Sebagai
seorang guru tentu kita sering menemukan problematika ketika kegiatan belajar
berlangsung, khususnya untuk pelajaran Bahasa Indonesia. Cara guru mengajar
yang terkesan monoton mengakibatkan siswa tidak fokus dalam kegiatan belajar.
Inilah problematika yang biasanya paling sering ditemukan. Oleh sebab itu,
seorang guru sebaiknya menggunakan model pembelajaran yang kreatif agar siswa
tidak hanya sekadar fokus dalam kegiatan belajar, tetapi juga aktif dan kreatif.
Bagi siswa yang memiliki kecerdasan Intellegence of Word (Kecerdasan Mengolah Kata) tentu lebih mudah ketika belajar karya sastra. Karena siswa yang memiliki Intellegence of Word mampu berimajinasi dan mengekspresikan hal dengan menggunakan bahasa secara cepat dan jelas. Namun, tentu berbeda dengan siswa yang memiliki kercerdasan Intellegence of Logic (Kecerdasan Logika). Siswa yang memiliki kecerdasan Intellegence of Logic mengacu pada penalaran, logika, dan mengolah angka yang baik. Oleh sebab itu, siswa yang memiliki kecerdasan Intellegence of Logic cenderung memiliki pemikiran yang rasional dan memahami argumen lawan bicara dengan logis sehingga tidak mudah untuk berimajinasi dan mengekspresikan hal dengan menggunakan bahasa secara cepat dan jelas. Namun, ketika guru menggunakan model pembelajaran yang tepat, tentu baik siswa yang meiliki kecerdasan Intellegence of Word, maupun siswa dengan kecerdasan Intellegence of Logic mampu menerima materi pelajaran dengan baik.
Berikut ini salah model pembelajaran yang pernah saya gunakan di kelas – saya menyebutnya model Mencari Pasangan – ketika menyampaikan materi mengenai Teks Cerita Pendek. Saat itu materi yang saya sampaikan mengenai ciri kebahasan Teks Cerita Pendek, yaitu kalimat bermajas. Saya menyebutnya model mencari pasangan.
1.
Guru menjelaskan secara teori mengenai materi gaya bahasa
secara umum untuk memberikan pengetahuan umum kepada siswa.
2.
Guru menyiapkan dua jenis kartu:kartu pertama berisi nama
majas, sedangkan kartu kedua berisi kalimat bermajas.
|
PERSONIFIKASI
|
Pena menari-nari di atas kertas.
|
|
HIPERBOLA
|
Soal kimia ini benar-benar memeras otak.
|
|
EUFIMISME
|
Polisi mengamankan pencuri motor.
|
3.
Kartu dibagikan secara acak kepada siswa, setiap siswa
mendapat satu kartu.
4.
Guru diberi waktu satu menit untuk menganalisis kartu yang
dimiliki.
5.
Setelah selesai menganalisis siswa diberi waktu dua menit
untuk mencari kartu yang sesuai dengan kartu yang dimiliki. Misalnya, siswa
yang memegang kartu yang berisi nama majas personifikasi harus menemukan siswa
yang memiliki kartu yang berisi kalimat bermajas personifikasi.
6.
Setelah waktu selesai, guru mengecek setiap pasangan. Sambil
mengecek guru dapat menjelaskan materi.
7.
Sebagai tahap evaluasi penguasaan siswa, guru dapat
menginstruksikan siswa untuk membuat sepasang kartu yang serupa sehingga dapat
dipraktikan sekali lagi.
8.
Selama proses kegiatan berlangsung, guru
mengamati kegiatan siswa sekaligus membantu siswa yang mengalami kesulitan.
Selain itu, guru juga memberikan motivasi kepada siswa untuk turut aktif dalam
kegiatan pembelajaran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar