Musik

Minggu, 23 Maret 2014

Aku Tahu!



Aku tahu
Dia yang kini telah terbujur kaku
Meringkuk di anatara kelembapan dan kegelapan
Aku tahu
Dia yang kini tinggal tulang-tulang terabaikan
Merintih di antara kesunyian dan kenistaan


Aku tahu
Dia yang menjadikan merah di atas putih
Dia yang meneteskan peluh dan darah
Dia yang memberimu tahta dan singgasana

Aku tahu, aku masih ingat
Dulu, dia terus berlari meski peluru menembus hati
Dia tetap berderap maju
Aku tahu, aku masih ingat
Dulu, dia berdiri paling depan
Tangan kanan mencengkram pedang, tangan kiri mencengkram tombak
Cairan merah segar membanjiri tubuh kokohnya
Dia tetap berderap maju
Aku tahu, aku masih ingat
Saat raganya mulai kaku, dia lempar seperti bangkai
Tapi teriakan-teriakan revolusi masih terdengar jelas

Aku tahu
Pekik merdeka
Yang dulu selalu dia kumandangkan
Sekarang tak pernah lagi terdengar
Pekik merdeka
Yang menggelegar bagai magma
Kini hanya tinggal tangis penuh kehampaan
Menjadi tulang-tulang terabaikan

Dia yang kini telah terbujur kaku
Meringkuk dan merintih
Menunggu waktu menjadi tulang-tulang diselimuti debu 
Nuriana Indah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar