Teks berikut untuk soal nomor 1-7!
Ahmad Tohari lahir tanggal 13 Juni 1948 di Banyumas. Ayahnya seorang kiai dan ibunya seorang
pedagang kain. Dari segi ekonomi, kehidupan keluarganya tidak kekurangan, tapi
lingkungan masyarakatnya mengalami kelaparan. Ia menikah
dengan seorang guru SD pada tahun 1970 dan dikaruniai lima orang anak.
Ia sangat menyanyangi keluarganya. Tahun 1981, ketika
bekerja dan tinggal di Jakarta, ia mengundurkan diri dari jabatan redaktur
harian Merdeka. Hal itu terjadi karena
ia ingin berkumpul dengan keluarganya di
desa. Keluarganya pernah ia ajak tinggal di Jakarta, tapi tidak betah.
1. Peristiwa yang sesuai dengan informasi dalam
teks biografi di atas adalah …
A. Ahmad Tohari lahir di Banyumas pada 13 Juli
1948
B. Ahmad Tohari memulai kariernya pada 13 Juni
1948
C. Ahmad Tohari menikan dengan seorang guru SD pada
1970
D. Ahmad Tohari mengundurkan diri sebagai
redaktur pada tahun 1918
E. Ahmad Tohari bekerja sebagai redaktur harian
merdeka 1981
2. Pronomina yang digunakan teks biografi di
atas adalah …
A. Ahmad dan …nya
B. Ia dan Beliau
C. Ia dan …nya
D. Ahmad dan ia
E. Dia dan Ahmad
3. Pembentuka kata kerja material yang terdapat
dalam paragraf pertama adalah
A. Verba [V] á Nomina [N]
B. Ajektiva [A] á Nomina [N]
C. Nomina [N] á Verba [V]
D. Verba [V] á Verba [V]
E. Nomina [N] á Ajektiva [A]
4. Kalimat simpleks dalam teks di atas adalah …
A. Kalimat pertama paragraf pertama dan kalimat
pertama paragraf kedua
B. Kalimat pertama paragraf pertama dan kalimat
kedua paragraf pertama
C. Kalimat kedua paragraf pertama dan kalimat
ketiga paragraf pertama
D. kalimat ketiga paragraf pertama dan kalimat
pertama paragraf kedua
E. kalimat kedua paragraf kedua dan kalimat
ketiga paragraf kedua
5. Kalimat Kompleks dalam teks di atas adalah …
A. Kalimat pertama paragraf pertama dan kalimat
pertama paragraf kedua
B. Kalimat pertama paragraf pertama dan kalimat
kedua paragraf pertama
C. Kalimat kedua paragraf pertama dan kalimat
ketiga paragraf pertama
D. kalimat ketiga paragraf pertama dan kalimat
pertama paragraf kedua
E. kalimat kedua paragraf kedua dan kalimat
ketiga paragraf kedua
6. Konjungsi temporal dalam teks di atas ada di
kalimat …
A. Kalimat pertama pragraf pertama
B. Kalimat kedua paragraf pertama
C. Kalimat pertama paragraf kedua
D. Kalimat kedua paragraf kedua
E. Kalimat ketiga paragraf kedua
7. Keistemwaan Ahmad Tohari menurut kutipan di
atas adalah …
A. Memiliki semangat yang luar biasa dalam
meraih cita-citanya.
B. Rela berkorban dalam segala bidang.
C. Riwayat hidupnya patut dijadikan contoh untuk
semua orang.
D. Mencintai kampung asalanya.
E. Ahmad Tohari menyayangi keluarganya.
Kutipan
hikayat berikut untuk soal nomor 8-10!
Maka kata Indera
Bangsawan, “Hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan bapak Hamba, karena
diam dalam hutan rimba belantara. Adapun sebabnya hamba kemari ini karena hamba
mendengar kabar anak raja sembilan, orang hendak datang membunuh buraksa dan
merebut tuan hamba daripadanya itu. Itulah maka hamba datang kemari hendak
melihat tamasya anak raja itu. Mengasihani hamba, dan pada bicara akal hamba
akan anak raja-raja yang sembilan itu, tiadalah dapat membunuh buraksa itu.
Jika lain daripada Indera Bangsawan tiada dapat membunuh akan buraksa itu.
8.
Amanat
tersirat dalam kutipan sastra klasik tersebut yaitu ….
A. Basmilah jika melihat kejahatan.
B. Tunjukkanlah jika memiliki suatu kemampuan.
C. Jangan menyombongkan diri.
D. Hendaklah menolong orang yang dalam
kesulitan.
E. Bersyukurlah jika mendapat pertolongan.
9. Nilai moral dalam kutipan sastra klasik
tersebut yaitu ....
A. Kekacauan penduduk akibat hasutan
B. Ketidakpedulian raja kepada rakyatnya
C. Kepedulian rakyat atas keselamatan rajanya.
D. Kekejaman raja terhadap rakyatnya
E. Keadilan seorang raja kepada rakyatnya
10. Jika dilihat dari bahasanya, kata-kata dalam
kutipan di atas yang menunjukkan ciri-ciri karya sastra Melayu klasik yaitu
....
A.
Diam
dan tua.
B.
Hamba
dan buraksa.
C.
Rimba
dan akal.
D.
Raja
dan tamasya.
E.
Daripadanya
dan merebut.
Kutipan hikayat berikut untuk soal nomor 11 –
13!
Maka bertambah heran Raja mendengar tutur kata Dimnah dan bertitahlah
Raja menyuruh Dimnah duduk lebih dekat kepadanya, kemudian Raja pun bersabda.
“Manusia tabiatnya dua macam. Ada yang lekas panas seperti ular yang berbisa.
Jika kebetulan ia berpijak dan tiada ia menggigit, janganlah diulang memijaknya
sekali lagi. Ketika itu tak dapat tidak ia pasti menggigit. Kedua, orang yang
dingin tabiatnya. Tetapi sebagai ranting yang kering, apabila lama dipergosokan
tentu keluar juga api daripadanya.” Oleh sebab itu, apabila Raja lupa
dihormati, janganlah ia terus menerus lupa. Lebih lekas ditembusnya kelupaan
itu lebik baik baginya.
Sumber: Kalillah dan Dimnah, 1971
11. Isi yang diungkapkan dalam penggalan hikayat
tersebut adalah ….
A. Sifat manusia penyabar ibarat kayu.
B. Nasihat Raja kepada Dimnah.
C. Kemarahan Raja kepada Dimnah.
D. Raja heran mendengar ucapan Dimnah.
E. Tabiat manusia ada dua, yaitu ular dan kayu.
12. Amanat yang terdapat dalam kutipan tersebut
adalah ….
A. Raja yang bijaksana harus mengetahui tabiat
setiap manusia.
B. Rakyat harus menuruti perintah rajanya.
C. Setiap manusia pasti mempunyai tabiat yang
berbeda-beda.
D. Manusia hendaknya memperbaiki kesalahan yang
pernah dilakukannya.
E. Seorang pemimpin tidak boleh menginjak-injak
rakyatnya.
13. Nilai moral yang terkandung dalam kutipan
tersebut adalah ….
A. Raja yang peduli terhadap penderitaan
rakyatnya.
B. Kesetiaan rakyat kepada Raja dengan cara
menjunjung Raja mereka tinggi.
C. Mengingatkan agar tidak lupa menghormati yang
patut dihormati, yaitu raja.
D. Rakyat yang patuh dan hormat kepada
rajanyadengan mengikuti segala perintahnya.
E. Raja yang bertanggung jawab membantu
rakyatnya dalam berbagai masalah dan keperluan.
Kutipan hikayat berikut untuk nomor 14 &
15!
Hatta maka dengan takdir Allah menganugerahi kepada hambanya, maka si
Miskin pun menggali tanah hendak berbuat tempatnya tiga beranak itu. Maka
digalinyalah tanah itu hendak mendirikan tiang teratak itu maka tergalilah
kepada sebuah tajuk yang besar berisi emas terlalu banyak. Maka istri itupun
datanglah melihat akan emas itu, seraya berkata suaminya, “Adapun akan emas
ini, sampai kepada anak cucu kita habis dibuat belanja.”
14. Pesan yang terkandung dalam penggalan tersebut adalah
....
A. Hendaklah kita selalu tabah dan sabar dalam penderitaan.
B. Hendaklah kita bertakwa kepada Tuhan.
C. Kemiskinan tidak menjadikan putus asa.
D. Harus percaya bahwa Tuhan yang menentukan nasib manusia.
E. Bekerja keraslah pasti akan mendatangkan kebahagiaan.
15. Karakteristik hikayat yang sesuai dengan kutipan teks
tersebut adalah ...
A. Berkisar tokoh raja dan kemustahilan
B. Istana sentris dan kesaktian
C. Penggunaan kata arkais dan kemustahilan
D. Penggunaan kata arkais dan istana sentris
E. Bersifat prologis dan kemustahilan
16. Bacalah puisi berikut!
Teratai
Dalam
kebun di tanah airku
Tumbuh
sekuntum bunga teratai
Tersembunyi
kembang indah permai
Tiada
terlihat orang yang lalu
Akarnya
tumbuh di hati dunia
Daun
berseri laksmi mengarang
Biarpun
dia diabaikan orang
Seroja
kembang gemilang mulia
……
Masalah
sosial budaya yang mendasari tema puisi di atas yaitu ....
A. Kebiasaan mengenang jasa seseorang setelah ia
meninggal dunia
B. Kebiasaan kolam milik orang kaya ditanami
bunga teratai
C. Keindahan bunga teratai tidak pernah
diperhatikan
D. Tidak diperhatikan bukan berarti tidak
dikenal
E. Sifat selalu memperhatikan sesuatu yang indah
Ilustrasi debat berikut digunakan untuk
menjawab soal nomor 17 & 18!
Tim pro : “Bangsa kita
memang lemah dalam hal mental. Namun dengan menyadari hal itulah, mari kita membenahi
diri kita, bukan hanya memaklumi, atau bahkan mengasihani bangsa kita tanpa
melakukan tindakan nyata. Selain itu, diperlukan adanya komunikasi dan
kerjasama yang baik dari semua kalangan, bukan hanya pejabat. Jadi, kami tetap
yakin bahwa bangsa kita masih memiliki peluang untuk bangkit.”
Tim kontra : “Ooo… tidak bisa.
Sejak dulu sampai sekarang, semua hanya konsep, hanya teori. Lagi pula, perlu
Anda ketahui bahwa baik buruk suatu bangsa merupakan tolok ukur keberhasilan
kerja pemerintah. Karena seburuk-buruk mental rakyat yang dipimpin, akan bisa
menjadi baik jika diarahkan oleh pemimpin dengan undang-undang yang ada. Namun
jika mental pemimpin atau pejabat yang buruk, kecil sekali peluang rakyat untuk
mengubahnya. Jadi, selama mental para pejabat kita lemah, bangsa kita tidak
akan mungkin bangkit dari keterpurukan. Dan sayangnya, sejak dulu sampai
sekarang, mental para pemimpin kita selalu lemah.”
Tim pro : “ . . . “
17. Dari penggalan ilustrasi debat tersebut, dapat diketahui
bahwa tema debat yang paling tepat yaitu ....
A.
Bangsa
kita memiliki mental yang lemah
B.
Bangsa
kita memiliki peluang untuk bangkit
C.
Undang-undang
menentukan nasib suatu bangsa
D.
Kemajuan
bangsa tergantung mental bangsa
E.
Kemajuan
bangsa tergantung mental pejabat
18. Penyampaian paling tidak tepat untuk melengkapi ilustrasi
di atas yaitu ...
A.
Ooo...
tidak bisa. Sebagai rakyat biasa, mungkin kita memang sangat sulit mengarahkan
atau bahkan hanya menegur pemerintah supaya berlaku baik. Namun bagaimana pun
hasilnya, kita tetap harus berusaha. Jika berusaha saja hasilnya belum tentu
bagus, apalagi jika tidak berusaha.
B.
Baik
buruk suatu bangsa memang
merupakan tolok ukur keberhasilan kerja pemerintah. Namun apakah pemerintahan
akan bisa berjalan dengan baik tanpa adanya dukungan dari rakyat? Tentu tidak,
kan? Kita tidak boleh hanya menggantungkan diri pada pemerintah. Kita pun harus
berbuat.
C.
Kita
tidak mungkin bisa bergerak tanpa konsep. Apa pun yang akan kita lakukan, kita
harus mempertimbangkannya dulu dengan baik agar kita tidak menyesal kemudian.
Itulah perlunya konsep. Namun tentunya, kita juga bisa luwes dengan keadaan,
tidak melulu terpaku pada konsep.
D.
Jika
kita melihat kenyataannya, memang demikian adanya. Sejak bangsa kita berdiri,
kita belum pernah memiliki pemimpin yang bermental kuat. Namun jika hanya
demikian, itu pasrah namanya. Dengan seperti itu, kita tidak akan berubah, akan
tetap menjadi bangsa yang terpuruk.
E.
Risiko
akan tetap ada sebagaimana akan tetap adanya peluang atas setiap langkah kita.
Namun jika kita selalu pesimis karena melihat risiko, yakinlah, kita tidak akan
berubah menjadi lebih baik. Untuk itu, kita tetap terus harus berusaha demi
terwujudnya bangsa kita menjadi lebih baik.
19. Bacalah puisi berikut!
Sajak
Kita
Dik, pagi kita cerah
Akankah hari ini kita indah
Dik, jika senja kita merah
Mungkinkah malam benderang dengan sinar
mentari
Dik, rimba kita gersang
Sanggupkah kita menadah hujan-Nya
Kelak kita Dia curahkan diam-diam
. . . . .
Sutoyo
Baris bermajas untuk melengkapi puisi di atas
yaitu ....
A.
Malam
begitu indah
B.
Pasti
bahagia dan derita tetap ada
C.
Jangan
lupa hidup ini sementara
D.
Cinta
kita selalu ada
E.
Adakah
rumah yang ramah untuk kita
20. Bacalah puisi berikut!
Kail
Kau ajari aku memetik gitar kehidupan
Agar tercipta kasih yang lama tak kudengarkan
Kau yang ajari aku mengeja nama Tuhan
Yang lama tersingkir dalam benak
(Tahukah kau? Semua itu membuat kekagumanku
tandas untukmu)
Kauizinkan kududuk di beranda hatimu
Agar cukup kudongakkan kepalaku
Untuk melihat apa yang tersimpan di sana
Dan mengambil sebongkah cinta untukku
Kau yang ajari aku sisa hidup
Menghitung karunia yang tak terhingga
Bersama saputangan jingga di langit biru
Dalam sisa usia yang semakin luas
Dan
Mari kita bersandar
Di tiang kasih yang kita tegakkan
Mari kita berteduh
Di bawah pilar
kebersamaan yang kita bangun
Karya
Suparmiati
Gaya romantisme pengarang dalam puisi
tersebut tergambar
secara dominan pada ...
A. Bait pertama
B. Bait ketiga
C. Seluruh larik
D. Bait kedua
E. Bait keempat
Kak ada kunci jawaban nya?
BalasHapusAda jawaban nya?
BalasHapus