Musik

Minggu, 16 Maret 2014

Musik Menyatukan Jutaan Manusia



Musik bagaikan seorang mentalis yang memiliki kekuatan untuk menghipnotis seseorang. Jika seorang mentalis dapat dengan mudah memberikan sugesti, maka musik pun juga dapat melakukan hal yang sama. Betapa dahsyatnya kekuatan musik, musik mampu menyatukan jutaan manusia di dunia. Musik dengan mudah memberikan sugesti hingga kinerja otak dengan mudahnya dapat leluasa dikendalikan.

 
Hanya dengan musik manusia dapat mengenal aneka sisi kehidupan, berinteraksi, mengungkapkan perasaan, bahkan menyampaikan gagasan tanpa harus ke berkunjung ke berbagai belahan dunia. Tentu ini lebih menegaskan betapa hebatnya kekuatan yang dimiliki oleh musik. Dengan musik kita dapat mulai mengenal budaya Timur, dengan musik kita dapat mulai mengenal pola pikir orang Barat. Jelaslah musik mampu mengenalkan aneka sisi kehidupan kepada manusia tanpa harus  menyusuri setiap belahan dunia.
Jika kita berbicara musik tentu yang terbesit di pikiran kita adalah kombinasi alunan nada atau suara dari alat musik dan lirik syair sehingga menghasilkan komposisi (suara) yang enak untuk didengar. Dari hasil komposisi itulah musik menjadi beraneka macam, setiap macamnya memiliki ciri yang berbeda. Akan tetapi perbedaan itu tidak lantas menjadikan musik untuk tidak enak dinikmati. Justru dengan perbadaan itulah musik jadi unik dan bervariasi hingga semakin menarik untuk dinikmati.
Lalu bagaimana “kekuatan” musik di Indonesia? Di awal telah dijelaskan bahwa musik mampu menyatukan jutaan manusia di dunia, jadi jika berbicara mengenai kekuatan musik di Indonesia – yang jumlah penduduknya hanya sekian persen dari jumlah manusia di seluruh dunia –  tentu jawabannya adalah musik mampu menyugesti rakyat Indonesia. Lihat saja, berbagai perayaan tidak terlepas dari musik. Merayakan hari kemerdekaan negara dengan pertujukan musik, merayakan berbagai hari besar dengan pertunjukan musik, berbagai acara besar juga tidak lengkap tanpa musik, seolah semua kegiatan kurang berkesan tanpa musik.
Perhatikan musik dangdut! Musik yang identik dengan suara gendang dan seruling, musik yang katanya “musik orang pinggiran” toh nyatanya mampu menghipnotis jutaan rakyat Indonesia. Hampir seluruh rakyat Indonesia tahu musik dangdut, bahkan hingga di pelosok negeri pun musik dangdut tidak asing untuk didengar. Tidak peduli laki-laki atau pun perempuan, tua atau pun muda, kelas ekonomi atau pun kelas eksekutif, semuanya menjadi penikmat musik dangdut. Ini membuktikan bahwa musik dangdut yang disebut-sebut sebagai “musik orang pinggiran” mampu menjadi alat pemersatu bagi rakyat Indonesia.
Selain musik dangdut,  Indonesia juga memiliki musik pop yang umumnya dibawakan oleh anak-anak band. Musik pop biasanya paling digemari oleh anak muda. Dengan alunan musik yang dikemas lebih modern, anak-anak band mampu menyatukan jutaan pemuda-pemudi Indonesia yang tersebar di seluruh penjuru negeri. Sebut saja Dewa, band yang lumayan memiliki banyak penggemar dari berbagai kalangan, setiap mengadakan konser tak terhitung jumlah penggemar yang datang, dan  antarpenggemar tersebut munculah rasa solidaritas.
Indonesia sendiri di kenal dengan negara kepulauan yang kaya dengan budaya. Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki Indonesia adalah musik tradisional. Tentunya semua setuju dengan hal ini. Lihat dan perhatikan peta Indonesia, hijau terbentang luas tanah air Indonesia yang memiliki ragam musik setiap daerahnya. Musik di setiap daerah tersebut memilki ciri masing-masing, unik dan berbeda dengan daerah yang lainnya.
Salah satu yang menjadi penyebab setiap daerah memiliki musik yang berbeda dengan daerah lainnya adalah alat musik yang digunakan. Dari yang paling timur, Papua, memiliki triton. Alat musik tradisional yang penggunaanya dengan cara ditiup, terbuat dari kerang. Alat musik yang cara penggunaannya yaitu dengan ditiup. Sasando, alat musik yang terbuat dari daun lontar milik Rote, Nusa Tenggara Timur. Tifa, alat musik tradisional Maluku, terbuat dari sebatang kayu yang dikosongi atau dihilangkan isinya dan pada salah satu sisi ujungnya ditutupi, dan biasanya penutupnya digunakan kulit rusa yang telah dikeringkan untuk menghasilkan suara yang bagus dan indah. Sampek, alat musik tradisional dari Kalimantan, terbuat dari kayu. Aklung, alat musik tradisional Jawa Barat, terbuat dari bambu. Masih banyak lagi alat musik tradisional yang dimiliki oleh Indonesia.
Lantas bagaimana jika musik tradisional Indonesia yang dijadikan sebagai pemersatu? Semua orang menyukai musik, bukankah ini bisa dijadikan sebagai alat pemersatu yang cukup hebat bagi Indonesia?  Itu artinya, dengan musik, kita dapat meningkatkan solidaritas. Dengan solidaritas yang semakin erat tentunya lebih menjadikan negara kita semakin terhindar dari perpecahan. Selain itu, Indonesia juga akan semakin dikenal oleh negara lain.  
Pertanyaan selanjutnya adalah, bagaimana caranya menjadikan musik tradisional sebagai pemersatu bagi rakyat Indonesia? Salah satu cara yang cukuf efektif adalah dengan meningkatkan level musik taradisional. Seperti yang kita tahu, dengan semakin kencangnya arus globalisasi, musik tradisional Indonesia tampaknya semakin tersingkirkan, tidak banyak orang yang tahu musik tradisional. Saat ini saja, masyarakat Indonesia mulai terhipnotis oleh musik-musik dari negara barat dan dari Korea. Jadi, dengan meningkatkan level musik tradisional, tentunya akan menjadikan masyarakat Indonesia kembali untuk mencintai musik asli negeri.
Sering kali kita melihat tayangan di televisi menampilkan berbagai pergelaran musik untuk merayakan hari-hari besar, pembukaan acara-acara besar, atau pun sekadar untuk hiburan semata. Jika pergelaran musik ini lebih banyak menampilkan musik-musik tradisional tentunya ini akan menigkatkan level musik tradisional. Karena kenyataanya, musik tradisional juga tidak kalah menarik dari musik modern.
Jika disetiap acara-acara menampilkan pergelaran musik tradisional, maka keberagaman musik tradisional akan semakin dikenal. Sebagai contoh, sebagian dari masyarakat Indonesia pasti telah mengenal Saung Angklung Udjo yang terkenal tidak hanya di luar negeri, tapi juga luar negeri. Saung Angklung Udjo tidak hanya memikat masyarakat Indonesia, tapi juga memikat masyarakat mancanegara. Dengan dikenalnya Saung Angklung Udjo ke mancanegara, tentunya tidak hanya melestarikan musik tradisional Indonesia, tapi sekaligus memperkenalkan kepada masyarakat mancanegara, bahwa Indoanesia memiliki musik yang menarik dan berbeda dengan yang lainya. Selain itu, Indonesia juga memiliki identitas musik yang berbeda dengan yang lainnya.
Ini baru angklung dari Jawa Barat. Bagaimana dengan sampek milik Kalimantan, sasando milik Nusa Tenggara Timur, tifa milik Maluku, triton milik Papua? Tentu jika semuanya dimaksimalkan, selain melestarikan budaya bangsa, kita akan menjadikan Indonesia tidak hanya memiliki satu jenis musik, tapi akan ada beraneka jenis musik yang berbeda dengan negara lain, dan menjadikan musik tradisional sebagai pemersatu bagi rakyat Indonesia. Apalagi jika berbagai alat musik tersebut dipadukan tentunya akan menghasilkan harmoni nada yang spektakuler. Lihat saja betapa apiknya harmoni nada yang ditampilkan oleh para orchestra, dari petikan gitar, gesekan biola, dentingan piano, tiupan saksafon, mampu menghadirkan alunan nada yang indah.
Jadi, akan lebih baik apabila di berbagai acara yang diselenggarakan oleh Indonesia, disajikan pergelaran musik tradisional. Jangan lagi menampilkan musik-musik yang justru tidak menunjukan ciri khas Indonesia. Indonesia harus memiliki jati diri, meskipun hanya dilihat dari sudut pandang seni (musik). Apalagi pada saat HUT Kemerdekaan RI, akan jauh lebih baik jika menampilkan musik-musik tradisional daripada menampilkan pertunjukan musik yang menelan dana fantastis, tapi tidak ada faedahnya untuk Indonesia.
Selain lebih sering menampilkan pegelaran musik tradisional, cara untuk menaikan level musik tradisional adalah dengan memperkenalkan musik tradisional kepada anak-anak sejak usia sekolah dasar. Anak-anak tidak hanya dikenalkan berbagai jenis musik daerah, tapi mereka juga diajari untuk memainkan alat-alat musik tradisional. Dengan mengenalkan musik tradisional sejak usia sekolah dasar, tentunya kita akan menciptakan generasi muda yang cinta dengan musik tradisional. Sejak kecil mereka akan tersugesti untuk turut serta melestarikan salah satu budaya bangsa, yaitu musik tradisional.
Untuk terwujudnya hal tersebut, tentunya tidak mudah. Namun, jika saja pemerintah memasukan musik tradisional ke dalam program pembelajaran dan memaksimalkan kinerja guru seni untuk membimbing siswa mengenali musik tradisional. Guru kesenian dapat dijadikan sebagai media untuk mengenalkan beragam musik tradisional kepada anak-anak. Jika hal itu terlaksana, tentunya memungkinkan untuk terwujud generasi muda yang cinta dengan musik tradisional dan semakin mempererat solidaritas Indonesia.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar