Musik

Jumat, 14 Agustus 2015

Malaikat Tanpa Sayap



Malaikat tanpa sayap
Sedikit pun tak kulihat wujudnya
Dia sediakan tempat untukku berlindung
Kurasakan jemari lembut membelaiku
Sentuhan itu begitu nyata bagiku
Namun tak kulihat juga wujudnya


Hari berganti minggu
Minggu berganti bulan
Sembilan bulan sepuluh hari lamanya
Aku berdiam diri di tempat ini
Tempat ini sudah mulai sesak untukku
Namun tak kulihat juga wujudnya

Tuhan…aku meringkuk ketakutan
Jibril datang menyampaikan pesan darimu
Jibril berkata padaku
Kini saatnya aku melihat dunia
Lalu siapa yang akan menjagaku?
Aku terlalu kecil untuk hidup di dunia
Jibril berkata padaku
Malaikat tanpa sayap akan menjagaku
Tuhan…benarkah dia akan menjagaku?
Sedang sudah cukup lama aku tinggal di sini
Namun tak kulihat juga wujudnya
Tuhan…aku meringkuk ketakutan
Jibril datang menyampaikan pesan darimu
Kujejakkan kakiku sekuat tenaga
Jalan ini terlalu sempit kulalui
Tubuhku beringas memberontak keluar
Sedang yang kudengar rintih kesakitan
Sayup-sayup asmamu dilafalkan penuh pasrah
Dapatakah aku beranjak dari sini?
Sekali lagi Jibril berkata
Malaikat tanpa sayap bertaruh nyawa menantikanku
Namun masih tak kulihat juga wujudnya

Jerit tangisku tak tertahan
Untuk pertama kalinya kulihat dunia
Tubuhku bergetar hebat karena takut
Kudengar bisikan azan di telinga kananku
Hangat dekapan menyelimutiku
Meberiku keberanian menatap dunia
Jibril tersenyum menatapku, dia berkata
“Dialah malaikatmu, seorang wanita yang kaupanggil Ibu”
NR



Tidak ada komentar:

Posting Komentar