Malaikat tanpa sayap
Sedikit pun tak kulihat
wujudnya
Dia sediakan tempat
untukku berlindung
Kurasakan jemari lembut
membelaiku
Sentuhan itu begitu nyata
bagiku
Namun tak kulihat juga
wujudnya
Hari berganti minggu
Minggu berganti bulan
Sembilan bulan sepuluh
hari lamanya
Aku berdiam diri di
tempat ini
Tempat ini sudah mulai
sesak untukku
Namun tak kulihat juga
wujudnya
Tuhan…aku meringkuk
ketakutan
Jibril datang
menyampaikan pesan darimu
Jibril berkata padaku
Kini saatnya aku melihat
dunia
Lalu siapa yang akan
menjagaku?
Aku terlalu kecil untuk
hidup di dunia
Jibril berkata padaku
Malaikat tanpa sayap akan
menjagaku
Tuhan…benarkah dia akan
menjagaku?
Sedang sudah cukup lama
aku tinggal di sini
Namun tak kulihat juga
wujudnya
Tuhan…aku meringkuk
ketakutan
Jibril datang
menyampaikan pesan darimu
Kujejakkan kakiku sekuat
tenaga
Jalan ini terlalu sempit
kulalui
Tubuhku beringas
memberontak keluar
Sedang yang kudengar
rintih kesakitan
Sayup-sayup asmamu
dilafalkan penuh pasrah
Dapatakah aku beranjak
dari sini?
Sekali lagi Jibril
berkata
Malaikat tanpa sayap
bertaruh nyawa menantikanku
Namun masih tak kulihat
juga wujudnya
Jerit tangisku tak
tertahan
Untuk pertama kalinya
kulihat dunia
Tubuhku bergetar hebat
karena takut
Kudengar bisikan azan di
telinga kananku
Hangat dekapan
menyelimutiku
Meberiku keberanian
menatap dunia
Jibril tersenyum
menatapku, dia berkata
“Dialah malaikatmu,
seorang wanita yang kaupanggil Ibu”
NR
Tidak ada komentar:
Posting Komentar