Musik

Rabu, 21 November 2018

Key: (Im)mature (Bagian I)


BAB I
Jiwa-jiwa Hampa

Mungkin ini kutukan
Bisa saja ini sandiwara
Aku benci itu

Dari tempatku berdiri, aku menatap awan
Menikmati setiap kenangan
Cinta mengubah air mata
Kudengarkan lagu untuk seorang pecundang
Lagu itu mengingatkanku kepada seseorang
Seseorang yang sering kulihat di cermin
Saat aku lupa liriknya
Melodinya selalu terngiang di kepalaku

Ada satu hal yang kurindukan
Menegakkan kepalaku menatap awan
Menyembuyikan air mata
Menyamarkan lara

Aku benci itu
Tidak memiliki keberanian
Bayangan dalam cermin itu menatapku
Mengintai setiap gerak yang kulakukan
Keberanian itu tidak pernah ada
Kebahagian hanya sebuah cerita semu
Omong kosong…keberanian
Mustahil…kebahagiaan

Mungkin ini kutukan
Bisa saja ini sandiwara
Aku benci itu

Embusan angin malam ini mulai merasuk dalam jiwa-jiwa yang hampa, dinginnya dapat dirasakan hingga menembus ke dalam tulang-tulang, membuat hati setiap insan lebih dingin dari bongkahan es. Desir angin terus menjalar hingga tidak ada satu pun tempat untuk bersembunyi bagi jiwa-jiwa yang penuh kehampaan. Burung hantu yang biasanya bernyayi riang di balik rimbunnya daun-daun pohon pun ikut kehilangan suaranya. Angin malam telah membekukan segalanya.
Malam semakin larut, tapi dewi malam juga belum menampakkan kilauannya. Langit masih gelap tertutupi awan hitam yang sejak tadi masih asyik menari-nari bersama angin. Kilatan-kilatan cahaya di langit menambah kesan eksotis. Terlihat butiran-butiran air menetes dari sela-sela pucuk cemara.
Seorang gadis tampak sedang berjalan menerobos dinginya malam, di bawah rintik hujan dia terus menyusuri jalanan tanah yang sedikit terjal. Tubuhnya mulai menggigil, tapi dia tetap berjalan. Wajahnya tertunduk lesu menyembunyikan bola matanya yang penuh dengan genangan air. Rambutnya yang panjang, hitam, dan bergelombang tergerai indah meski menutupi sebagian wajahnya.


