Musik

Selasa, 07 November 2017

Latihan Soal US Bahasa Indonesia 2 2017



Teks berikut untuk soal nomor 1-7!           
Ahmad Tohari lahir tanggal 13 Juni 1948 di Banyumas.  Ayahnya seorang kiai dan ibunya seorang pedagang kain. Dari segi ekonomi, kehidupan keluarganya tidak kekurangan, tapi lingkungan masyarakatnya mengalami kelaparan. Ia menikah dengan seorang guru SD pada tahun 1970 dan dikaruniai lima orang anak.
Ia sangat menyanyangi keluarganya. Tahun 1981, ketika bekerja dan tinggal di Jakarta, ia mengundurkan diri dari jabatan redaktur harian Merdeka. Hal itu terjadi karena ia ingin berkumpul dengan keluarganya  di desa. Keluarganya pernah ia ajak tinggal di Jakarta, tapi tidak betah.
1.      Peristiwa yang sesuai dengan informasi dalam teks biografi di atas adalah …
A.    Ahmad Tohari lahir di Banyumas pada 13 Juli 1948
B.     Ahmad Tohari memulai kariernya pada 13 Juni 1948
C.     Ahmad Tohari menikan dengan seorang guru SD pada 1970
D.    Ahmad Tohari mengundurkan diri sebagai redaktur pada tahun 1918
E.     Ahmad Tohari bekerja sebagai redaktur harian merdeka 1981

2.      Pronomina yang digunakan teks biografi di atas adalah …
A.    Ahmad dan …nya
B.     Ia dan Beliau
C.     Ia dan …nya
D.    Ahmad dan ia
E.     Dia dan Ahmad

3.      Pembentuka kata kerja material yang terdapat dalam paragraf pertama adalah
A.    Verba [V] á Nomina [N]
B.     Ajektiva [A] á Nomina [N]
C.     Nomina [N] á Verba [V]
D.    Verba [V] á Verba [V]
E.     Nomina [N] á Ajektiva [A]

4.      Kalimat simpleks dalam teks di atas adalah …
A.    Kalimat pertama paragraf pertama dan kalimat pertama paragraf kedua
B.     Kalimat pertama paragraf pertama dan kalimat kedua paragraf pertama
C.     Kalimat kedua paragraf pertama dan kalimat ketiga paragraf pertama
D.    kalimat ketiga paragraf pertama dan kalimat pertama paragraf kedua
E.     kalimat kedua paragraf kedua dan kalimat ketiga paragraf kedua

5.      Kalimat Kompleks dalam teks di atas adalah …
A.  Kalimat pertama paragraf pertama dan kalimat pertama paragraf kedua
B.  Kalimat pertama paragraf pertama dan kalimat kedua paragraf pertama
C.  Kalimat kedua paragraf pertama dan kalimat ketiga paragraf pertama
D.  kalimat ketiga paragraf pertama dan kalimat pertama paragraf kedua
E.   kalimat kedua paragraf kedua dan kalimat ketiga paragraf kedua

6.      Konjungsi temporal dalam teks di atas ada di kalimat …
A.    Kalimat pertama pragraf pertama
B.     Kalimat kedua paragraf pertama
C.     Kalimat pertama paragraf kedua
D.    Kalimat kedua paragraf kedua
E.     Kalimat ketiga paragraf kedua

7.      Keistemwaan Ahmad Tohari menurut kutipan di atas adalah …
A.    Memiliki semangat yang luar biasa dalam meraih cita-citanya.
B.     Rela berkorban dalam segala bidang.
C.     Riwayat hidupnya patut dijadikan contoh untuk semua orang.
D.    Mencintai kampung asalanya.
E.     Ahmad Tohari menyayangi keluarganya.

Kutipan hikayat berikut untuk soal nomor 8-10!
Maka kata Indera Bangsawan, “Hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan bapak Hamba, karena diam dalam hutan rimba belantara. Adapun sebabnya hamba kemari ini karena hamba mendengar kabar anak raja sembilan, orang hendak datang membunuh buraksa dan merebut tuan hamba daripadanya itu. Itulah maka hamba datang kemari hendak melihat tamasya anak raja itu. Mengasihani hamba, dan pada bicara akal hamba akan anak raja-raja yang sembilan itu, tiadalah dapat membunuh buraksa itu. Jika lain daripada Indera Bangsawan tiada dapat membunuh akan buraksa itu.

8.        Amanat tersirat dalam kutipan sastra klasik tersebut yaitu ….
A.    Basmilah jika melihat kejahatan.
B.     Tunjukkanlah jika memiliki suatu kemampuan.
C.     Jangan menyombongkan diri.
D.    Hendaklah menolong orang yang dalam kesulitan.
E.     Bersyukurlah jika mendapat pertolongan.

9.      Nilai moral dalam kutipan sastra klasik tersebut yaitu ....
A.    Kekacauan penduduk akibat hasutan
B.     Ketidakpedulian raja kepada rakyatnya
C.     Kepedulian rakyat atas keselamatan rajanya.
D.    Kekejaman raja terhadap rakyatnya
E.     Keadilan seorang raja kepada rakyatnya

10.  Jika dilihat dari bahasanya, kata-kata dalam kutipan di atas yang menunjukkan ciri-ciri karya sastra Melayu klasik yaitu ....
A.    Diam dan tua.
B.     Hamba dan buraksa.
C.     Rimba dan akal.
D.    Raja dan tamasya.
E.     Daripadanya dan merebut.

Kutipan hikayat berikut untuk soal nomor 11 – 13!
Maka bertambah heran Raja mendengar tutur kata Dimnah dan bertitahlah Raja menyuruh Dimnah duduk lebih dekat kepadanya, kemudian Raja pun bersabda. “Manusia tabiatnya dua macam. Ada yang lekas panas seperti ular yang berbisa. Jika kebetulan ia berpijak dan tiada ia menggigit, janganlah diulang memijaknya sekali lagi. Ketika itu tak dapat tidak ia pasti menggigit. Kedua, orang yang dingin tabiatnya. Tetapi sebagai ranting yang kering, apabila lama dipergosokan tentu keluar juga api daripadanya.” Oleh sebab itu, apabila Raja lupa dihormati, janganlah ia terus menerus lupa. Lebih lekas ditembusnya kelupaan itu lebik baik baginya.
Sumber: Kalillah dan Dimnah, 1971
11.  Isi yang diungkapkan dalam penggalan hikayat tersebut adalah ….
A.    Sifat manusia penyabar ibarat kayu.
B.     Nasihat Raja kepada Dimnah.
C.     Kemarahan Raja kepada Dimnah.
D.    Raja heran mendengar ucapan Dimnah.
E.     Tabiat manusia ada dua, yaitu ular dan kayu.

12.  Amanat yang terdapat dalam kutipan tersebut adalah ….
A.    Raja yang bijaksana harus mengetahui tabiat setiap manusia.
B.     Rakyat harus menuruti perintah rajanya.
C.     Setiap manusia pasti mempunyai tabiat yang berbeda-beda.
D.    Manusia hendaknya memperbaiki kesalahan yang pernah dilakukannya.
E.     Seorang pemimpin tidak boleh menginjak-injak rakyatnya.

13.  Nilai moral yang terkandung dalam kutipan tersebut adalah ….
A.    Raja yang peduli terhadap penderitaan rakyatnya.
B.     Kesetiaan rakyat kepada Raja dengan cara menjunjung Raja mereka tinggi.
C.     Mengingatkan agar tidak lupa menghormati yang patut dihormati, yaitu raja.
D.    Rakyat yang patuh dan hormat kepada rajanyadengan mengikuti segala perintahnya.
E.     Raja yang bertanggung jawab membantu rakyatnya dalam berbagai masalah dan keperluan.
Kutipan hikayat berikut untuk nomor 14 & 15!
Hatta maka dengan takdir Allah menganugerahi kepada hambanya, maka si Miskin pun menggali tanah hendak berbuat tempatnya tiga beranak itu. Maka digalinyalah tanah itu hendak mendirikan tiang teratak itu maka tergalilah kepada sebuah tajuk yang besar berisi emas terlalu banyak. Maka istri itupun datanglah melihat akan emas itu, seraya berkata suaminya, “Adapun akan emas ini, sampai kepada anak cucu kita habis dibuat belanja.”

14.  Pesan yang terkandung dalam penggalan tersebut adalah ....
A.    Hendaklah kita selalu tabah dan sabar dalam penderitaan.
B.     Hendaklah kita bertakwa kepada Tuhan.
C.     Kemiskinan tidak menjadikan putus asa.
D.    Harus percaya bahwa Tuhan yang menentukan nasib manusia.
E.     Bekerja keraslah pasti akan mendatangkan kebahagiaan.

15.  Karakteristik hikayat yang sesuai dengan kutipan teks tersebut adalah ...
A.    Berkisar tokoh raja dan kemustahilan
B.     Istana sentris dan kesaktian
C.     Penggunaan kata arkais dan kemustahilan
D.    Penggunaan kata arkais dan istana sentris
E.     Bersifat prologis dan kemustahilan

16.  Bacalah puisi berikut!
Teratai
Dalam kebun di tanah airku
Tumbuh sekuntum bunga teratai
Tersembunyi kembang indah permai
Tiada terlihat orang yang lalu
Akarnya tumbuh di hati dunia
Daun berseri laksmi mengarang
Biarpun dia diabaikan orang
Seroja kembang gemilang mulia
……
Masalah sosial budaya yang mendasari tema puisi di atas yaitu ....
A.    Kebiasaan mengenang jasa seseorang setelah ia meninggal dunia
B.     Kebiasaan kolam milik orang kaya ditanami bunga teratai
C.     Keindahan bunga teratai tidak pernah diperhatikan
D.    Tidak diperhatikan bukan berarti tidak dikenal
E.     Sifat selalu memperhatikan sesuatu yang indah

Ilustrasi debat berikut digunakan untuk menjawab soal nomor 17 & 18!
Tim pro         : “Bangsa kita memang lemah dalam hal mental. Namun dengan menyadari hal itulah, mari kita membenahi diri kita, bukan hanya memaklumi, atau bahkan mengasihani bangsa kita tanpa melakukan tindakan nyata. Selain itu, diperlukan adanya komunikasi dan kerjasama yang baik dari semua kalangan, bukan hanya pejabat. Jadi, kami tetap yakin bahwa bangsa kita masih memiliki peluang untuk bangkit.”
Tim kontra    : “Ooo… tidak bisa. Sejak dulu sampai sekarang, semua hanya konsep, hanya teori. Lagi pula, perlu Anda ketahui bahwa baik buruk suatu bangsa merupakan tolok ukur keberhasilan kerja pemerintah. Karena seburuk-buruk mental rakyat yang dipimpin, akan bisa menjadi baik jika diarahkan oleh pemimpin dengan undang-undang yang ada. Namun jika mental pemimpin atau pejabat yang buruk, kecil sekali peluang rakyat untuk mengubahnya. Jadi, selama mental para pejabat kita lemah, bangsa kita tidak akan mungkin bangkit dari keterpurukan. Dan sayangnya, sejak dulu sampai sekarang, mental para pemimpin kita selalu lemah.”
Tim pro         : “ . . . “

17.  Dari penggalan ilustrasi debat tersebut, dapat diketahui bahwa tema debat yang paling tepat yaitu ....
A.    Bangsa kita memiliki mental yang lemah                   
B.     Bangsa kita memiliki peluang untuk bangkit
C.     Undang-undang menentukan nasib suatu bangsa
D.    Kemajuan bangsa tergantung mental bangsa
E.     Kemajuan bangsa tergantung mental pejabat

18.  Penyampaian paling tidak tepat untuk melengkapi ilustrasi di atas yaitu ...
A.    Ooo... tidak bisa. Sebagai rakyat biasa, mungkin kita memang sangat sulit mengarahkan atau bahkan hanya menegur pemerintah supaya berlaku baik. Namun bagaimana pun hasilnya, kita tetap harus berusaha. Jika berusaha saja hasilnya belum tentu bagus, apalagi jika tidak berusaha.
B.     Baik buruk suatu bangsa memang merupakan tolok ukur keberhasilan kerja pemerintah. Namun apakah pemerintahan akan bisa berjalan dengan baik tanpa adanya dukungan dari rakyat? Tentu tidak, kan? Kita tidak boleh hanya menggantungkan diri pada pemerintah. Kita pun harus berbuat.
C.     Kita tidak mungkin bisa bergerak tanpa konsep. Apa pun yang akan kita lakukan, kita harus mempertimbangkannya dulu dengan baik agar kita tidak menyesal kemudian. Itulah perlunya konsep. Namun tentunya, kita juga bisa luwes dengan keadaan, tidak melulu terpaku pada konsep.
D.    Jika kita melihat kenyataannya, memang demikian adanya. Sejak bangsa kita berdiri, kita belum pernah memiliki pemimpin yang bermental kuat. Namun jika hanya demikian, itu pasrah namanya. Dengan seperti itu, kita tidak akan berubah, akan tetap menjadi bangsa yang terpuruk.
E.     Risiko akan tetap ada sebagaimana akan tetap adanya peluang atas setiap langkah kita. Namun jika kita selalu pesimis karena melihat risiko, yakinlah, kita tidak akan berubah menjadi lebih baik. Untuk itu, kita tetap terus harus berusaha demi terwujudnya bangsa kita menjadi lebih baik.

19.  Bacalah puisi berikut!
Sajak Kita

Dik, pagi kita cerah
Akankah hari ini kita indah

Dik, jika senja kita merah
Mungkinkah malam benderang dengan sinar mentari

Dik, rimba kita gersang
Sanggupkah kita menadah hujan-Nya
Kelak kita Dia curahkan diam-diam
. . . . .
         Sutoyo

Baris bermajas untuk melengkapi puisi di atas yaitu ....
A.    Malam begitu indah
B.     Pasti bahagia dan derita tetap ada
C.     Jangan lupa hidup ini sementara
D.    Cinta kita selalu ada
E.     Adakah rumah yang ramah untuk kita

20.  Bacalah puisi berikut!
Kail
Kau ajari aku memetik gitar kehidupan
Agar tercipta kasih yang lama tak kudengarkan

Kau yang ajari aku mengeja nama Tuhan
Yang lama tersingkir dalam benak
(Tahukah kau? Semua itu membuat kekagumanku tandas untukmu)

Kauizinkan kududuk di beranda hatimu
Agar cukup kudongakkan kepalaku
Untuk melihat apa yang tersimpan di sana
Dan mengambil sebongkah cinta untukku

Kau yang ajari aku sisa hidup
Menghitung karunia yang tak terhingga
Bersama saputangan jingga di langit biru
Dalam sisa usia yang semakin luas

Dan
Mari kita bersandar
Di tiang kasih yang kita tegakkan
Mari kita berteduh
Di bawah pilar kebersamaan yang kita bangun

Karya Suparmiati

Gaya romantisme pengarang dalam puisi tersebut tergambar secara dominan pada ...
A.    Bait pertama
B.     Bait ketiga
C.     Seluruh larik
D.    Bait kedua
E.     Bait keempat






2 komentar: