Kutipan hikayat berikut untuk soal
nomor 1-3.
Maka
bertambah heran Raja mendengar tutur kata Dimnah dan bertitahlah Raja menyuruh
Dimnah duduk lebih dekat kepadanya, kemudian Raja pun bersabda. “Manusia
tabiatnya dua macam. Ada yang lekas panas seperti ular yang berbisa. Jika
kebetulan ia berpijak dan tiada ia menggigit, janganlah diulang memijaknya
sekali lagi. Ketika itu tak dapat tidak ia pasti menggigit. Kedua, orang yang
dingin tabiatnya. Tetapi sebagai ranting yang kering, apabila lama dipergosokan
tentu keluar juga api daripadanya.” Oleh sebab itu, apabila Raja lupa
dihormati, janganlah ia terus menerus lupa. Lebih lekas ditembusnya kelupaan
itu lebik baik baginya.
Sumber: Kalillah dan Dimnah, 1971
1.
Isi yang diungkapkan dalam penggalan
hikayat tersebut adalah ….
A. Sifat
manusia penyabar ibarat kayu.
B. Nasihat
Raja kepada Dimnah.
C. Kemarahan
Raja kepada Dimnah.
D. Raja
heran mendengar ucapan Dimnah.
E. Tabiat
manusia ada dua, yaitu ular dan kayu.
2. Amanat
yang terdapat dalam kutipan tersebut adalah ….
A. Raja
yang bijaksana harus mengetahui tabiat setiap manusia.
B. Rakyat
harus menuruti perintah rajanya.
C. Setiap
manusia pasti mempunyai tabiat yang berbeda-beda.
D. Manusia
hendaknya memperbaiki kesalahan yang pernah dilakukannya.
E. Seorang
pemimpin tidak boleh menginjak-injak rakyatnya.
3. Nilai
moral yang terkandung dalam kutipan tersebut adalah ….
A. Raja
yang peduli terhadap penderitaan rakyatnya.
B. Kesetiaan
rakyat kepada Raja dengan cara menjunjung Raja mereka tinggi.
C. Mengingatkan
agar tidak lupa menghormati yang patut dihormati, yaitu raja.
D. Rakyat
yang patuh dan hormat kepada rajanyadengan mengikuti segala perintahnya.
E. Raja
yang bertanggung jawab membantu rakyatnya dalam berbagai masalah dan keperluan.
Kutipan hikayat berikut untuk soal nomor 4-6.
Maka kata Indera Bangsawan, “Hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan
bapak Hamba, karena diam dalam hutan rimba belantara. Adapun sebabnya hamba
kemari ini karena hamba mendengar kabar anak raja sembilan, orang hendak datang
membunuh buraksa dan merebut tuan hamba daripadanya itu. Itulah maka hamba
datang kemari hendak melihat tamasya anak raja itu. Mengasihani hamba, dan pada
bicara akal hamba akan anak raja-raja yang sembilan itu, tiadalah dapat
membunuh buraksa itu. Jika lain daripada Indera Bangsawan tiada dapat membunuh
akan buraksa itu
4.
Amanat tersirat dalam kutipan sastra klasik tersebut yaitu ….
A.
Basmilah jika melihat kejahatan.
B.
Tunjukkanlah jika memiliki suatu kemampuan.
C.
Jangan menyombongkan diri.
D.
Hendaklah menolong orang yang dalam kesulitan.
E.
Bersyukurlah jika mendapat pertolongan.
5.
Nilai moral dalam kutipan sastra klasik tersebut yaitu ....
A.
Kekacauan penduduk akibat hasutan
B.
Ketidakpedulian raja kepada rakyatnya
C.
Kepedulian rakyat atas keselamatan rajanya.
D.
Kekejaman raja terhadap rakyatnya
E.
Keadilan seorang raja kepada rakyatnya
6.
Jika dilihat dari bahasanya, kata-kata dalam kutipan di atas
yang menunjukkan ciri-ciri karya sastra Melayu klasik yaitu ....
A. Diam dan tua.
B. Hamba dan buraksa.
C. Rimba dan akal.
D. Raja dan tamasya.
E. Daripadanya dan
merebut.
Kutipan hikayat
berikut untuk nomor 7 & 8.
Hatta maka dengan takdir Allah
menganugerahi kepada hambanya, maka si Miskin pun menggali tanah hendak berbuat
tempatnya tiga beranak itu. Maka digalinyalah tanah itu hendak mendirikan tiang
teratak itu maka tergalilah kepada sebuah tajuk yang besar berisi emas terlalu
banyak. Maka istri itupun datanglah melihat akan emas itu, seraya berkata
suaminya, “Adapun akan emas ini, sampai kepada anak cucu kita habis dibuat
belanja.”
7. Pesan yang terkandung dalam penggalan
tersebut adalah ....
A. Hendaklah kita selalu tabah dan sabar
dalam penderitaan.
B. Hendaklah kita bertakwa kepada Tuhan.
C. Kemiskinan tidak menjadikan putus asa.
D. Harus percaya bahwa Tuhan yang
menentukan nasib manusia.
E. Bekerja keraslah pasti akan
mendatangkan kebahagiaan.
8. Karakteristik hikayat yang sesuai
dengan kutipan teks tersebut adalah ...
A. Berkisar tokoh raja dan kemustahilan.
B. Istana sentris dan kesaktian.
C. Penggunaan kata arkais dan kemustahilan.
D. Penggunaan kata arkais dan istana
sentris.
E. Bersifat prologis dan kemustahilan.
Kutipan hikayat berikut untuk soal nomor 9 & 10.
Setelah tujuh hari tujuh malam
berlayar, maka laksamana berkata kepada Mualim, ”Beberapa hari lagi kita
bertemu tanah benua Keling?”
Maka kata Mualim, hai panglima kami,
sehari semalam lagi berlayar, maka kita bertemu dengan sebuah pulau. Tiga hari
tiga malam lagi maka sampailah kejajahan benua Keling itu. Daripada jaahan itu
tujuh malam, maka sampailah ke kuala benua Keling.
Maka laksamana pun berdiam dirilah.
Maka di antara sehari semalam, maka kelihatanlah suatu rupa, seperti gajah
kelihatan dari jauh. Maka laksamana pun bertanya, ”Hai Mualim, pulau apa
namanya itu?”
Maka kata mualim itu, ”Hai panglima
kami, itulah pulau yang bernama Biram Dewa itu. Adapun di pulau itu tiada
pernah orang singgah.”
Oleh: C. Hoikas, 1952.
9. Unsun intrinsik yang menonjol dalam
kutipan tersebut adalah ...
A. Amanat dan alur
B. Alur dan latar
C. Penokohan dan latar
D. Plot dan penokohan
E. Sudut pandang dan tema
10. Nilai kepahlawan dalam kutipan teks
tersebut adalah ....
A. Seorang laksamana yang gagah perkasa
dan suka mengarungi lautan.
B. Seorang laksamana yang tangkas yang
tidak takut berlayar.
C. Seorang laksamana yang sabar berlayar
dari pulau ke pulau.
D. Seorang laksamana yang sangup berlayar
dari hari ke hari.
E. Seorang laksamana yang berani berlayar.
Kutipan hikayat berikut untuk nomor 11 & 12.
Maka Raja bertitah, ”Hai anakku,
janganlah engkau beringin-ingin peperangan. Jikalau mudah sekalipun, ketahui
bahwa segala perbuatan itu niscaya berbalas jua. Maka pelihara engkau kan akhir
pekerjaan, bahwa bahaya itu terkejut datangnya. Maka seyogyanya engkau dari
dahulu pelihara daripadanya dan perteguh olehmu barang kata yang keluar
daripada mulutmu dengan akalmu.”
11. Pendeskrisian watak anak dalam kutipan
hikayat tersebut adalah ...
A. Dialog antar tokoh
B. Pendeskripsian langsung
C. Pemikiran tokoh
D. Perbuatan tokoh
E. Penjelasan tokoh lain
12. Nilai-nilai yang terkandung dalam
kutipan hikayat tersebut adalah ....
A. Setiap orang hendaknya selalu menjaga
persahabatan bukan permusuhan.
B. Setiap pekerjaan itu ada bahayanya,
maka berhati-hatilah dengan ucapan.
C. Setiap terjadi peperangan pasti akan
timbul pembalasan.
D. Segala kata yang terucap harus
dilandasi dengan emosi.
E. Segala ucap hendaknya dipikirkan
bersama-sama.
Kutipan berikut untuk soal nomor 13
& 14.
Tidak lama berselang, setelah menerima
bayi itu, Raja Malikul Afrah dianugerahi seorang putri yang kemudian diberi
nama Siti Syahmah. Pergaulan yang sedemikian akrab akhirnya menimbulakan
benih-benih cinta di antara keduanya. Siti Syahmah meminta Syaiful Yazan untuk
meminang dirinya. Pinangan itu diterima Raja Malikul Afrah dengan berbagai
syarat. Dalam usaha memenuhi persyaratan itulah, Syaiful Yazanharus
berpetualang, menghadapi berbagai rintangan. Ancaman terhadap keselamatan
dianggap dirinya sebagai sesuatu yang harus ia lalui.
13. Unsur intrinsik yang dominan dan sesuai
dalam cuplikan hikayat tersebut adalah ....
A. Latar
B. Penokohan
C. Tokoh
D. Amanat
E. Alur
14. Pendeskrisian watak Syaiful Yazanharus
dalam kutipan hikayat tersebut adalah ...
A. Dialog antar tokoh
B. Pendeskripsian langsung
C. Pemikiran tokoh
D. Perbuatan tokoh
E. Penjelasan tokoh lain
15. Muhammad Hannafiyyah berkata kepada Ali
Akbar, ”Hai Ali Akbar tunggulah. Aku akan melabrak pasukan Yazid.”
Karakter tokoh Muhammad Hannafiyyah digambarkan dengan
....
A. Perilaku tokoh
B. Latar sosial
C. Pembicaraan tokoh lain
D. Sikap dalam berbicara
E. Cara berpikir tokoh
Gimana seh jawabannya mana mbak?
BalasHapus