentu kepada publik.Pemakaian metafora tertentu bisa menjadi petunjuk utama untuk mengerti makna suatu teks.
1)        Berdasarkan penjelasan Ketua DPR Setya Novanto bahwa pelantikan menteri baru ini menjadi harapan baru bagi rakyat. ”Ini akan menjadi sesuatu hal yang memberikan harapan baru karena ada beberapa menteri yang menurut kami memang harus dievaluasi,” ujarnya kemarin.
2)        Pada kutipan berita politik tersebut, Setya Novanto lebih menghaluskan kata, yang seharusnya tertulis “diganti”, tetapi oleh beliau digunakan kosakata “dievaluasi” yang nilai rasanya lebih santun dan sarat dengan makna.


BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Adapun simpulan dari pembahasan di atas adalah sebagai berikut.
1.      Berdasarkan studi wacana makro, tema dari berita politik “Kabinet Hasil Reshuffle Perlu Kerja Cepat” menjelaskan keputusan presiden me-reshuffle kabinet merupakan langkah tepat sesuai dengan dengan keinginan publik sebab kondisi perekonomian Indonesia semakin mengkhawitirkan. Informasi berita tersebut difokuskan pada tugas menteri yang baru dilantik harus bekerja secara cepat untuk memperbaiki kinerja menteri sebelumnya.
2.      Berdasarkan analisis studi wacana superstruktur, berita politik “Kabinet Hasil Reshuffle Perlu Kerja Cepat” sudah memiliki skema atau kerangka suatu teks, seperti bagian pendahuluan, isi, penutup, dan kesimpulan meskipun tidak lengkap.
3.      Berdasarkan analisis studi wacana mikro, berita politik “Kabinet Hasil Reshuffle Perlu Kerja Cepat” bisa diindentifikasi, baik berkaitan dengan makna lokal dari suatu teks yang berupa pilihan kata (diksi), kalimat, maupun gaya bahasa yang dipakai dalam pemaparan berita tersebut.

B.     Saran
1.      Penulis sebagai salah satu generasi penerus bangsa agar lebih meningkatkan pemahaman dan pengetahuan mengenai studi wacana, khususnya berkaitan dengan ilmu Analisis Wacana Kritis pada pemberitaan masalah politik di media massa.
2.      Hendaknya masyarakat lebih meningkatkan rasa ingin tahu mengenai ilmu studi wacana, utamanya berkenaan dengan berita politik yang berkembang di media cetak, media elekrtonik, dan di media sosial.
3.      Setelah membaca makalah ini, diharapkan kepada para pembaca dapat memahami wacana yang berkembang dan terberitakan di lingkungan masyarakat sosial, khususnya berkaitan berita politik “Kabinet Hasil Reshuffle Perlu Kerja Cepat” dan beragam berita politik lainnya yang serupa yang ada di media cetak, media elektronik, maupun yang diberitakan di media sosial.



DAFTAR PUSTAKA

Aliah Darma, Yoce. 2009. Analisis Wacana Kritis. Bandung: CV. Yrama Widya.

Alwi, Hasan, dkk. 2003. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia Edisi Ketiga. Jakarta: Balai Pustaka.

Anonim. 2015. Sekilas Tentang Analisis Wacana Kritis.http://www.kompasiana.com. Samarinda, 20 September 2016.

Eriyanto. 2009. Analisis Wacana Pengantar Analisis Teks Media. Yogyakarta: PT.LkiS.

Fitriyani, Amalia. 2011. Skripsi: Analisis Wacana Kritis Pencitraan Susilo Bambang Yudhoyono Sebagai Politikus Dalam Buku Pak Beye Dan Politiknya Terbitan PT. Kompas Media Nusantara.Yogyakarta: Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta.

Pusat Bahasa. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi IV. Jakarta: Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional.

Sobur, Alex. 2001. Analisis Teks Media. Bandung: Rosdakarya.














Tidak ada komentar:

Posting Komentar