Kakinya yang mungil tanpa alas kaki, dipaksanya untuk terus melangkah. Meski rintik hujan mulai berubah menjadi guyuran hujan, dia terus melangkah. Tanah yang basah dan lembab menyisakan jejak-jejak mungil sebagai tanda bekas keberadaannya. Tidak jelas arah tujuannya, gadis itu tetap melangkah.
Langkahnya baru terhenti sejak menyadari ada sosok berjalan dari arah yang berlawanan dengannya. Dengan sangat terpksa, dia menegakan kepala untuk melihat sosok yang sekarang telah berdiri tepat di hadapannya.
Cukup lama dia mengamati sosok yang ada di depan matanya, tidak ada kata yang terucap, hanya saling pandang dengan tatapan kosong. “Malam yang indah.” Ucapnya  dengan suara parau penuh kesedihan.
“Ya, malam yang indah dan penuh kehangatan.” Jawab sosok jangkung itu.
Dia tersenyum tipis, kembali menundukan wajahnya, membiarkan air memenuhi pelupuk matanya. Dengan desah napas yang berat, dia kembali melangkahkan kakinya menjauhi sosok yang tidak jelas rupanya, terus berjalan semakin jauh meninggalkan sosok itu.
***
Setiap orang memiliki cara tersendiri untuk memaknai hidup. Tidak ada yang sama karena manusia memang diciptakan dengan sifat yang berbeda-beda meskipun dengan wujud yang sama.
          “Hemzzz, satu jam lagi, ya!” ucap Keyko mengakhiri percakapannya melalui telepon seluler, lalu menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya. ”Satu jam lagi pun aku masih tetap tertidur.”
          Hanya dentang jam yang mengisi kesunyian di ruang kamar yang cukup luas itu. Tidak ada gerakan, tubuh Keyko masih terbujur di atas ranjang. Dengan selimut tebal berwarna hijau muda yang menutupi seluruh tubuh, menimbulkan kesan tidak ada manusia yang hidup di kamar itu.
Kamar itu hanya disekat menjadi tiga bagian saja. Bagian luar, menghadap ke hutan pinus, sebagian berdinding kaca tebal transparan sehingga dari dalam pun bisa melihat tupai yang berkejar-kejaran di antara hutan pinus yang rindang. Di bagian dalam adalah bilik untuk tidur dan kamar mandi pribadi dengan standar hotel bintang lima.
Kamar itu terlalu mewah untuk dikatakan sebagai sebuah kamar. Di dalamnya ada rak buku berisi aneka judul buku bak seperti perpustakaan pribadi. Ada meja kerja lengkap dengan komputer berlogo apel bertengger anggun. Selain itu, ada televisi layar datar cukup besar, di seberangnya sofa berwarna putih menambah kesan mewah, seolah kamar itu memiliki ruang tamu dan studio film pribadi.
“Key, bangun!”
Tidak ada reaksi suara ataupun gerakan dari sosok yang terbujur di atas tempat tidur. Sosok itu masih setia dengan posisinya. Namun, perlahan Keyko dapat merasakan selimutnya mulai ditarik hingga tidak ada lagi yang menutupi tubuh rampingnya. Sebuah kecupan di pipi, begitu hangat, baru saja dia rasakan.
“Yukiiiiiii,” akhirnya Keyko mengeluarkan suara untuk pertama kalinya.
Aishiteru yo.” 1
Watashi mo.” 2 Keyko membuka matanya dan duduk menatap adik laki-lakinya, Yuki, yang telah duduk di sisinya mengenakan seragam putih abu-abu.
“Jangan pergi lagi!” ucap Yuki sembari memeluk erat tubuh Keyko. Penuh kerinduan, seolah telah lama mereka tidak pernah berjumpa.
“Heyyy, kamu pikir ini drama. Hanashite!” 3
Iyada!” 4 Yuki makin mengeratkan pelukannya.
Hanashite!”
Iyada!”
Hanashite!”
“Janji, kamu tidak akan pergi meninggalkan ku lagi!”
Key tersenyum kecil, “Sinjite, watashi wa mou ni dota Yuki o hanasanai. Zutto soba ni iru yo. Yuki ga iranai to iu made zutto tsuite iku.” 5 (Percayalah, aku tidak pernah meninggalkanmu lagi. Aku akan selalu berada di dekatmu. Terus mengikutimu hingga kamu sendiri memintaku untuk berhenti)
Ada  senyum terkembang di sudut bibir merah, Yuki. “Makan, yuk!” ucapnya sembari melepaskan pelukannya. “Aku lapar, dari kemarin sore belum makan.” Yuki masih saja merayu.
“Malas!” Keyko kembali menarik selimutnya.
“Kamu tega membiarkan ku berdua saja di meja makan dengan Orysa?”
“Ya. Aku rasa kalian kurang akrab, akan jadi lebih baik jika kalian sering berdua di meja makan!” Jawab Keyko dengan nada sedikit mengolok.
“Ayolah, aku tidak mungkin dapat menelan menu makan pagiku dengan tenang, jika ada singa betina di seberang tempat dudukku,” ekspresi penuh iba sedang ditampilkan oleh Yuki, “kamu harus pergi ke kampus juga kan?”
“Jam sepuluh perkuliahan baru dimulai! Lagi pula aku terlalu lama meninggalkan kamar mewahku, jadi kurasa, aku membutuhkan waktu panjang untuk mengembalikan kenanganku di sini!”
“Ya, kamar ini seperti kamar mayat sejak kamu tinggalkan. Mungkin hantu penghuni hutan pinus sudah pindah ke sini kalau aku tidak menanam bawang di balkon.”
“Aisssttt, tidak ada hantu di tempat ini!” dengan terkejut, Keyko bangkit.
“Heran, kenapa harus takut dengan hantu, bukankah orang hidup justru lebih menakutkan?” Yuki tertawa kecil, “Coba lihat Orysa, bukankah dia lebih menakutkan?” dia memberikan kecupan kecil di pipi kiri kakaknya sebelum beranjak meninggalkan kamar bernuansa hijau itu.
Keyko sempat mendengar deru suara mabil sebelum kembali ke dunia mimpinya. “Mungkin Yuki sudah pergi,” batinnya. Tidak berselang lama, ada bunyi dari pintu kamarnya terbuka, sepertinya ada makhluk lain datang.
“Key, ada Vallen!” terdengar suara lembut seorang wanita paruh baya.
“Mama! Kapan pulang?”
“Baru saja!”
Keyko tersenyum kecil. Tidak ada raut wajah yang terlihat dari wanita paruh baya itu hingga pintu kamar kembali tertutup. Dengan tubuh yang masih lemah, Keyko bangkit dari ranjangnya dan membuka jendela untuk mendapatkan udara segar.
“Kapan kamu datang?” tanyanya pada Vallen sembari menikmati udara yang membuai lembut wajahnya.
“Baru saja. Kebutulan waktu aku sampai, mamamu juga baru sampai.” Vallen membaringkan dirinya di atas ranjang. “Mamamu dari mana? Aku lihat dia datang dengan membawa koper besar andalannya. Seperti baru pulang dari perjalanan jauh!”
“Ohhh, survei.”
 “Pergi sendiri?”
Keyko hanya mengangguk kecil dan tersenyum kecil. “Sejak papa meninggal, mama lebih suka pergi sendiri.”
“Wah, hebat. Wonder woman!” Dengan sedikit terkejut, tiba-tiba Vallen bangkit dari tempat tidur dan langsung berdiri di hadapan Keyko. “O, ya. Tadi malam kamu kabur ke mana?”
“Kabur? Siapa yang kabur?”
“Kamu! Kata Yuki, kamu sempat debat melawan Kak Orysa. Setelah itu, tiba-tiba menghilang. Kasian Yuki. Dia panik. Beberapa kali menelpon hanya untuk menanyakanmu. Sudah kukatakan aku tidak tahu, tapi masih saja tidak percaya.”
“Ahhh, Yuki memang lebay. Aku hanya pergi keluar sebentar, butuh yang hangat-hangat, jadi aku membeli mi ayam di tempat biasa.” Jawab Keyko tenang.
“Hemmm, beli mi ayam hingga jam dua belas?” selidik Vallen.
“Aku melihat Yuki tertidur di ruang tamu, makanya dia tidak sadar kalau aku sudah pulang.”
“Sungguh?”
“Ya.” Jawab Keyko meyakinkan. Sambil mengikat rambut bergelombangnya, Keyko menuju kamar mandi.
“Key, ada komik baru?”
“Hemz, cari saja di tempat biasa!” Sahut Keyko dari dalam kamar mandi.
Vallen mendengar gemericik bunyi air dari dalam kamar mandi. Dia pun memutuskan mulai mencari komik di rak buku untuk dibaca sembari menunggu sahabat yang sudah dikenalnya sedari kecil itu. Karena sudah sejak kecil bersahat, Vallen tahu persis kebiasaan yang dilakukan oleh sahabatnya, seperti butuh waktu lebih dari satu jam hanya untuk mandi.
 “Aisttt, hime ini memang menyebalkan. Semua yang dia inginkan dengan mudah bisa dimiliki.” Vallen mengamati setiap detail isi ruangan kamar milik sahabatya. “Wah, rupanya dia juga punya teleskop. Dasar orang kaya.”
Puas mengamati, Vallen mengambil komik dari salah satu rak buku dan mulai membuka lembar demi lembar. Detik berikutnya, ruang itu kembali sunyi, hanya sesekali terdengar bunyi halus dari gesekan kertas dan samar-samar gemericik air.
“Vall, ayo kita berangkat!”
Vallen menutup buku yang ada dipangkuannya. “Aku kira kita akan pergi ke kampus,” ucap Vallen dengan tatapan penuh tanda tanya ke arah Keyko yang telah berdiri mematung di hadapannya.
“Memang kita akan ke kampus, ini hari pertamaku mengikuti perkuliahan!”
“Penampilanmu seperti orang yang akan mengahadiri pesta. Lihat saja hak sepatumu! Tidak ada perempuan yang mengenakan sepatu hak setinggi itu di kampus. Aku rasa, kamu salah fashion.”
“Dari dulu aku memang suka mengenakan sepatu hak tinggi.”
“Hemmm, benar. Untuk menyamarkan tubuhmu yang pendek.”
“Heyyyyyy…” teriak Keyko.
“Ayo berangkat sebelum terlambat!” potong Vallen.
***

1 komentar:

  1. Numpang promo ya Admin^^
    ingin mendapatkan uang banyak dengan cara cepat
    ayo segera bergabung dengan kami di ionpk.club ^_$
    add Whatshapp : +85515373217 || ditunggu ya^^

    BalasHapus