Musik

Selasa, 26 Agustus 2014

Guru, Kaulah Inspirasiku



Menuju Sosok Guru Cerdas yang Mengerti Siswa untuk Lebih Baik
Oleh: Rizali Aulia Rahman

Pejabat negara, polisi, tentara, bahkan seorang presiden pun dapat berhasil mencapai yang mereka impikan saat kecil tak lepas dari campur tangan seorang pahlawan, pahlawan tanpa tanda jasa, pahlawan yang menjadi tiang fondasi, pembangun generasi masa depan suatu bangsa, yaitu guru.  Tak heran bila Kaisar Jepang pun saat membangun negaranya setelah terkena bom atom oleh negara sekutu mencari guru yang tersisa untuk kembali membangun Jepang sampai sekarang menjadi Macan Asia.

Jumat, 22 Agustus 2014

Kapal Kerang



Karya: Yulan Cahya (Juara I Cipta Cerpen Tingkat Provinsi Kaltim)

            Aran tahu benar ayahnya adalah seorang Tentara Angkatan Laut, dan ayahnya meninggal pada saat bertugas. Banyak versi cerita mengenai ayahnya. Ada yang mengatakan ayahnya terkena peluru nyasar, ada juga yang mengatakan ayah tenggelam saat badai, bahkan ada yang mengatakan ayah pergi ke pulau lain dan tidak pernah kembali ke pulau asalnya karena sudah memiliki keluarga baru di sana. Yang terakhir ini paling tidak diyakini kebenarannya, Aran menyangka mungkin itu hanya pemikiran dari orang-orang yang tidak suka dengan ayah.
            Kejadian mengenai ayah ini terjadi saat Aran berumur enam bulan di dalam kandungan ibu. Aran tidak tahu apa-apa. Yang dia tahu hanya saat dia berhasil melihat dunia hanya senyum lelah ibu yang mengisi hari-harinya. Sampai dia berumur lima tahun dan mulai mengerti kalau sosok di dalam hidupnya berkurang satu.
            Aran masih ingat, siang itu setelah pengambilan raport dia pulang ke rumah sambil menangis. Bukan karena nilai raportnya jelek. Tapi karena raportnya belum bisa diambil sebab orangtuanya tidak datang untuk mengambil. Sementara teman-teman yang lainnya kebanyakan pergi mengambil raport bersama ayahnya, Aran hanya bisa menyaksikan pemandangan itu dengan pilu. Ada yang setelahnya langsung dimarahi ayahnya karena nilai raportnya jelek, ada juga yang langsung dipeluk ayahnya dan dijanjikan akan diberi hadiah karena nilainya bagus. Aran pun pulang dengan wajah penuh bekas air mata yang menganak sungai. Ibu yang harus menjaga toko seharian akhirnya mengalah untuk menutup tokonya demi mengambil raport Atan.
            “Bu, enak ya kalau punya ayah,” kata Aran setelahnya dan membuat ibu langsung terdiam dan hanya bisa memeluk erat tubuh kurusnya.
***