Musik

Rabu, 06 Januari 2016

Puisi Lama (Gurindam)



Gurindam karya siswa-siswi SMAN 10 Samarinda
1.  Anis Fadilah
2.  Arum Sekar Kedhaton
3.  Bonggo Setyo Pribadi
4.  Eldo Esbyantoro
5.  Farida Septiani
6.  Luh Dwi Brihantari L.

Barang siapa yang tidak bertaubat
Maka dirinya disebut maksiat

Puisi Lama (Syair)



Syair karya siswa-siswi SMAN 10 Samarinda
1.  Rahmat Ginanjar
2.  Bagus Fatric I.
3.  Magfira Dilaila
4.  Very Fitra Natra I.
5.  Diva Aurellia R.

Pada zaman sekarang
Tidak ada janji yang dipegang
Harga diri lebih rendah dari uang
Kaum kecil bernasib malang

Sabtu, 05 Desember 2015

Contoh Soal Puisi Lama, Pola Pengembangan Paragraf, dan Cerpen



Paragraf berikut untuk soal nomor 1 & 2!
Alangkah tercengangnya Haji Saleh karena di neraka itu banyak temanya di dunia terpanggang panas, merintih kesakitan. Ia tambah tak mengerti lagi dengan keadaan dirinya karena semua orang yang dilihatnya di neraka itu tak kurang ibadahnya dari dia sendiri. Bahkan ada seorang yang telah sampai empat belas kali ke Mekah dan bergelar Syeh pula. Lalu Haji Saleh mendekati mereka, lalu bertanya kenapa mereka di neraka semuanya. Tetapi sebagaimana Haji Saleh, orang-orang itu pun tak mengerti juga.
“Bagaimana Tuhuan kita ini?” kata Haji Saleh kemudian. “Bukankah kita disuruh-Nya taat beribadah, teguh beriman? Dan semua itu sudah kita kerjakan selama hidup kita, tapi kenapa kita dimasukkan ke neraka.”

Jumat, 04 Desember 2015

Contoh Soal Kelas XII (Teks Cerita Sejarah)



Teks cerita sejarah berikut ntuk soal nomor 1 – 9!
Sejarah Palang Merah Remaja (PMR)

(1) Pembentukan Palang Merah Remaja dilatarbelakangi oleh terjadinya Perang Dunia I (1914 – 1918). (2) Pada waktu itu Australia turut dalam Perang Dunia I tersebut. (3) Karena Palang Merah Australia kekurangan tenaga untuk memberikan bantuan, akhirnya mengerahkan anak-anak sekolah supaya turut membantu. (4) Mereka, anak-anak Australia, diberi tugas-tugas ringan, seperti mengumpulkan pakaian-pakaian bekas, majalah-majalah, serta koran bekas. (5) Anak-anak tersebut terhimpun dalam suatu badan yang disebut Palang Merah Remaja.
(1) Pada bulan April 1919, bertempat di gedung CERCLE NAUTIQUE, Perancis, diselenggarakan Konferensi Kesehatan Internasional. (2) Konferensi tersebut diikuti oleh berbagai negara. (3) Dalam konferensi itu, War Council, Ketua Komite Bantuan untuk Korban Perang, mengajukan proposal tentang pembentukan Liga Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah yang didukung oleh perwakilan dari Palang Merah Perancis, Inggris, Italia, dan Jepang.  (4) Sejak konferensi itu, gerakan Palang Merah Remaja menjadi satu bagian dari perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah. (5) Sesudahnya, pada tahun 1960, dari 145 Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah sebagian besar sudah memiliki Palang Merah Remaja.
Di Indonesia pada Kongres PMI IV tepatnya bulan Januari 1950 di Jakarta, PMI membentuk Palang Merah Remaja yang dipimpin oleh Ny. Siti Dasimah dan Paramita Abdurrahman. Pada tanggal 1 Maret 1950 berdirilah Palang Merah Remaja secara resmi di Indonesia. Sebelumnya pada awal pendirian bernama Palang Merah Pemuda (PMP) kemudian menjadi Palang Merah Remaja (PMR). 

Rabu, 25 November 2015

Faktor Sosial Pemerolehan Bahasa Kedua (PB2)



MAKALAH
PEMEROLEHAN BAHASA KEDUA

Faktor Sosial Pemerolehan Bahasa Kedua
 





 
  
 
Disusun Oleh:
1.    Anna Wijayanti
2.    Nuriana Indah Sari



DINAS PENDIDIKAN PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
UNIVERSITAS MULAWARMAN
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
TAHUN PEMBELAJARAN 2015/2016


Rabu, 18 November 2015

Contoh Soal Menyikapi Berita Dunia dari Semua Sudut Pandang



1.      Kalimat berikut yang memiliki verba aktif transitif adalah …
a.       Bayi prematur yang lahir ketika kehamilan berusia 32 minggu atau lebih pendek lagi akan sering menderita.
b.      Vitamin C dapat menolong bayi-bayi yang lahir prematur dari ancaman kerusakan otak dan paru-paru.
c.       Kehamilan yang normal akan berlangsung selama 40 minggu.
d.      Kandungan vitamin C pada buah memang paling tinggi pada saat buah masih agak matang.
e.       Jumlah vitamin C akan menurun ketika buah mencapai puncak kematangan.