Musik

Jumat, 04 April 2014

Harmoni Fitnah



Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, fitnah diartikan sebagai perkataan bohong atau tanpa berdasarkan kebenaran yang disebarkan dengan maksud menjelekan orang (seperti menodai nama baik, merugikan kehormatan orang). Di dalam kehidupan bermasyrakat, khususnya muslim, perbuatan fitnah dianggap tindakan yang lebih kejam daripada pembunuhan. Ancaman dosa yang tidak main-main diberikan kepada seorang yang tega melakukan fitnah terhadap saudara sesama muslim. Ya, itulah gambaran fitnah.

 
Saat ini, mungkin sebagian orang telah menganggap bahwa fitnah tidak lebih kejam daripada pembunuhan. Oleh sebab itu, begitu mudahnya orang melakukan fitnah seolah tidak takut dengan dosa besar yang tentunya didapat dari perbuatan tersebut. Demi kepuasan nafsu untuk “menjatuhkan” orang lain ancaman dosa besar pun seolah hanya menjadi imajinasi yang tidak akan terwujud di dunia nyata.
Realita fitnah yang terjadi saat ini sangat lucu. Orang mengucapkan fitnah bak sedang melantunkan ayat-ayat Tuhan. Orang menyebarkan fitnah bak sedang mensyiarkan agama. Melantunkannya dengan penuh penghayatan, mensyiarkannya pun penuh dengan kegigihan agar dapat membentuk harmoni fitnah yang indah.
Begitu nada-nada fitnah tersebar luas, pemfitnah tersenyum bangga menyambut kesuksesannya sebagai seorang yang ahli dalam melantunkan dan mensyiarkan kebohongan. Namun, tanpa pemfitnah sadari, di luar dugaan mereka, Sang Iblis telah mencatat mereka sebagai kawan sejati untuk menperluas jaringan syiar fitnah antarkaumnya sendiri.
Lalu, apa yang menyebabkan seseorang melakukan fitnah? Perbuatan fitnah biasaya disebabkan oleh komplikasi penyakit hati yang sudah akut. Iri dan dengki menjadi penyakit hati yang paling mendominasi munculnya hasrat untuk melakukan fitnah terhadap orang lain. Ditambah lagi dengan jiwa rapuh karena lemah keimanan teradap Tuhan menjadikan perbuatan fitnah mudah melekat dalam diri seorang pemfitnah.
Sebenarnya hasrat untuk melakukan fitnah – yang biasanya sering menjangkit jiwa manusia – dapat dihindari dengan mudah. Apalagi jika kita telah mengetahui gejala-gejalanya, kita akan mudah menghindari perbuatan tersebut. Cara pertama, meningkatkan ketaqwaan kita terhadap Allah (hukumya wajib). Cara kedua, jangan membuka jaringan komunikasi bersama kaum iblis, baik di dunia nyata maupun dunia maya. Selebihnya kembali ke diri masing-masing.
Mulailah untuk bersikap dan bertindak positif. Hilangkan rasa iri, yaitu kurang senang melihat kelebihan orang lain (entah kurang senang melihat kesuksesan, kepandaain, kecantikan, kekayaan, dll. yang dimiliki oleh orang lain). Akan lebih baik, jika kita justru mengucap syukur ketika melihat kelebihan orang lain. Hindari perbuatan dengki dengan cara menjadikan orang lain sebagai guru dalam kehidupan. Dengan menjadikan orang lain sebagai guru, justru kita dapat mengambil pelajaran dari kelebihan atau pun kekurangan orang orang lain (Contoh yang baik untuk diaplikasikan dan contoh yang buruk untuk  dijadikan peringatan agar tak melakukan keburukan).
Semua penyakit hati munculnya dari diri sendiri. Sudah tentu obat hati muncul juga dari diri sendiri. Mari kita menyembuhkan hati dengan mulai bersikap dan bertidak positif. Semoga kita termasuk dalam golongan orang-orang yang tidak suka melakukan fitnah.
***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar