Musik

Selasa, 24 Januari 2017

Hikayat

Kutipan hikayat berikut untuk soal nomor 1-3.
Maka bertambah heran Raja mendengar tutur kata Dimnah dan bertitahlah Raja menyuruh Dimnah duduk lebih dekat kepadanya, kemudian Raja pun bersabda. “Manusia tabiatnya dua macam. Ada yang lekas panas seperti ular yang berbisa. Jika kebetulan ia berpijak dan tiada ia menggigit, janganlah diulang memijaknya sekali lagi. Ketika itu tak dapat tidak ia pasti menggigit. Kedua, orang yang dingin tabiatnya. Tetapi sebagai ranting yang kering, apabila lama dipergosokan tentu keluar juga api daripadanya.” Oleh sebab itu, apabila Raja lupa dihormati, janganlah ia terus menerus lupa. Lebih lekas ditembusnya kelupaan itu lebik baik baginya.
Sumber: Kalillah dan Dimnah, 1971
1.      Isi yang diungkapkan dalam penggalan hikayat tersebut adalah ….
A.    Sifat manusia penyabar ibarat kayu.
B.     Nasihat Raja kepada Dimnah.
C.     Kemarahan Raja kepada Dimnah.
D.    Raja heran mendengar ucapan Dimnah.
E.     Tabiat manusia ada dua, yaitu ular dan kayu.

2.      Amanat yang terdapat dalam kutipan tersebut adalah ….
A.    Raja yang bijaksana harus mengetahui tabiat setiap manusia.
B.     Rakyat harus menuruti perintah rajanya.
C.     Setiap manusia pasti mempunyai tabiat yang berbeda-beda.
D.    Manusia hendaknya memperbaiki kesalahan yang pernah dilakukannya.
E.     Seorang pemimpin tidak boleh menginjak-injak rakyatnya.

3.      Nilai moral yang terkandung dalam kutipan tersebut adalah ….
A.    Raja yang peduli terhadap penderitaan rakyatnya.
B.     Kesetiaan rakyat kepada Raja dengan cara menjunjung Raja mereka tinggi.
C.     Mengingatkan agar tidak lupa menghormati yang patut dihormati, yaitu raja.
D.    Rakyat yang patuh dan hormat kepada rajanyadengan mengikuti segala perintahnya.
E.     Raja yang bertanggung jawab membantu rakyatnya dalam berbagai masalah dan keperluan.
Kutipan hikayat berikut untuk soal nomor 4-6.
Maka kata Indera Bangsawan, “Hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan bapak Hamba, karena diam dalam hutan rimba belantara. Adapun sebabnya hamba kemari ini karena hamba mendengar kabar anak raja sembilan, orang hendak datang membunuh buraksa dan merebut tuan hamba daripadanya itu. Itulah maka hamba datang kemari hendak melihat tamasya anak raja itu. Mengasihani hamba, dan pada bicara akal hamba akan anak raja-raja yang sembilan itu, tiadalah dapat membunuh buraksa itu. Jika lain daripada Indera Bangsawan tiada dapat membunuh akan buraksa itu

4.      Amanat tersirat dalam kutipan sastra klasik tersebut yaitu ….
A.    Basmilah jika melihat kejahatan.
B.     Tunjukkanlah jika memiliki suatu kemampuan.
C.     Jangan menyombongkan diri.
D.    Hendaklah menolong orang yang dalam kesulitan.
E.     Bersyukurlah jika mendapat pertolongan.

5.      Nilai moral dalam kutipan sastra klasik tersebut yaitu ....
A.    Kekacauan penduduk akibat hasutan
B.     Ketidakpedulian raja kepada rakyatnya
C.     Kepedulian rakyat atas keselamatan rajanya.
D.    Kekejaman raja terhadap rakyatnya
E.     Keadilan seorang raja kepada rakyatnya

6.      Jika dilihat dari bahasanya, kata-kata dalam kutipan di atas yang menunjukkan ciri-ciri karya sastra Melayu klasik yaitu ....
A.    Diam dan tua.
B.     Hamba dan buraksa.
C.     Rimba dan akal.
D.    Raja dan tamasya.
E.     Daripadanya dan merebut.

Kutipan hikayat berikut untuk nomor 7 & 8.
Hatta maka dengan takdir Allah menganugerahi kepada hambanya, maka si Miskin pun menggali tanah hendak berbuat tempatnya tiga beranak itu. Maka digalinyalah tanah itu hendak mendirikan tiang teratak itu maka tergalilah kepada sebuah tajuk yang besar berisi emas terlalu banyak. Maka istri itupun datanglah melihat akan emas itu, seraya berkata suaminya, “Adapun akan emas ini, sampai kepada anak cucu kita habis dibuat belanja.”

7.      Pesan yang terkandung dalam penggalan tersebut adalah ....
A.    Hendaklah kita selalu tabah dan sabar dalam penderitaan.
B.     Hendaklah kita bertakwa kepada Tuhan.
C.     Kemiskinan tidak menjadikan putus asa.
D.    Harus percaya bahwa Tuhan yang menentukan nasib manusia.
E.     Bekerja keraslah pasti akan mendatangkan kebahagiaan.

8.      Karakteristik hikayat yang sesuai dengan kutipan teks tersebut adalah ...
A.    Berkisar tokoh raja dan kemustahilan.
B.     Istana sentris dan kesaktian.
C.     Penggunaan kata arkais dan kemustahilan.
D.    Penggunaan kata arkais dan istana sentris.
E.     Bersifat prologis dan kemustahilan.

Kutipan hikayat berikut untuk soal nomor 9 & 10.
Setelah tujuh hari tujuh malam berlayar, maka laksamana berkata kepada Mualim, ”Beberapa hari lagi kita bertemu tanah benua Keling?”
Maka kata Mualim, hai panglima kami, sehari semalam lagi berlayar, maka kita bertemu dengan sebuah pulau. Tiga hari tiga malam lagi maka sampailah kejajahan benua Keling itu. Daripada jaahan itu tujuh malam, maka sampailah ke kuala benua Keling.
Maka laksamana pun berdiam dirilah. Maka di antara sehari semalam, maka kelihatanlah suatu rupa, seperti gajah kelihatan dari jauh. Maka laksamana pun bertanya, ”Hai Mualim, pulau apa namanya itu?”
Maka kata mualim itu, ”Hai panglima kami, itulah pulau yang bernama Biram Dewa itu. Adapun di pulau itu tiada pernah orang singgah.”
Oleh: C. Hoikas, 1952.
9.      Unsun intrinsik yang menonjol dalam kutipan tersebut adalah ...
A.    Amanat dan alur
B.     Alur dan latar
C.     Penokohan dan latar
D.    Plot dan penokohan
E.     Sudut pandang dan tema

10.  Nilai kepahlawan dalam kutipan teks tersebut adalah ....
A.    Seorang laksamana yang gagah perkasa dan suka mengarungi lautan.
B.     Seorang laksamana yang tangkas yang tidak takut berlayar.
C.     Seorang laksamana yang sabar berlayar dari pulau ke pulau.
D.    Seorang laksamana yang sangup berlayar dari hari ke hari.
E.     Seorang laksamana yang berani berlayar.

Kutipan hikayat berikut untuk nomor 11 & 12.
Maka Raja bertitah, ”Hai anakku, janganlah engkau beringin-ingin peperangan. Jikalau mudah sekalipun, ketahui bahwa segala perbuatan itu niscaya berbalas jua. Maka pelihara engkau kan akhir pekerjaan, bahwa bahaya itu terkejut datangnya. Maka seyogyanya engkau dari dahulu pelihara daripadanya dan perteguh olehmu barang kata yang keluar daripada mulutmu dengan akalmu.”

11.  Pendeskrisian watak anak dalam kutipan hikayat tersebut adalah ...
A.    Dialog antar tokoh
B.     Pendeskripsian langsung
C.     Pemikiran tokoh
D.    Perbuatan tokoh
E.     Penjelasan tokoh lain

12.  Nilai-nilai yang terkandung dalam kutipan hikayat tersebut adalah ....
A.    Setiap orang hendaknya selalu menjaga persahabatan bukan permusuhan.
B.     Setiap pekerjaan itu ada bahayanya, maka berhati-hatilah dengan ucapan.
C.     Setiap terjadi peperangan pasti akan timbul pembalasan.
D.    Segala kata yang terucap harus dilandasi dengan emosi.
E.     Segala ucap hendaknya dipikirkan bersama-sama.

Kutipan berikut untuk soal nomor 13 & 14.
Tidak lama berselang, setelah menerima bayi itu, Raja Malikul Afrah dianugerahi seorang putri yang kemudian diberi nama Siti Syahmah. Pergaulan yang sedemikian akrab akhirnya menimbulakan benih-benih cinta di antara keduanya. Siti Syahmah meminta Syaiful Yazan untuk meminang dirinya. Pinangan itu diterima Raja Malikul Afrah dengan berbagai syarat. Dalam usaha memenuhi persyaratan itulah, Syaiful Yazanharus berpetualang, menghadapi berbagai rintangan. Ancaman terhadap keselamatan dianggap dirinya sebagai sesuatu yang harus ia lalui.

13.  Unsur intrinsik yang dominan dan sesuai dalam cuplikan hikayat tersebut adalah ....
A.    Latar
B.     Penokohan
C.     Tokoh
D.    Amanat
E.     Alur

14.  Pendeskrisian watak Syaiful Yazanharus dalam kutipan hikayat tersebut adalah ...
A.    Dialog antar tokoh
B.     Pendeskripsian langsung
C.     Pemikiran tokoh
D.    Perbuatan tokoh
E.     Penjelasan tokoh lain

15.  Muhammad Hannafiyyah berkata kepada Ali Akbar, ”Hai Ali Akbar tunggulah. Aku akan melabrak pasukan Yazid.”
Karakter tokoh Muhammad Hannafiyyah digambarkan dengan ....
A.    Perilaku tokoh
B.     Latar sosial
C.     Pembicaraan tokoh lain
D.    Sikap dalam berbicara
E.     Cara berpikir tokoh

1 komentar: