Musik

Kamis, 28 Februari 2019

UJI COBA 2 UN 2019


1.     Cermati percakapan berikut!
Anto :“Wan, apakah kamu sudah mengerjakan PR Matematika?”
Iwan : “Belum, aku masih bingung.” (sambil menggaruk kepala)
Anto :”Mengapa harus bingung? Apa ada yang kurang paham?”
Iwan :”....”
Anto :”Baiklah, mari kita kerjakan PR Matematika itu bersama-sama.”

Kalimat yang tepat untuk melengkapi kutipan drama tersebut adalah ...
A.      Aku malas mengerjakannya.
B.       Maukah engkau membantuku?
C.       Tolong kamu kerjakan PR Matematikaku.
D.      Tugas ini membuatku pusing.
E.       Engkau pasti tidak mau membantuku.
2.     Cermati cerita berikut!
Teman saya, Fakir, berkaca mata tebal (kadang) sangat menyebalkan. Dengan bentuk tubuh tinggi dan gigi depan yang pecah, ia terbilang bukan orang yang tampan. Setiap keberhasilan dan kebahagiaan orang lain, selalu diberi komentar oleh Fakir. Pokoknya kalau tidak berburuk sangka, ia cenderung melecehkan lawan bicaranya atau sahabat-sahabatnya. Begitulah Fakir.

Amanat yang dapat diambil dari cerita tersebut adalah ...
A.      Jangan berprasangka buruk terhadap keberhasilan orang lain!
B.       Orang yang suka meremehkan orang lain biasanya sombong!
C.       Orang pendiam belum tentu ia bodoh!
D.      Hendaklah ramah tamah dalam bergaul!
E.       Janganlah pura-pura cemburu terhadap keberhasilan orang lain!

Selasa, 12 Februari 2019

UJI COBA 1 UN 2019


1.     Bacalah kedua kutipan novel berikut!
Kutipan 1
Kutipan 2
Seorang pemuda bernama Kacak, yang merasa karena mamaknya adalah kepala desa, mempunyai sifat sombong dan selalu berbuat sekehendak hatinya sehingga kurang disukai oleh orang-orang sekampungnya. Namun, lain halnya dengan Midun, walaupun hanya seorang anak petani miskin, tatapi ia mempunyai pendidikan moral dan agama yang baik sehingga sangat disukai oleh orang-oarang di kampungnya.
Tuti dan Maria, anak wedana pensiunan, R. Wiriaatmadja, ketika berda di Gedung Akuarium Jakarta bertemu dengan Yusuf,  mahasiswa Fakultas Kedokteran. Maria, siswa HBS, seorang yang lincah dan periang. Sebaliknya, Tuti, kakaknya, gadis pemikir yang hanya mempercakapkan hal-hal yang dianggapnya perlu, aktivis organisasi wanita yang dengan gagah memperjuangkan kemajuan kaumnya.

Perbedaan karakteristik kedua kutipan novel tersebut adalah....