"Jadilah manusia cerdas dan beretika, kalaupun tidak bisa keduanya, cukuplah bagimu menjadi manusia beretika"
Musik
Kamis, 27 Agustus 2015
Jumat, 14 Agustus 2015
Malaikat Tanpa Sayap
Malaikat tanpa sayap
Sedikit pun tak kulihat
wujudnya
Dia sediakan tempat
untukku berlindung
Kurasakan jemari lembut
membelaiku
Sentuhan itu begitu nyata
bagiku
Namun tak kulihat juga
wujudnya
Pecundang
Mungkin ini kutukan,
Bisa saja ini sandiwara,
Aku benci itu
Dari tempatku berdiri, aku menatap awan
Menikmati setiap kenangan
Cinta mengubah air mata
Kudengarkan lagu untuk seorang pecundang
Lagu itu mengingatkanku kepada seseorang
Seseorang yang sering kulihat di cermin
Saat aku lupa liriknya
Melodinya selalu terngiang di kepalaku
Sad Story
Langit membuka tabir
Sebuah rahasia akan
terungkap
Ada satu hal kurindukan
Di tempat ini, di tanah
kering di bawah langit biru
Di antara desiran angin
dan kilau cahaya
Ketika aku hanya mampu
menundukkan wajah
Menyembunyikan
pandanganku
Kamis, 21 Mei 2015
Kerinduan
Bila malam
melukis kabut
Tersirat
kelam mengikis raut
Dalam
keheningan tersimpan hasrat
Namun
relung hati terkunci rapat
Di antara dawai-dawai asmara
Candu kerinduan kian membara
Bercumbu dengan duka & sengsara
Berharap raga tak mati rasa
Rindu kini menjadi
fatamorgana
Hanya rasa
tiada berguna
Biar
berhenti
Biar mati
Biarkan
terkubur dalam sepi
Kerinduan
ini fatamorgana
Bagai ilusi
dalam mimpi
NR
Selasa, 09 Desember 2014
Rongga Kehidupan Manusia, Agama Penyusun Kesatuan Kita
Karya:
Zhangswe Ariandina Putri
Juara
II lomba menulis Esai 2014 yang diselenggarakan oleh BNPT
Indonesia
adalah sebuah Negara yang kaya akan pulaunya bak zamrud khatulistiwa.
Membentang dari Sabang sampai Merauke. Tak hanya itu saja, namunjuga berlimpah
ruah kekayaan sumber daya alamnya .Hal itulah yang menjadi suatu nilai estetika
dari negeri seribu candi tersebut.Sejak zaman nenek moyang terdahulu, Indonesia
sudah ramai disinggahi oleh pedagang-pedagang asing yang berlabuh untuk mencari
rempah-rempah.Mulai dari pedagang Arab, Gujarat, Cina, India, bahkan bangsa
eropa yang pada akhirnya menjajah bangsa ini hanya untuk memburu dan memonopoli
rempah-rempah tersebut. Indonesiapun menjadi jalur perdagangan bolak-balik karena
letaknya yang geografis hingga disebut jalur sutra.
Jumat, 19 September 2014
Terima Kasih Tuhan
Karya: Vicki Kurniawan
Juara Harapan I Cipta Cerpen Tingkat Provinsi
Pagi hari menyambut sadarnya sepasang kekasih dari
mimpi mereka. Kabut yang menyelimuti indahnya alam sekitar seakan menyembunyikan
rahasia akan apa yang terjadi nanti. Tetesan embun mulai berani menutup
dinginya malam yang berganti dengan hangatnya matahari pagi.
Rumah kecil di
tengah padang rumput dan ditumbuhi pohon yang tak mau berdekatan satu sama lain,
berbunga hanya musim semi dan berbatasan
dengan hutan yang tak begitu lebat membuat tempat ini seperti negeri dongeng.
Rumah ini sudah menjadi saksi hangatnya sebuah cinta yang berkembang layaknya
bunga musim semi.
Sang wanita bangun dengan perasaan yang amat sedih
sedangkan sang pria bangun dengan perasaan khawatir, pasrah, dan sedih yang
mendalam karena harus berpisah dengan istrinya dikarenakan angin kehancuran
yang membawanya pada pertikaian antar umat manusia, dan ia yang hanya digunakan para elit politik untuk
menciptakan kengerian di medan laga yang menghancurkan semua nurani yang
melihatnya.
“Martha aku akan pergi hari ini menuju padang rumput
di seberang lembah ini untuk melanjutkan memimpin pasukanku ke medan perang,
tolong doakan aku agar hari ini jiwa yang lemah dapat kembali menjadi singa.”
Langganan:
Postingan (Atom)
