Musik

Jumat, 14 Agustus 2015

Malaikat Tanpa Sayap



Malaikat tanpa sayap
Sedikit pun tak kulihat wujudnya
Dia sediakan tempat untukku berlindung
Kurasakan jemari lembut membelaiku
Sentuhan itu begitu nyata bagiku
Namun tak kulihat juga wujudnya

Pecundang



Mungkin ini kutukan,
Bisa saja ini sandiwara,
Aku benci itu

Dari tempatku berdiri, aku menatap awan
Menikmati setiap kenangan
Cinta mengubah air mata
Kudengarkan lagu untuk seorang pecundang
Lagu itu mengingatkanku kepada seseorang
Seseorang yang sering kulihat di cermin
Saat aku lupa liriknya
Melodinya selalu terngiang di kepalaku

Sad Story



Langit membuka tabir
Sebuah rahasia akan terungkap
Ada satu hal kurindukan
Di tempat ini, di tanah kering di bawah langit biru
Di antara desiran angin dan kilau cahaya
Ketika aku hanya mampu menundukkan wajah
Menyembunyikan pandanganku

Kamis, 21 Mei 2015

Kerinduan




Bila malam melukis kabut
Tersirat kelam mengikis raut
Dalam keheningan tersimpan hasrat
Namun relung hati terkunci rapat
      Di antara dawai-dawai asmara
      Candu kerinduan kian membara
      Bercumbu dengan duka & sengsara
      Berharap raga tak mati rasa
Rindu kini menjadi fatamorgana
Hanya rasa tiada berguna
Biar berhenti
Biar mati
Biarkan terkubur dalam sepi
Kerinduan ini fatamorgana
Bagai ilusi dalam mimpi




NR

Selasa, 09 Desember 2014

Rongga Kehidupan Manusia, Agama Penyusun Kesatuan Kita


Karya: Zhangswe Ariandina Putri
Juara II lomba menulis Esai 2014 yang diselenggarakan oleh BNPT

       Indonesia adalah sebuah Negara yang kaya akan pulaunya bak zamrud khatulistiwa. Membentang dari Sabang sampai Merauke. Tak hanya itu saja, namunjuga berlimpah ruah kekayaan sumber daya alamnya .Hal itulah yang menjadi suatu nilai estetika dari negeri seribu candi tersebut.Sejak zaman nenek moyang terdahulu, Indonesia sudah ramai disinggahi oleh pedagang-pedagang asing yang berlabuh untuk mencari rempah-rempah.Mulai dari pedagang Arab, Gujarat, Cina, India, bahkan bangsa eropa yang pada akhirnya menjajah bangsa ini hanya untuk memburu dan memonopoli rempah-rempah tersebut. Indonesiapun  menjadi jalur perdagangan bolak-balik karena letaknya yang geografis hingga disebut jalur sutra.

Jumat, 19 September 2014

Terima Kasih Tuhan

Karya: Vicki Kurniawan
Juara Harapan I Cipta Cerpen Tingkat Provinsi 
Pagi hari menyambut sadarnya sepasang kekasih dari mimpi mereka. Kabut yang menyelimuti  indahnya alam sekitar seakan menyembunyikan rahasia akan apa yang terjadi nanti. Tetesan embun mulai berani menutup dinginya malam yang berganti dengan hangatnya matahari pagi.
 Rumah kecil di tengah padang rumput dan ditumbuhi pohon yang tak mau berdekatan satu sama lain,  berbunga hanya musim semi dan berbatasan dengan hutan yang tak begitu lebat membuat tempat ini seperti negeri dongeng. Rumah ini sudah menjadi saksi hangatnya sebuah cinta yang berkembang layaknya bunga musim semi.
Sang wanita bangun dengan perasaan yang amat sedih sedangkan sang pria bangun dengan perasaan khawatir, pasrah, dan sedih yang mendalam karena harus berpisah dengan istrinya dikarenakan angin kehancuran yang membawanya pada pertikaian antar umat manusia, dan ia  yang hanya digunakan para elit politik untuk menciptakan kengerian di medan laga yang menghancurkan semua nurani yang melihatnya.
“Martha aku akan pergi hari ini menuju padang rumput di seberang lembah ini untuk melanjutkan memimpin pasukanku ke medan perang, tolong doakan aku agar hari ini jiwa yang lemah dapat kembali menjadi singa.”