Musik

Rabu, 18 Januari 2017

Analisis Tindak Tutur (Perlokusi)



Oleh: Eka Irma Wati & Nuriana Indah
 
Analisis Tindak Tutur (Perlokusi) Pernyataan Jokowi Mengenai Demo Penistaan Agama yang Dilakukan oleh Ahok.
Perlokusi
Tindak perlokusi adalah tindak yang memengaruhi kondisi psikologis lawan tutur agar menuruti keinginan penutur. Dari definisi perlokusi tersebut dapat disimpulkan bahwa dalam tindak perlokusi penutur mengharapkan reaksi dari petutur setelah mendengar pernyataan yang disampikan oleh penutur, baik secara langsung maupun tidak langsung. Dalam tidak perlokusi penutur secara implisit memengaruhi kondisi psikologis petutur agar menyetujui hal yang disampaikan oleh penutur sehingga petutur dapat melakukan tindakan yang diinginkan oleh penutur.
Untuk memengaruhi kondisi psikologis petutur, penutur menggunakan pilihan kata yang bersifat sugestif dan persuasif dengan disertai argumentasi logis. Penggunaan diksi tersebut dimaksudkan untuk meyakinkan petutur mengenai hal-hal yang disampaikan oleh petutur.
Berikut tindak perlokusi yang dilakukan oleh Jokowi yang penulis identifikasi dari tiga artikel.

1.      "Saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada PP Muhammadiyah dari pusat sampai daerah yang ikut memberikan kesejukan, mendinginkan suasana sebelum demo tanggal 4 November yang lalu maupun pada saat demo pada tanggal 4 November yang lalu," ujar Presiden Jokowi, Selasa (8/11/2016). Tribunnews.com
2.      "Kita memberikan penghargaan yang tinggi karena demo pada saat itu berjalan dengan tertib dan damai," kata Presiden Jokowi menambahkan. Tribunnews.com
3.      "Saya tekankan, perlu rakyat tahu, saya tidak akan lindungi saudara Basuki Tjahaja Purnama karena sudah masuk proses hukum," tegas Jokowi di Kantor PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Selasa (8/11/2016).  Lampos.com
4.      Presiden juga berterima kasih kepada PP Muhammadiyah karena telah memberikan kesejukan terkait demo, Jumat 4 November. "Kita beri penghargaan tinggi karena demo tertib dan damai," kata bekas Gubernur DKI ini. Lampos.com
5.      "Saya tegaskan tadi bahwa proses hukum terhadap Basuki Tjahaja Purnama akan dilakukan dengan tegas dan transparan. Dan saya rasa rakyat perlu tahu, saya tak akan melindungi saudara Basuki Tjahaja Purnama karena sudah masuk dalam proses hukum," tegas Jokowi, usai pertemuan di hadapan wartawan, Selasa (08/11) di Gedung Dakwah Muhammadiyah. BBC Indonesia.
6.      "Saya kira itu sebuah masukan yang bagus. Yang belum baik kita perbaiki. Yang belum bagus saya benahi. Saya manusia biasa yang penuh kesalahan, yang penuh dengan kekurangan," ungkap Presiden RI. BBC Indonesia.
Di kalimat 1, 2, dan 4 pilihan kata yang digunakan oleh penutur bersifat sugestif, seperti: apresiasi yang tinggi, memberikan kesejukan, mendinginkan suasana, memberikan penghargaan tinggi, dan damai. Dari pilihan kata tersebut, secara implisit Jokowi memengaruhi psikologis petutur, dengan pilihan kata yang digunakan, Jokowi berusaha meyakinkan petutur bahwa demo yang terjadi mampu diredam oleh PP Muhamdiyah. Dengan penggunaan pilihan kata apresiasi tinggi, Jokowi meyakinkan petutur bahwa demo yang dikhawatirkan oleh banyak pihak akan menimbulkan berbagai masalah nyatanya mampu diredam. Dengan penggunaa pilihan kata memberikan kesejukan dan mendinginkan suasana, secara implisit Jokowi menginginkan reaksi petutur agar menyetujui pendapatnya bahwa demo yang dinilai penuh tekanan dan emosi mampu diatasi. Uutuk lebih meyakinkan petutur, pada kalimat 2 dan 4, Jokowi menggunakan pilihan kata damai sebagai bentuk penegasan bahwa demo yang ditakutkan oleh masyarakat Indonesia nyatanya berjalan lancar.
Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa pernyataan-pernyataan yang disampikan oleh Jokowi, tidak hanya sekadar informasi (lokusi), tetapi juga secara implisit memengaruhi psikologis dan mengharapkan reaksi petutur. Jika haya bersifat lokusi, Jokowi dapat menggunakan kalimat yang bersifat deklaratif atau informatif yang tidak mengharapkan reaksi dari dari petutur, Jokowi dapat menggunakan kalimat seperti berikut.
“Saya memberikan apresiasi kepada PP Muhammadiyah dari pusat sampai daerah yang membantu mengatasi sebelum demo tanggal 4 November yang lalu maupun pada saat demo pada tanggal 4 November yang lalu.”
Jokowi tidak perlu menambahkan kata apresiasi yang tinggi ataupun menggunakan kata memberikan kesejukan dan mendinginkan suasana yang memiliki nilai rasa lebih sugestif terhadap petututur.
Di kalimat 3 dan 5 plihan kata yang digunakan oleh petutur lebih banyak menggunakan kata penegasan untuk meyakinkan petutur, seperti: saya tekankan, perlu rakyat tahu, tidak akan, dan saya tegaskan. Jika ditinjau dari segi kalimat, kalimat 3 dan 5 merupakan kalimat informatif. Kalimat informatif tersebut merujuk tindak lokusi. Akan tetapi, secara implisit pilihan kata tersebut digunakan oleh Jokowi untuk meyakinkan masyarakat bahwa asumsi yang menyatakan bahwa Jokowi melindungi kepada Ahok atau Jokowi tidak tanggap dan tegas dalam mengatasi masalah penistaan agama tidak benar. Dari pilihan kata yang digunakan Jokowi berusaha memengaruhi psikologis masyarakat dengan menggunakan pilihan kata yang lebih memiliki nilai rasa intervensi.
Jika secara implisit tidak bermaksud untuk memengaruhi psikologis petutur, Jokowi dapat menggunakan kalimat berikut.
Saya tidak melindungi saudara Basuki Tjahaja Purnama karena sudah masuk proses hukum.”
Kalimat tersebut lebih bersifat informatif dan tidak memengaruhi atau mengharpkan reaksi petutur.
Sedangkan di kalimat 6 pilihan kata yang digunakan oleh penutur menunjukan bahawa penutur secara implisit mengharapkan petutur memahami kekurangan yang dimiliki oleh pentur. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan pernyataan Penutur yang menyatakan bahwa dirinya hanyalah manusia biasa yang penuh kesalahan dan kekurangan.
a.       Saya kira itu sebuah masukan yang bagus.
b.      Yang belum baik kita perbaiki.
c.       Yang belum bagus saya benahi.
d.      Saya manusia biasa yang penuh kesalahan, yang penuh dengan kekurangan.
Kalimat a, b, dan c merupakai kalimat informatif sebagai pengantar perlokusi, sedangkan kalimat d merupakan kalimat inti perlokusi yang ingin disampaikan oleh penutur. Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahawa melalui pernyataanyan Jokowi (penutur) memengaruhi kondisi psikologis lawan tutur agar menuruti keinginan penutur.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar