Musik

Jumat, 21 Maret 2014

Sebatang Pohon Tua



Sebatang pohon tua menari gemulai
Daunnya berdesir sedang bernyanyi
Dahannya melambai-lambai memanggilku
Terus tersenyum menggodaku
Untuk mendekat dan semakin mendekat


Tubuhku yang mulai rapuh
Kakiku yang mulai lemah
Kupaksa terus berpijak agar tak hilang arah
Aku pun mulai melangkah
Untuk mendekat dan semakin mendekat

Kudengar
Ternyata pohon tua itu tak bernyanyi
Kupandang
Ternyata pohon tua itu tak memanggilku
Kurasa
Pohon tua itu pun tak tak juga sedang menggodaku
Untuk mendekat dan semakin mendekat

Dia tak bernyanyi, tapi sedang melantunkan ayat-ayat-Mu
Dia tak memanggilku, tapi sedang menyebut asma-Mu
Dia tak menggodaku, tapi dia sedang mengingat-Mu
Untuk mendekat dan semakin mendekat

Yaa Rabbi
Engkau zat yang Maha Berkuasa
Aku bersimpuh berderai air mata
Aku tak mampu mengucap kata
Aku manusia busuk yang penuh dengan lendir hitam
Yaa Rabbi
Dia sebatang pohon tua mengingat dan terus mengingat-Mu
Sedangkan aku manusia terlalu sombong kepada-Mu
Sedangkan aku manusia terlalu hina di hadapan-Mu
Aku manusia busuk tak pantas mendapatkkan kasih-Mu
Yaa Rabbi
Tak pernah kulantunkan ayat-ayat-Mu
Tak pernah kusebut asma-Mu
Tak pernah kuingat kuasa-Mu
Aku manusia busuk yang tak tahu malu
Yaa rabbi
Aku manusia busuk tertunduk malu melantunkan ayat-ayat-Mu
Aku manusia busuk tertunduk malu menyebut asma-Mu
Sebelum jasadku membusuk, aku bersujud di hadapan-Mu
Untuk mendekat dan semakin mendekat

Nuriana Indah



Tidak ada komentar:

Posting Komentar