ANALISIS BERITA POLITIK
“KABINET
HASIL RESHUFFLE PERLU KERJA CEPAT”
Diajukan untuk Memenuhi
Salah Satu Tugas
Mata Kuliah Analisis
Wacana Kritis
MAKALAH
Oleh
AMIN
YUSUF
NURIANA
INDAH SARI
SYAWAL
ARIFIN
UNIVERSITAS MULAWARMAN
FAKULTAS KEGURUAN
DAN ILMU PENDIDIKAN
PROGRAM MAGISTER
PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA
SAMARINDA
2016
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Analisis
wacana dalam paradigma kritis merupakan suatu upaya untukmelihat secara dekat
bagaimana makna pesan yang diorganisasikan, digunakan,dan dipahami.Dalam ranah
politik, analisis wacana kritis merupakan suatu praktekpemakaian bahasa,
terutama politik bahasa. Karena bahasa merupakan aspeksentral dari penggambaran
suatu subjek, dan lewat bahasa ideologi terserap didalamnya, maka aspek inilah
yang dipelajari dalam analisis wacana kritis.
Paradigma
kritis memandang bahwa realitas kehidupan sosial bukanlahmerupakan suatu hal
yang netral. Realitas kehidupan sosial dipengaruhi olehberbagai kekuatan
seperti politik, ekonomi, dan sosial. Konsentrasi analisis padaparadigma kritis
adalah menemukan kekuatan yang dominan tersebut dalammemarjinalkan dan
meminggirkan kelompok-kelompok yang lain yang tidakdominan.
Bahasa
dalam wacana kritis dipandang sebagai representasi yangmembentuk subjek, tema,
maupun ideologi tertentu. Analisis wacana kritismemandang bahasa sebagai faktor
yang penting, bahasa tersebut digunakan dalammelihat ketimpangan kekuasaan yang
terjadi di masyarakat. Karakteristik pentingdari wacana kritis sendiri
dipaparkan oleh Teun A. Van Djik, Fairclough, dan Wodak
(dalam Eriyanto. 2009: 8-13) merupakan tindakan, konteks,
historis,kekuasaan, dan ideologi.
Teks merupakan bagian dari wacana.Dalam hal ini,
analisis teks bertujuan untuk mengungkap tujuan dari suatu teks (buku).Van Djik
membagi elemen wacana ini dalam tiga tingkatan, yaitu struktur makro,
superstruktur, dan struktur mikro. Akan tetapi, meskipun terdiri atas berbagai
elemen, semua elemen tersebut merupakan suatu kesatuan yang saling terkait,
berhubungan, dan mendukung satu sama lainnya.
Struktur makro merupakan makna global atau umum dari
suatu teks yang dapat diamati dengan melihat topik atau tema yang dikedepankan
dalam suatu teks.Superstruktur merupakan struktur wacana yang berhubungan
dengan kerangka suatu teks, bagaimana bagian-bagian tersusun secara
utuh.Struktur mikro adalah makna wacana yang dapat diamati dari bagian kecil
suatu teks seperti kata, kalimat, proposisi, anak kalimat, parafrase, dan
gambar (Van Djik dalam Eriyanto, 2009: 226).
Struktur teks model Van Djik yang meliputi struktur
makro, superstruktur, dan struktur mikro seperti pemaparan diatas, dapat
digambarkan seperti di bawah ini:
Tabel 1 :Struktur Teks Model
Van Djik
Struktur Makro
Makna global dari suatu teks yang dapat diamati dari topik atau tema
yang diangkat oleh suatu teks.
|
Superstruktur
Kerangka suatu teks, seperti bagian pendahuluan, isi, penutup, dan
kesimpulan.
|
Struktur Mikro
Makna lokal dari suatu teks yang dapat diamati dari pilihan kata,
kalimat dan gaya yang dipakai oleh suatu teks.
|
(Diadopsi
dari Eriyanto, 2009: 227)
Dalam
tiap struktur yang dikemukakan Van Djik
tersebut terdapatbeberapa hal yang diamati secara terperinci pada unit
analisisnya masing-masing.Pada elemen tematik, unit analisisnya meliputi tema
atau topik yang dikedepankan dalam suatu teks.Pada elemen skematik, unit analisisnya
meliputi teks, mengenai bagaimana bagian dan urutan berita diskemakan dalam
teks berita utuh.Semantik memiliki unit analisis paragraf, mengamati makna yang
ingin ditekankan dalam teks.
Sintaksis
unit analisisnya menggali lebih dalam pada kalimat proposisi mengenai bagaimana
kalimat (bentuk dan susunan) yang dipilih, koherensi, dan kata ganti.Dalam
elemen stilistik, unit analisisnya merupakan teks dimana aspek yang diamati
adalah bagaimana pilihan kata yang dipakai dalam teks tersebut (leksikon).Sedangkan
pada elemen retoris, unit analisisnya merupakan kalimat proposisi. Di sini,
hal-hal yang diamati adalah bagaimana cara penekanan yang dilakukan dalam
grafis, metafora, ekspresi.
Semua
elemen di atas memiliki keterkaitan antara elemen satu dengan elemen lainnya
dan saling mendukung.Skema ini mempelajari suatu teks dengan tujuan untuk
memahami isi dari suatu teks dan elemen yang membentuknya, kata,kalimat,
paragraf, dan proposisi. Melalui skema ini pula, pemahaman akanbagaimana
penulis mengungkapkan teks tersebut ke dalam pilihan bahasa tertentu serta bagaimana
retorika yang digunakan.
Skema
penelitian model Teun A. Van Djik ini
terbagi atas tiga elemen dimensi elemen, yaitu analisis teks, kognisi sosial,
dan konteks sosial. Adapun skema penelitian model Van Djiktersebut digambarkan
seperti di bawah ini:
Tabel 2 : Skema Penelitian Model Teun A. Van Djik
Struktur
|
Metode
|
Teks
Menganalisis bagaimana startegi wacana yang dipakai untuk
menggambarkan seseorang atau peristiwa tertentu.
Menganalisis bagaimana startegi wacana yang dipakai
untuk menggambarkan seseorang atau peristiwa tertentu.
|
Critical
Linguistics
|
Kognisi Sosial
Menganalisis bagaimana kondisi penulis dalam memahami seseorang atau
peristiwa tertentu yang akan ditulis.
|
Wawancara
|
Analisis Sosial
Menganalisis bagaimana wacana yang berkembang dalam masyarakat, proses
produksi dan reproduksi seseorang atau peristiwa digambarkan.
|
Studi Pustaka
|
(Sumber:
Eriyanto, 2009: 275)
Dalam
melakukan suatu analisis wacana, selain analisis atas teks jugadiperlukan
analisis kognisis sosial dan kognisi konteks sosial akan suatu hal yang diteliti.
Analisis teks digunakan untuk menggambarkan apa saja yang digunakan dalam teks.
Mengenai wacana apa saja yang dikembangkan serta bagaimana teks tersebut
dihasilkan diperlukan suatu kognisi sosial dengan meneliti mental individu
penulis. Sedangkan untuk memahami wacana dominan yang ada diperlukan suatu
analisis sosial dimana hal tersebut dapat dilakukan melalui studipustaka.
Analisis
teks merupakan suatu proses analisis data teks, objek yang diteliti merupakan
struktur dari teks mengenai kosakata, kalimat, proposisi, maupun paragraf untuk
menjelaskan dana memaknai suatu teks. Dalam suatu teks tentunya terdapat
unsur-unsur yang membentuk teks tersebut secara global dan koheren sehingga
menimbulkan suatu pemaknaan tertentu.
Analisis
teks berhubungan dengan studi mengenai bahasa maupun penggunaannya.Dalam hal
ini, Van Djik membagi tingkatan teks dalam tiga elemen, yaitu struktur makro,
superstruktur, dan struktir mikro. Adapun elemen wacana yang disusun Van Djik
dapat dilihat dalam gambar atau tabel seperti di bawah ini:
Tabel 3 : Elemen Wacana dan Unit AnalisisModel Van
Djik
Studi Wacana
|
Elemen
|
Unit Analisis
|
|
Makro
|
Tematik
|
Tema
|
Teks
|
Topik
|
Teks
|
||
Superstruktur
|
Skematik
|
Skema
|
Teks
|
Mikro
|
Semantik
|
Latar
|
Paragraf
|
Detail
|
Paragraf
|
||
Maksud
|
Paragraf
|
||
Praanggapan
|
Paragraf
|
||
Nominalisasi
|
Paragraf
|
||
Sintaksis
|
Bentuk Kalimat
|
Kalimat
Proposisi
|
|
Koherensi
|
Kalimat
Proposisi
|
||
Kata Ganti
|
Kalimat
Proposisi
|
||
Stilistik
|
Leksikon
|
Kata
|
|
Retoris
|
Grafis
|
Kalimat
Proposisi
|
|
Metafora
|
Kalimat
Proposisi
|
||
Ekspresi
|
Kalimat
Proposisi
|
||
(Diadopsi
dari Eriyanto, 2009: 228-229)
Adapun
penjelasan setiap bagian pada bagan tersebut adalah sebagai berikut.
1.
Tematik
Elemen
tematik menunjuk pada gambaran umum dari suatu teks. Bisa jugadisebut sebagai
gagasan inti, ringkasan, atau yang utama dari suatu teks. Topikmenggambarkan
apa yang ingin diungkapkan. Topik menunjukkan konsepdominan, sentral, dan
paling penting dari isi suatu teks. Oleh karena itu seringdisebut sebagai tema
atau topik. Topik menggambarkan gagasan apa yangdikedepankan atau gagasan inti
dalam melihat atau memandang suatu peristiwa.Tematik terkait erat dengan topik,
dimana topik tersebut kerap disandingkandengan tema umum dari suatu teks yang
kemudian diperjelas dengan subtopik-subtopikpendukung
yang lain.
2.
Skematik
Berbeda
dengan tematik yang menggambarkan secara umum makna teks,skematik merupakan
penggambaran umum dari bentuk suatu teks itu sendiri.Bentuk suatu wacana yang
disusun dengan sejumlah kategori maupun pembagianbaik dari pendahuluan, isi,
kesimpulan, penutup, dan sebagainya. Skematik jugaberunsur lead suatu
wacana. Dalam hal ini, skematik merupakan suatu strategipenulis untuk
menonjolkan bagian yang ingin diungkapkan maupun justrumenyembunyikan hal
tersebut.
3.
Semantik
Semantik
secara harfiah berarti tanda atau lambang.Dalam hal ini, semantik dimaksudkan
sebagai tanda linguistik. Tanda linguistik tersebut dipertegas dengan
penggunaan latar, detil, dan sudut pandang aspek lain, kata penghubung, kata
pengganti, bentuk kalimat, dan aspek lain yang dapat dapat menimbulkan maksud
secara implisit maupun eksplisit. Aspek-aspek di atas dapat dipaparkan sebagai
berikut.
a.
Latar
Latar
merupakan elemen yang penting dalam suatu teks.Latar dapat membongkar maksud
dan tujuan penulis.Latar digambarkan sebagai suatu aspek yang digunakan untuk
menggambarkan latar belakang suatu peristiwa dan hendak dibawa kemana makna
suatu teks disampaikan.Latar dapat menjadi pembenaran gagasan yang diajukan
dalam suatu teks.Terkadang maksud atau isi utama suatu teks tidak terpaparkan
secara jelas (eksplisit).Oleh karena itu, melalui latar pembaca dapat
menginterpretasikan makna yang disembunyikan penulis.
b.
Detail
Elemen
detil digunakan sebagai strategi penulis untuk menekankan hal-hal yang ingin
ditonjolkan. Melalui elemen detail, penulis dapat menyampaikan dan
mengekspresikan sikapnya secara implisit. Dalam mempelajari elemen detail,
yangharus diteliti adalah keseluruhan dimensi peristiwa, bagian mana yang
diuraikansecara panjang lebar dan bagian mana yang diuraikan dengan sedikit detail.Dijelaskan
pula oleh Eriyanto, bahwa elemen detil ditambahkan untukmempertegas makna teks.
Penulis dapat memperkuat kesan nilai positif maupunnegatif melalui detail yang
disampaikan. Detail berhubungan dengan kontrolinformasi yang disampaikan. Detil
merupakan penegasan secara sengaja untukmenciptakan citra tertentu pada
khalayak baik itu positif maupun negatif.
c.
Maksud
Elemen
maksud melihat pemaparan informasi dari penulis, apakah secaraeksplisit atau
implisit.Dalam pemaparannya, elemen maksud disajikan secarajelas dan dengan
kata-kata yang tegas jika hal tersebut bersifat positif ataupunmemang ingin
ditonjolkan oleh penulis.Sebaliknya, jika hal yang ingindisampaikan merupakan
hal negatif ataupun penulis ingin menutupi dengan versilain, maka penulis dapat
menyampaikannya melalui eufimistik yang tersamar danberbelit-belit.
d.
Praanggapan
Elemen praanggapan
merupakan suatu pernyataan, pernyataan tersebutdigunakan untuk mendukung atau
menguatkan suatu teks.Praanggapandinyatakan sebagai upaya penguatan melalui
premis yang dapat dipercayakebenarannya.Melalui penguatan inilah, penulis dapat
menggambarkan suatuinformasi dengan terpercaya.
4.
Sintaktis
Sintaksis
merupakan upaya dalam menghubungkan kalimat-kalimat. Kalimat yang dihubungkan
ini dapat merupakan suatu fakta yang berkaitan ataupun tidak sama sekali
sehingga menjadi koheren. Menurut Eriyanto, unsur-unsur sintaktis didefinisikan
sebagai berikut.
a.
Bentuk Kalimat
Eriyanto
memaparkan bahwa bentuk kalimat menitikberatkan perhatian pada penempatan
subjek dalam kalimat. Hal ini berkaitan akan asumsi bahwa pembentukan makna
dipengaruhi oleh bentuk atau susunan kalimat. Penempatan subjek dalam suatu
kalimat mempengaruhi pemaknaan akan kalimat tersebut.Makna yang muncul dari
susunan kalimat yang berbeda dengan perbedaan posisi sentral maka akan
mempengaruhi proses pemaknaan kalimat tersebut.
b.
Kata Ganti
Kata ganti
digunakan penulis untuk menunjukkan posisi seseorang dalam suatu wacana melalui
bahasa imajinatif yang digunakan. Melalui penggunaan kata ganti, penulis
mengekpresikan sikap dan cara pandang. Penggunaan kata yang berbeda akan
memberikan pemaknaan yang berbeda pula terkait dengan sudut pandang yang
disampaikan penulis.
c.
Koherensi
Koherensi
merupakan penghubungan 2 kalimat yang berbeda sehingga menjadi suatu kalimat
yang koheren atau terhubung.Dalam koherensi, 2 buah kalimat yang menggambarkan
fakta yang berbeda dapat dihubungkan sehingga tampak koheren.Dalam hal ini,
koherensi merupakan elemen yang menggambarkan bagaimana peristiwa dihubungkan
atau dipandang saling terpisah oleh penulis.Dalam hal ini, Eriyanto menjelaskan
bahwa koherensi merupakan suatu pertalian antarkata atau kalimat dalam suatu
teks.Koherensi menitikberatkan perhatiannya pada penggunaan kata hubung atau
konjungsi. Kata hubung seperti “dan”, “akibat”, “untuk”, “tetapi”, “atau”, dan
lain sebagainya memberikan suatu pemaknaan berbeda pada kalimat majemuk dalam
suatu teks.
d.
Koherensi
Kondisional
Koherensi
kondisional menjadi penjelas mengenai maksud maupun tujuantersembunyi yang
diekspresikan dalam kalimat oleh penulis.Ada tidaknya anak kalimat tidak
mempengaruhi arti kalimat sebagai penjelas. Kalimat tersebut tidakakan berubah
makna atau artinya anak kalimat dihilangkan.
Seperti
yang telah dipaparkan oleh Eriyanto, bahwa elemen koherensi kondisional
menitikberatkan perhatiannya pada penggunaan anak kalimat sebagaipenjelas.Anak
kalimat menjadi cermin kepentingan komunikator karena dalamkalimat tersebut
dapat memberikan keterangan baik maupun buruk.
e.
Koherensi
Pembeda
Koherensi
pembeda berhubungan dengan pernyataan bagaimana dua peristiwa atau fakta hendak
dibedakan.Koherensi pembeda menggunakan kata penghubung dengan tujuan
memunculkan makna kontras atau berlainan secara tegas.Koherensi pembeda dapat
membuat dua buah peristiwa atau fakta seolahseolahsaling bertentangan dan
berseberangan.Sebagai contoh, penggunaan konjungsi ‘dibandingkan”.Melalui
katapenghubung tersebut, suatu peristiwa dapat terlihat bertentangan.
Pembandingantersebut akan memunculkan makna dalam teks pada saat pembaca
menilai subjek-subjekpemberitaan.
5.
Stilistik
Stilistik menempatkan
bahasa sebagai hal yang utama.Stilistikmenguraikan pemahaman struktur dan
fungsi linguistik dalam memahami suatuteks.Stilistik dimaksudkan untuk
mengeksplorasi bahasa atau secara khususmenguraikan kreativitas penggunaan
bahasa.Stilistik menempatkan bahasasebagai hal yang utama.Unsur-unsur stilistik
dapat dijabarkan sebagai berikut.
a.
Leksikon
Leksikon
menandakan bagaimana seseorang melakukan pemilihan atasberbagai kemungkinan
kata yang tersedia.Leksikon merupakan kumpulan darikata-kata suatu bahasa atau
dapat juga disebut sebagai kumpulan leksem suatubahasa.Leksem disini merupakan
kata satuan gramatika bebas terkecil.Pilihankata-kata yang dipakai menunjukkan
sikap dan ideologi tertentu. Peristiwa yang sama dapat digambarkan secara
berbeda dengan penggunaan leksikon yang berbeda. Sebagai contoh, “tamu tak
diundang” yang berarti pencuri.Selain itu para demonstran yang dilabeli
“perusuh” namun dapat pula dilabeli dengan “pahlawan rakyat”.Leksikon mana yang
dipakai tergantung pada sudut pandang dan ideologi penulis.
6.
Retoris
Retoris
merupakan salah satu cara untuk menggali ideologis penulis dalam
mengekspresikan pemikirannya dalam suatu teks. Dalam penulisan suatu teks,
penggunaan asesoris seperti garis bawah, penggunaan huruf tebal, pilihan bentuk
huruf, peribahasa, gambar, pepatah, kiasan-kiasan, maupun asesoris lain
sejenisnya ditujukan untuk menekankan maksud dari pemikiran penulis. Menurut
Eriyanto, asesoris-asesoris tersebut dipaparkan sebagai berikut.
a.
Grafis
Elemen
grafis merupakan suatu bagian yang menunjukkan bagian yang ingin ditonjolkan
penulis misalnya dengan pemakaian huruf tebal, miring, pemakaian garis bawah,
maupun perbedaan ukuran huruf, bentuk foto, gambar, atau tabel.Elemen grafis
memberikan efek kognitif dalam suatu wacana guna mengontrol ketertarikan
perhatian.
b.
Metafora
Metafora
merupakan suatu kiasan yang disampaikan penulis sebagai suatu pembenar atas
informasi yang disampaikan.Metafora sebagai landasan berpikir, alasan pembenar
atas pendapat atau gagasan tertentu kepada publik.Pemakaian metafora tertentu
bisa menjadi petunjuk utama untuk mengerti makna suatu teks.Dalam
penggunaannya, metafora dapat tergambarkan melalui kepercayaan masyarakat,
ungkapan sehari-hari, kiasan, peribahasa, pepatah, petuah leluhur, kata-kata
kuno, bahkan dapat pula ungkapan-ungkapan yang diambil dari ayat-ayat suci.
c.
Pengingkaran
Dijelaskan
oleh Eriyanto bahwa pengingkaran adalah sebuah elemen dimana publik dapat
membongkar sikap atau ekspresi penulis yang disampaikan secara
sembunyi-sembunyi.Hal yang tersembunyi tersebut menggambarkan seolah-olah
penulis menyetujui suatu pernyataan padahal yang diinginkan adalah
sebaliknya.Umumnya pengingkaran dilakukan di akhir, dimana sebelumnya penulis
telah memaparkan pendapat umum terlebih dahulu.Dalam suatu teks, pengingkaran
biasanya dipaparkan melalui kata “tetapi” atau “namun”.
Pada makalah ini, kami
akan menyajikan dan membedah salah satu berita politik yang kami kutip dari salah
satu media nasional Indonesia, Koran SINDO (Seputar Indonesia), tepatnya berasal
dari laman berita terkini di masa itu,http://index.sindonews/blog/1585/koran-sindoyang berjudul “Kabinet
Hasil Reshuffle Perlu Kerja Cepat”yang dipublikasikan pada hari kamis,
tanggal 13 Agustus 2016 pukul 09.00 WIB.
Adapun
konten informasi yang disajikan pada berita tendensius tersebut adalah sebagai
berikut.
KABINET HASIL RESHUFFLE
PERLU KERJA CEPAT
Koran SINDO.
Kamis, 13 Agustus 2015 pukul 09:00 WIB
JAKARTA - Menteri yang baru dilantik oleh Presiden
Joko Widodo (Jokowi) harus bergerak cepat melakukan pembenahan. Bersama
menteri lain, mereka dituntut bekerja keras demi memenuhi harapan publik yang
menginginkan perbaikan atas kondisi saat ini.
Harapan ini disampaikan anggota Fraksi Partai
Gerindra DPR Edhy Prabowo dan Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPR Bambang
Soesatyo. Menurut Edhy Prabowo, reshuffle
harus bisa menjadikan roda pemerintahan semakin berjalan baik dan efektif.
Karena itu, mereka yang sudah diberikan kepercayaan
harus bisa membuktikan dengan bekerja cepat. ”Kondisi ekonomi belakangan mulai mengkhawatirkan, mulai dari
melemahnya rupiah hingga naiknya harga kebutuhan pokok. Kita khawatir saat
ini harga daging saja terus mengalami kenaikan. Harapan kita, tentu ke depan
apalagi dengan adanya reshuffle ini akan segera ada perbaikan…” katanya.
Bambang Soesatyo mengatakan, menteri yang dilantik
harus mewaspadai situasi perekonomian yang menunjukkan gejala makin memburuk.
Selain dipengaruhi kondisi ekonomi global, perekonomian dalam negeri diwarnai
dengan isu kelangkaan dan tingginya harga daging sapi akibat ulah spekulan.
Setelah daging sapi, bukan tidak mungkin akan muncul
masalah pada komoditi kebutuhan pokok lainnya. ”Karena itu, saya mengimbau para menteri ekonomi untuk mewaspadai dan
merespons masalah-masalah itu dengan strategi dan kebijakan yang tepat,”
katanya.
Ketua DPR Setya Novanto meyakini Presiden Jokowi
sudah melakukan evaluasi terhadap kinerja para menteri, sebelum melakukan
perombakan kabinet. Menurutnya, pelantikan menteri baru ini menjadi harapan
baru bagi rakyat. ”Ini akan menjadi
sesuatu hal yang memberikan harapan baru karena ada beberapa menteri yang
menurut kami memang harus dievaluasi,” ujarnya kemarin.
Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari
mengatakan, menteri yang baru dilantik harus bergerak cepat. ”Harus kerja cepat karena itu yang
diharapkan publik. Setelah reshuffle ini tantangan berikutnya adalah
membuktikan adanya perbaikan dan mewujudkan efektivitas pemerintahan.
Tantangannya memang berat,” katanya di Jakarta kemarin.
Menurut Qodari, enam posisi di Kabinet Kerja yang
dirombak Jokowi tersebut memang sangat menentukan efektivitas jalannya
pemerintahan ke depan. Untuk posisi menteri koordinator (menko) perekonomian
dan menteri perdagangan, tantangannya sangat berat karena mereka mengambil
alih tugas di tengah kondisi perekonomian yang sedang lesu dan harga-harga
kebutuhan pokok melambung.
Menurut Qodari, tidak bisa dimungkiri bahwa salah
satu pertimbangan utama sehingga Presiden melakukan reshuffle adalah kondisi perekonomian saat ini. ”Menko Perekonomian harus punya terobosan
bagaimana memperbaiki penyerapan anggaran, bagaimana menjinakkan nilai tukar
rupiah, dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Juga harus mengoordinasikan
lintas sektoral agar harga-harga lebih terkendali…” ujarnya di Jakarta
kemarin.
”Khusus
Menteri Perdagangan, yang harus segera dikerjakan adalah mengendalikan
hargaharga sembako dan melawan mafia bahan pangan, terutama beras, gula,
daging,” lanjutnya. Demikian pula halnya dengan menko kemaritiman yang
kini dijabat Rizal Ramli.
Qodari mengungkapkan, Rizal Ramli punya tantangan
berat karena sektor maritim menjadi brand baru sekaligus semangat baru dari
pemerintahan Presiden Jokowi. ”Sektor
maritim harus bisa dioptimalkan kontribusinya dalam pertumbuhan ekonomi,”
terangnya.
Untuk posisi sekretaris kabinet (seskab) yang kini
dijabat politikus senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Pramono
Anung, tantangannya adalah merapikan administrasi pemerintahan dan
meningkatkan komunikasi lintas sektoral. ”Pramono
Anung saya kira punya akselerasi tinggi sehingga bisa menutupi kelemahan
pejabat sebelumnya,” ujarnya.
Menko Perekonomian Darmin Nasution seusai acara
serah terima jabatan di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, kemarin mengaku
diberi pesan oleh presiden untuk memperbaiki ekonomi. Dia diminta menjaga
harga pangan dan menekan inflasi, kemudian mengelola fiskal termasuk serapan
APBN Perubahan 2015 yang minim serta mendongkrak investasi, baik asing maupun
domestik.
”Banyak yang
harus dikerjakan, namun tentu harus ada prioritas. Dalam jangka pendek, kita
menentukan prioritas,” ujar Darmin.Dari sisi pangan, Darmin menyebut
pangkal persoalannya terletak pada akurasi data. Data yang tidak valid,
menurut dia, mendorong terjadinya gejolak harga komoditas pangan yang pada akhirnya
meningkatkan inflasi. ”Untuk
mendapatkan data yang akurat, perlu kalibrasi data dulu.Tapi itu bukan soal
yang setengah tahun selesai” kata Darmin. (rahmat sahid/ kiswondari/
sucipto/ ant)
|
B.
Rumusan
Masalah
M.
Amirin (1990:17) dalam bukunya Menyusun Rencana Penelitian disebut masalah
penelitian, karena yang dijadikan objek penelitian itu memang suatu masalah,
suatu problem yang harus dipecahkan atau diatasi melalui penelitian ilmiah. Kinayati
dan M.L.A. Sumaryati (2004:33) menyebutkan bahwa masalah penelitian tidak
pernah berdiri sendiri melainkan selalu terkait dan terdapat korelasi dengan
faktor lain. Gejala baru dapat dijadikan suatu masalah jika berada dalam
situasi tertentu.
Berdasarkan
beberapa penjelasan yang telah dikemukakan di atas, maka dapat penulis
simpulkan bahwa masalah dalam suatu penelitian perlu dirumuskan, hal ini
dilakukan untuk memfokuskan masalah yang diteliti guna menuju suatu hasil yang
lebih maksimal sehingga dicapai hasil yang lebih sempurna.
Dari
pokok masalah ini akan dijelaskan dalam rumusan masalah sebagai berikut.
1.
Bagaimanakah penjelasan berita “Kabinet Hasil Reshuffle Perlu Kerja
Cepat”dalam Tinjauan Analisis Wacana Kritis berdasarkan pada teori Teun A. Van Djik?
2. Bagaimana penggambaran para politisi dalam menyampaikan gagasan berupa bahasa
ditinjau dari Analisis Wacana Kritis berdasarkan pada teori Teun A. Van Djik?
C.
Tujuan Penulisan
Tujuan menurut Lexy
J. Moleong (2000:62) dalam buku Metodologi Penelitian Kualitatif
menyebutkan bahwa tujuan suatu penelitian atau penulisan ialah untuk memecahkan
masalah. Jadi, jika ingin mengetahui sesuatu atau ingin memecahkan masalah maka
kita berusaha untuk mendapatkan, mengembangkan, memperluas, dan menggali lebih
dalam apa yang sudah ada atau masih diragukan, sampai kita mendapatkan
pemecahan masalah yang dihadapi.
Berdasarkan uraian permasalahan di atas, penulisan ini
memiliki tujuan yaitu sebagai berikut.
1. Untuk mengetahui penjelasan berita “Kabinet Hasil
Reshuffle Perlu Kerja Cepat”dalam Tinjauan Analisis Wacana Kritis berdasarkan
pada teori Teun A. Van Dijk.
2. Untuk
mengetahui penggambaran para politisi dalam
menyampaikan gagasan berupa bahasa ditinjau dari Analisis Wacana Kritis
berdasarkan pada Teun A.
Van Djik.
D.
Manfaat Penulisan
1.
Secara Teoretis
a.
Dapatmemberikan
pemahaman kepada pembaca mengenai Analisis
Wacana Kritis, khususnya berkenaan
dengan penjelasan berita “Kabinet Hasil
Reshuffle Perlu Kerja Cepat”dalam Tinjauan Analisis Wacana Kritis
berdasarkan pada teori Teun A. Van Dijk.
b.
Sebagai bahan informasi
yang sebelumnya penulis dan pembaca tidak mengetahui mengenai penjelasan berita “Kabinet
Hasil Reshuffle Perlu Kerja Cepat”dalam Tinjauan Analisis Wacana Kritis
berdasarkan pada teori Teun A. Van Dijk
.
c.
Menambah literatur
mengenai mata kuliah Analisis Wacana Kritis.
2.
Secara Praktis
a.
Bagi penulis
dalam bidang Analisis Wacana Kritis, khususnya berkenaan dengan penjelasan
berita “Kabinet Hasil Reshuffle Perlu
Kerja Cepat” dalam Tinjauan Analisis Wacana Kritis berdasarkan pada teori Teun A. Van Dijk.
a.
dapat dijadikan
bahan untuk mengembangkan teori ke arah yang lebih detail dalam pembahasannya.
E.
Sistematika Penulisan
Adapun
sistematika penulisan yang akan dipergunakan dalam makalah ini adalah sebagai
berikut.
BAB I : Pendahuluan,
berisikan latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian,
dan sistematika penulisan.
BAB II : Pembahasan, berisikan Analisis Wacana dalam Pandangan Kritis,
Analisis Berita ““Kabinet Hasil Reshuffle
Perlu Kerja Cepat”.
BAB III : Penutup,
terdiri dari kesimpulan dan saran.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Analisis Wacana dalam Pandangan Kritis
Wacana merupakan unsur kebahasaan yang relatif
kompleks.Satuan pendukung kebahasaannya mencakup kata, frase, klausa, kalimat,
paragraf, hingga karangan utuh.Kajian wacana berkaitan dengan tindakan manusia
yang dilakukan dengan bahasa (verbal) dan bukan bahasa (non-verbal).Hal ini
menunjukkan bahwa untuk memahami wacana dengan baik dan tepat, diperlukan bekal
pengetahuan kebahasaan.
Dalam memperoleh gambaran yang jelas mengenai wacana,
perlu dilihat batasan atau pengertian wacana dari berbagai sumber.Istilah
wacana dipakai oleh banyak kalangan mulai dari studi bahasa, psikologi,
politik, komunikasi, sastra, dan lain sebagainya. Dalam hal ini, makna suatu bahasa
berada pada konteks dan situasi, seperti yang disampaikan oleh Firth (dalam
Syamsuddin, 1992:2) “Language was only
meaningful in its context of situation”. Jadi, pembahasan wacana adalah
pembahasan bahasa dan tuturan yang harus berada dalam satu rangkaian konteks
dan situasi.
Ismail Marahimin mengartikan wacana sebagai kemampuan
untuk maju menurut urut-urutan yang teratur dan semestinya dan komunikasi buah
pikiran, baik lisan maupun tulisan, yang resmi dan teratur (Marahimin,
1994:26).Artinya, tulisan teratur, menurut dengan urut-urutan yang semestinya
atau logis adalah.
B.
Analisis Berita “Kabinet Hasil Reshuffle Perlu Kerja
Cepat”
Berikut ini
kami sajikan hasil pengamatan berita “Kabinet Hasil Reshuffle Perlu Kerja
Cepat” ditinjau dari
Analisis Wacana Kritis berdasarkan teori Teun
A. Van Djik.
1.
Studi Wacana
Makro
Tema dari
berita “Kabinet Hasil Reshuffle
Perlu Kerja Cepat”menjelaskan
keputusan presiden me-reshuffle
kabinet merupakan langkah tepat sesuai dengan dengan keinginan publik sebab
kondisi perekonomian Indonesia semakin mengkhawitirkan.Informasi berita
tersebut difokuskan pada tugas menteri yang baru dilantik harus bekerja secara cepat
untuk memperbaiki kinerja menteri sebelumnya.Dari beberapa gagasan yang
diungkapkan oleh penulis, maupun mengutip pernyataan narasumber, secara
tersirat dalam berita tersebut diinformasikan bahawa kinerja menteri sebelumnya
dinilai tidak mampu menjalankan roda pemerintahan sehingga berdampak pada
perekonomian Indonesia yang semakin mengkhawatirkan.Hal tersebut dapat
dibuktikan dengan beberapa pernyataan berikut yang tercantum dalam teks berita.
a.
Menteri yang
baru dilantik oleh presiden Jokowi harus cepat melakukan pembenahan.
b.
Menurut Edhy
Prabowo, reshuffle harus bisa
menjadikan roda pemerintahan semakin berjalan baik dan efektif.
c.
Mereka yang
sudah diberikan kepercayaan harus bisa membuktikan dengan bekerja cepat. ”Kondisi ekonomi belakangan mulai
mengkhawatirkan,…”
d.
Bambang Soesatyo
mengatakan, menteri yang dilantik harus mewaspadai situasi perekonomian yang
menunjukkan gejala makin memburuk.
Oleh sebab itu, berita ini lebih menekankan bahwa
keputusan presiden me-resuffle
kabinet adalah keputusan tepat yang harus segera dilakukan.
2.
Studi Wacana
Superstruktur
Studi
wacana superstruktur menganalis teks berdasarkan skema, Adapun skema yang
tergambar dalam teks berita “Kabinet Hasil Reshuffle Perlu Kerja Cepat”sebagai berikut.
a.
Di bagian
pendahuluan penulis menginformasikan bahwa menteri-menteri yang baru dilantik
harus cepat melakukan pembenahan terhadap kinerja yang telah dilakukan oleh
menteri sebelumnya. Pada tahap pendahuluan, informasi ditekankan bahwa Menteri
yang baru dilantik diharapkanmampu mewaspadai dan merespons masalah
perekonomian dengan strategi dan kebijakan yang tepat.
b.
Di bagian isi
informasi lebih ditekankan bahwa keputusan presiden untuk me-reshuffle kabinet merupakan keputusan
yang tepat sesuai dengan yang diharapkan oleh publik. Untuk meyakinkan pembaca
bahwa resuffle kabinet merupakan
harapan publik, penulis menginformasikan
bahwa keputusan tersebut telah melalui evaluasi. Dari hasil evaluasi tersebut,
penulis menekankan bahwa kinerja menteri sebelumnya dianggap belum baik karena
situasi perekonomian yang menenujukan gejala makin memburuk sehingga perlu
langkah cepat untuk melakukan pembenahan. Namun, Informasi difokuskan pada
masalah perekonomian, padahal ada enam
posisi yang dirombak oleh presiden. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan
beberapa pernyataan berikut yang tercantum dalam teks berita.
1)
Ketua DPR Setya
Novanto meyakini Presiden Jokowi sudah melakukan evaluasi terhadap kinerja para
menteri, sebelum melakukan perombakan kabinet.
2)
Menurutnya,
pelantikan menteri baru ini menjadi harapan baru bagi rakyat.
3)
“Harus kerja cepat karena itu yang diharapkan publik.
Setelah reshuffle ini tantangan berikutnya adalah membuktikan adanya perbaikan
dan mewujudkan efektivitas pemerintahan.”
4)
Untuk posisi
menteri koordinator (menko) perekonomian dan menteri perdagangan, tantangannya
sangat berat karena mereka mengambil alih tugas di tengah kondisi perekonomian
yang sedang lesu dan harga-harga kebutuhan pokok melambung.
5)
Menurut Qodari,
tidak bisa dimungkiri bahwa salah satu pertimbangan utama sehingga Presiden
melakukan reshuffle adalah kondisi
perekonomian saat ini.
6)
Menko
Perekonomian Darmin Nasution seusai acara serah terima jabatan di Kantor
Kemenko Perekonomian, Jakarta, kemarin mengaku diberi pesan oleh presiden untuk
memperbaiki ekonomi.
c.
Di bagian
penutup informasi masih difokuskan pada perombakan menteri bidang ekonomi. Di
bagian ini penulis menguraikan hal-hal yang mendasari pergantian menteri bidang
ekonomi. Penulis menekankan kembali bahwa menteri sebelumnya dinilai belum
mampu menjalankan roda perekonomian. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan
beberapa pernyataan berikut yang tercantum dalam teks berita.
1)
”Banyak yang harus dikerjakan, namun tentu
harus ada prioritas.”
2)
Dari sisi
pangan, Darmin menyebut pangkal persoalannya terletak pada akurasi data.
3)
Data yang tidak
valid, menurut dia, mendorong terjadinya gejolak harga komoditas pangan yang
pada akhirnya meningkatkan inflasi.
3.
Studi Wacana
Mikro
Studi
wacana mikro adalah Makna lokal dari suatu teks yang dapat diamati dari pilihan
kata, kalimat dan gaya yang dipakai oleh suatu teks.Adapun analisis berita
tersebut adalah sebagai berikut.
a.
Latar
Secara
tersirat berita “Kabinet Hasil Reshuffle
Perlu Kerja Cepat” berlatar politik meskipun secara tersurat judul maupun isi
berita menguraikan pemerintahan.Namun, dalam berita tersebut, narasumber yang
uraikan oleh penulis merupakan tokoh politik dari partai tertentu.Hal tersebut
dapat dibuktikan dengan beberapa paragraf berikut yang tercantum dalam teks
berita.
1)
Harapan ini
disampaikan anggota Fraksi Partai Gerindra DPR Edhy Prabowo dan Sekretaris
Fraksi Partai Golkar DPR Bambang Soesatyo. Menurut Edhy Prabowo, reshuffle harus bisa menjadikan roda pemerintahan
semakin berjalan baik dan efektif.
2)
Untuk posisi
sekretaris kabinet (seskab) yang kini dijabat politikus senior Partai Demokrasi
Indonesia Perjuangan (PDIP) Pramono Anung, tantangannya adalah merapikan
administrasi pemerintahan dan meningkatkan komunikasi lintas sektoral. ”Pramono
Anung saya kira punya akselerasi tinggi sehingga bisa menutupi kelemahan
pejabat sebelumnya.”
b.
Detail
Dalam teks
berita “Kabinet Hasil Reshuffle Perlu
Kerja Cepat” informasi yang ingin disampaikan adalah mengenai preombakan
kabinet yang dilakukan oleh Presiden Jokowi kepada beberapa menteri, tetapi
secara implisit informasi lebih menonjolkan perombakan menteri ekonomi.Hal
tersebut dapat dibuktikan dengan beberapa paragraf berikut yang tercantum dalam
teks berita.
1)
Karena itu,
mereka yang sudah diberikan kepercayaan harus bisa membuktikan dengan bekerja
cepat. ”Kondisi ekonomi belakangan mulai
mengkhawatirkan, mulai dari melemahnya rupiah hingga naiknya harga kebutuhan
pokok. Kita khawatir saat ini harga daging saja terus mengalami kenaikan.
Harapan kita, tentu ke depan apalagi dengan adanya reshuffle ini akan segera
ada perbaikan…” katanya.
2)
Bambang Soesatyo
mengatakan, menteri yang dilantik harus mewaspadai situasi perekonomian yang
menunjukkan gejala makin memburuk. Selain dipengaruhi kondisi ekonomi global,
perekonomian dalam negeri diwarnai dengan isu kelangkaan dan tingginya harga
daging sapi akibat ulah spekulan.
3)
Menurut Qodari,
enam posisi di Kabinet Kerja yang dirombak Jokowi tersebut memang sangat
menentukan efektivitas jalannya pemerintahan ke depan. Untuk posisi menteri
koordinator (menko) perekonomian dan menteri perdagangan, tantangannya sangat
berat karena mereka mengambil alih tugas di tengah kondisi perekonomian yang
sedang lesu dan harga-harga kebutuhan pokok melambung.
c.
Maksud
Secara
eksplisit pemaparan teks berita “Kabinet Hasil Reshuffle Perlu Kerja Cepat” menguraikan perombakan kabinet harus
bekerja cepat karena kondisi perekonomian Indonesia yang mengkhawatirkan dan
perombakan tersebut sesuai harapan publik.Selain itu, perombakan juga dilakukan
berdasarkan hasil evaluasi.Hal tersebut dapat dibuktikan dengan beberapa
paragraf berikut yang tercantum dalam teks berita.
1)
Karena itu,
mereka yang sudah diberikan kepercayaan harus bisa membuktikan dengan bekerja
cepat. ”Kondisi ekonomi belakangan mulai mengkhawatirkan, mulai dari melemahnya
rupiah hingga naiknya harga kebutuhan pokok. Kita khawatir saat ini harga
daging saja terus mengalami kenaikan. Harapan kita, tentu ke depan apalagi
dengan adanya reshuffle ini akan
segera ada perbaikan…” katanya.
2)
Bambang Soesatyo
mengatakan, menteri yang dilantik harus mewaspadai situasi perekonomian yang
menunjukkan gejala makin memburuk. Selain dipengaruhi kondisi ekonomi global,
perekonomian dalam negeri diwarnai dengan isu kelangkaan dan tingginya harga
daging sapi akibat ulah spekulan.
3)
Direktur
Eksekutif Indo Barometer M Qodari mengatakan, menteri yang baru dilantik harus
bergerak cepat. ”Harus kerja cepat karena itu yang diharapkan publik. Setelah reshuffle ini tantangan berikutnya
adalah membuktikan adanya perbaikan dan mewujudkan efektivitas pemerintahan.
Tantangannya memang berat,” katanya di Jakarta kemarin.
Namun,
secara implisit teks berita “Kabinet Hasil Reshuffle
Perlu Kerja Cepat” menguraikan kinerja menteri kabinet sebelumnya dinilai tidak
mampu mengendalikan pemerintahan.Hal tersebut dapat dibuktikan dengan beberapa
paragraf berikut yang tercantum dalam teks berita.
1)
Ketua DPR Setya
Novanto meyakini Presiden Jokowi sudah melakukan evaluasi terhadap kinerja para
menteri, sebelum melakukan perombakan kabinet. Menurutnya, pelantikan menteri
baru ini menjadi harapan baru bagi rakyat. ”Ini akan menjadi sesuatu hal yang
memberikan harapan baru karena ada beberapa menteri yang menurut kami memang
harus dievaluasi,” ujarnya kemarin.
2)
Menurut Qodari,
enam posisi di Kabinet Kerja yang dirombak Jokowi tersebut memang sangat
menentukan efektivitas jalannya pemerintahan ke depan. Untuk posisi menteri
koordinator (menko) perekonomian dan menteri perdagangan, tantangannya sangat
berat karena mereka mengambil alih tugas di tengah kondisi perekonomian yang
sedang lesu dan harga-harga kebutuhan pokok melambung.
d.
Praanggapan
Praanggapan
dinyatakan sebagai upaya penguatan melalui pernyataan yang dapat dipercaya
kebenarannya, seperti paragraf berikut.
1)
Menurut Qodari,
enam posisi di Kabinet Kerja yang dirombak Jokowi tersebut memang sangat
menentukan efektivitas jalannya pemerintahan ke depan. Untuk posisi menteri
koordinator (menko) perekonomian dan menteri perdagangan, tantangannya sangat
berat karena mereka mengambil alih tugas di tengah kondisi perekonomian yang
sedang lesu dan harga-harga kebutuhan pokok melambung.
2)
Menko
Perekonomian Darmin Nasution seusai acara serah terima jabatan di Kantor
Kemenko Perekonomian, Jakarta, kemarin mengaku diberi pesan oleh presiden untuk
memperbaiki ekonomi. Dia diminta menjaga harga pangan dan menekan inflasi,
kemudian mengelola fiskal termasuk serapan APBN Perubahan 2015 yang minim serta
mendongkrak investasi, baik asing maupun domestik.
e.
Leksikon
Leksikon
menandakan bagaimana seseorang melakukan pemilihan atas berbagai kemungkinan
kata yang tersedia.
1)
Selain
dipengaruhi kondisi ekonomi global, perekonomian dalam negeri diwarnai
dengan isu kelangkaan dan tingginya harga daging sapi akibat ulah spekulan.
2)
Untuk posisi
menteri koordinator (menko) perekonomian dan menteri perdagangan, tantangannya
sangat berat karena mereka mengambil alih tugas di tengah kondisi perekonomian
yang sedang lesu dan harga-harga kebutuhan pokok melambung.
3)
Qodari
mengungkapkan, Rizal Ramli punya tantangan berat karena sektor maritim menjadi brandbaru
sekaligus semangat baru dari pemerintahan Presiden Jokowi.
f.
Metafora
Metafora
merupakan suatu kiasan yang disampaikan penulis sebagai suatu pembenar atas
informasi yang disampaikan.Metafora sebagai landasan berpikir, alasan pembenar
atas pendapat atau gagasan tertentu kepada publik.Pemakaian metafora tertentu
bisa menjadi petunjuk utama untuk mengerti makna suatu teks.
1)
Berdasarkan
penjelasan Ketua DPR Setya Novanto bahwa pelantikan menteri baru ini menjadi
harapan baru bagi rakyat. ”Ini akan
menjadi sesuatu hal yang memberikan harapan baru karena ada beberapa menteri
yang menurut kami memang harus dievaluasi,”
ujarnya kemarin.
2)
Pada kutipan
berita politik tersebut, Setya Novanto lebih menghaluskan kata, yang seharusnya
tertulis “diganti”, tetapi oleh
beliau digunakan kosakata “dievaluasi” yang nilai rasanya lebih
santun dan sarat dengan makna.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Adapun
simpulan dari pembahasan di atas adalah sebagai berikut.
1. Berdasarkan studi wacana makro, tema dari berita
politik “Kabinet Hasil Reshuffle Perlu
Kerja Cepat” menjelaskan keputusan presiden me-reshuffle kabinet merupakan
langkah tepat sesuai dengan dengan keinginan publik sebab kondisi perekonomian
Indonesia semakin mengkhawitirkan. Informasi berita tersebut difokuskan pada
tugas menteri yang baru dilantik harus bekerja secara cepat untuk memperbaiki
kinerja menteri sebelumnya.
2. Berdasarkan analisis studi wacana superstruktur, berita
politik “Kabinet Hasil Reshuffle Perlu
Kerja Cepat” sudah memiliki skema atau kerangka suatu teks, seperti bagian
pendahuluan, isi, penutup, dan kesimpulan meskipun tidak lengkap.
3. Berdasarkan analisis studi wacana mikro, berita
politik “Kabinet Hasil Reshuffle Perlu
Kerja Cepat” bisa diindentifikasi, baik berkaitan dengan makna lokal dari
suatu teks yang berupa pilihan kata (diksi), kalimat, maupun gaya bahasa yang
dipakai dalam pemaparan berita tersebut.
B.
Saran
1. Penulis sebagai salah satu generasi penerus
bangsa agar lebih meningkatkan pemahaman dan pengetahuan mengenai studi wacana, khususnya berkaitan dengan ilmu Analisis
Wacana Kritis pada pemberitaan masalah politik di media massa.
2. Hendaknya
masyarakat lebih meningkatkan rasa ingin tahu mengenai ilmu studi wacana, utamanya berkenaan dengan berita
politik yang berkembang di media cetak, media elekrtonik, dan di media sosial.
3.
Setelah membaca makalah
ini, diharapkan kepada para pembaca dapat memahami wacana yang berkembang dan terberitakan di lingkungan
masyarakat sosial, khususnya berkaitan berita politik “Kabinet Hasil Reshuffle Perlu Kerja Cepat” dan beragam berita
politik lainnya yang serupa yang ada di media cetak, media elektronik, maupun
yang diberitakan di media sosial.
DAFTAR PUSTAKA
Aliah Darma, Yoce. 2009. Analisis Wacana Kritis. Bandung: CV.
Yrama Widya.
Alwi, Hasan, dkk. 2003. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia Edisi
Ketiga. Jakarta: Balai Pustaka.
Anonim. 2015. Sekilas Tentang Analisis
Wacana Kritis.http://www.kompasiana.com. Samarinda, 20 September 2016.
Eriyanto. 2009. Analisis
Wacana Pengantar Analisis Teks Media. Yogyakarta: PT.LkiS.
Fitriyani, Amalia. 2011. Skripsi: Analisis Wacana Kritis Pencitraan
Susilo Bambang Yudhoyono Sebagai Politikus Dalam Buku Pak Beye Dan Politiknya
Terbitan PT.
Kompas Media Nusantara.Yogyakarta:
Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta.
Pusat Bahasa. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi IV. Jakarta:
Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional.
Sobur,
Alex. 2001. Analisis Teks Media.
Bandung: Rosdakarya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar