Oleh: Eka Irma Wati & Nuriana Indah
Analisis Tindak Tutur (Perlokusi) Pernyataan Jokowi Mengenai Demo
Penistaan Agama yang Dilakukan oleh Ahok.
Perlokusi
Tindak perlokusi adalah tindak yang memengaruhi
kondisi psikologis lawan tutur agar menuruti keinginan penutur. Dari definisi
perlokusi tersebut dapat disimpulkan bahwa dalam tindak perlokusi penutur mengharapkan
reaksi dari petutur setelah mendengar pernyataan yang disampikan oleh penutur,
baik secara langsung maupun tidak langsung. Dalam tidak perlokusi penutur secara
implisit memengaruhi kondisi psikologis petutur agar menyetujui hal yang
disampaikan oleh penutur sehingga petutur dapat melakukan tindakan yang
diinginkan oleh penutur.
Untuk memengaruhi kondisi psikologis
petutur, penutur menggunakan pilihan kata yang bersifat sugestif dan persuasif dengan
disertai argumentasi logis. Penggunaan diksi tersebut dimaksudkan untuk
meyakinkan petutur mengenai hal-hal yang disampaikan oleh petutur.
Berikut tindak perlokusi yang dilakukan
oleh Jokowi yang penulis identifikasi dari tiga artikel.
1. "Saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada PP Muhammadiyah dari pusat sampai daerah yang ikut memberikan kesejukan, mendinginkan suasana sebelum demo
tanggal 4 November yang lalu maupun pada saat demo pada tanggal 4 November yang
lalu," ujar Presiden Jokowi, Selasa (8/11/2016). Tribunnews.com
2. "Kita memberikan penghargaan yang tinggi karena demo pada saat itu
berjalan dengan tertib dan damai,"
kata Presiden Jokowi menambahkan. Tribunnews.com
3. "Saya tekankan, perlu rakyat tahu, saya tidak akan lindungi saudara Basuki Tjahaja Purnama karena sudah
masuk proses hukum," tegas Jokowi di Kantor PP Muhammadiyah, Jalan Menteng
Raya, Jakarta Pusat, Selasa (8/11/2016).
Lampos.com
4. Presiden juga berterima kasih
kepada PP Muhammadiyah karena telah memberikan
kesejukan terkait demo, Jumat 4 November. "Kita beri penghargaan tinggi karena demo tertib
dan damai," kata bekas Gubernur
DKI ini. Lampos.com
5.
"Saya tegaskan
tadi bahwa proses hukum terhadap Basuki Tjahaja Purnama akan dilakukan dengan
tegas dan transparan. Dan saya rasa rakyat
perlu tahu, saya tak akan melindungi saudara Basuki Tjahaja Purnama karena
sudah masuk dalam proses hukum," tegas Jokowi, usai pertemuan di hadapan
wartawan, Selasa (08/11) di Gedung Dakwah Muhammadiyah. BBC Indonesia.
6.
"Saya kira itu sebuah masukan yang bagus. Yang
belum baik kita perbaiki. Yang belum bagus saya benahi. Saya manusia biasa yang penuh kesalahan, yang penuh dengan kekurangan,"
ungkap Presiden RI. BBC Indonesia.
Di kalimat 1, 2, dan 4 pilihan kata yang
digunakan oleh penutur bersifat sugestif, seperti: apresiasi yang tinggi, memberikan kesejukan, mendinginkan suasana, memberikan
penghargaan tinggi, dan damai. Dari pilihan kata tersebut, secara implisit
Jokowi memengaruhi psikologis petutur, dengan pilihan kata yang digunakan,
Jokowi berusaha meyakinkan petutur bahwa demo yang terjadi mampu diredam oleh
PP Muhamdiyah. Dengan penggunaan pilihan kata apresiasi tinggi, Jokowi meyakinkan petutur bahwa demo yang
dikhawatirkan oleh banyak pihak akan menimbulkan berbagai masalah nyatanya
mampu diredam. Dengan penggunaa pilihan kata memberikan kesejukan dan mendinginkan
suasana, secara implisit Jokowi menginginkan reaksi petutur agar menyetujui
pendapatnya bahwa demo yang dinilai penuh tekanan dan emosi mampu diatasi.
Uutuk lebih meyakinkan petutur, pada kalimat 2 dan 4, Jokowi menggunakan
pilihan kata damai sebagai bentuk
penegasan bahwa demo yang ditakutkan oleh masyarakat Indonesia nyatanya
berjalan lancar.
Dari uraian tersebut dapat disimpulkan
bahwa pernyataan-pernyataan yang disampikan oleh Jokowi, tidak hanya sekadar
informasi (lokusi), tetapi juga secara implisit memengaruhi psikologis dan mengharapkan
reaksi petutur. Jika haya bersifat lokusi, Jokowi dapat menggunakan kalimat
yang bersifat deklaratif atau informatif yang tidak mengharapkan reaksi dari
dari petutur, Jokowi dapat menggunakan kalimat seperti berikut.
“Saya
memberikan apresiasi kepada PP Muhammadiyah dari pusat sampai daerah yang membantu mengatasi sebelum demo tanggal
4 November yang lalu maupun pada saat demo pada tanggal 4 November yang lalu.”
Jokowi tidak perlu menambahkan kata apresiasi yang tinggi
ataupun menggunakan kata memberikan
kesejukan dan mendinginkan suasana yang
memiliki nilai rasa lebih sugestif terhadap petututur.
Di kalimat 3 dan 5 plihan kata yang
digunakan oleh petutur lebih banyak menggunakan kata penegasan untuk meyakinkan
petutur, seperti: saya tekankan, perlu rakyat tahu, tidak akan, dan saya tegaskan.
Jika ditinjau dari segi kalimat, kalimat 3 dan 5 merupakan kalimat informatif.
Kalimat informatif tersebut merujuk tindak lokusi. Akan tetapi, secara implisit
pilihan kata tersebut digunakan oleh Jokowi untuk meyakinkan masyarakat bahwa
asumsi yang menyatakan bahwa Jokowi
melindungi kepada Ahok atau Jokowi
tidak tanggap dan tegas dalam mengatasi masalah penistaan agama tidak
benar. Dari pilihan kata yang digunakan Jokowi berusaha memengaruhi psikologis
masyarakat dengan menggunakan pilihan kata yang lebih memiliki nilai rasa
intervensi.
Jika secara implisit tidak bermaksud untuk
memengaruhi psikologis petutur, Jokowi dapat menggunakan kalimat berikut.
“Saya
tidak melindungi saudara Basuki
Tjahaja Purnama karena sudah masuk proses hukum.”
Kalimat tersebut lebih bersifat informatif dan tidak
memengaruhi atau mengharpkan reaksi petutur.
Sedangkan di kalimat 6 pilihan kata yang
digunakan oleh penutur menunjukan bahawa penutur secara implisit mengharapkan
petutur memahami kekurangan yang dimiliki oleh pentur. Hal tersebut dapat
dibuktikan dengan pernyataan Penutur yang menyatakan bahwa dirinya hanyalah
manusia biasa yang penuh kesalahan dan kekurangan.
a.
Saya kira itu sebuah masukan yang bagus.
b.
Yang belum baik kita perbaiki.
c.
Yang belum bagus saya benahi.
d.
Saya manusia biasa yang penuh kesalahan, yang penuh
dengan kekurangan.
Kalimat a, b, dan c merupakai kalimat informatif sebagai
pengantar perlokusi, sedangkan kalimat d merupakan kalimat inti perlokusi yang
ingin disampaikan oleh penutur. Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahawa
melalui pernyataanyan Jokowi (penutur) memengaruhi kondisi psikologis lawan tutur
agar menuruti keinginan penutur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar