Musik

Jumat, 30 September 2016

Puisi Lama (Karmina, Pantun, Gurindam, dan Seloka)



Puisi Lama (Karmina, Pantun, Gurindam, dan Seloka) karya Siswa-siswi SMA Negeri 10 Samarinda.
1.      Ellen Engelina
2.      Istikharoh
3.      Nanda Surya S.
4.      Olivia Tri W.
5.      Zulkifli Ramadhan

Karmina
Ikan sepat ikan teri
Kalian berempat aku sendiri

Pantun 1
Jalan-jalan ke Surabaya
Jangan lupa beli kuaci
Jika kau tak suka buaya
Carilah lelakai yang suci

Pantun 2
Pergi ke pasar bertemu Anisa
Sedang merana di pohon meranti
Tidak sembayang tidak puasa
Bersiaplah neraka menanti

Gurindam 1
Barang siapa bermal di dunia
Akan ada surga menantinya

Gurindam 2
Jangan pelit bersedekah
Agar hidup jadi berkah

Seloka
Jangan menanan ilang
Jika tak ingin tanganmu tersakiti
Jangan sampai akhlakmu hilang
Jika ingin selamat di akhirat nanti
Jika tak ingin tanganmu tersakiti
Jangan menyentuh batang mawar
Jika ingin selamat di akhirat nanti
Jangan lupa teguh dan sabar
Jangan menyentuh batang mawar
Jika tak ingin tangan tersayat
Jangan lupa teguh dan sabar
Agar selalu taat dan tak tersesat

Sabtu, 24 September 2016

Puisi Lama (Pantun)



Puisi karya siswa SMAN 10 Samainda
1.      Alsyadila Anggita
2.      Ana Fitri N.
3.      Deni Rahmat A.
4.      Nanda Ayudya

Puisi Lama (Pantun)




Puisi karya siswa SMAN 10 Samainda
1.      Dina Inda R.
2.      Gloria Indah P.
3.      Luthfiatul Hakimah
4.      Ramadina Salma

Rabu, 21 September 2016

Generasi Gantung



Kuharus menemui cintaku
Mencari tahu hubungan kita
Apa masih atau telah berakhir
Kau menggantungkan hubungan ini
Kau diamkan aku tanpa sebab
Maunya apa kuharus bagaimana
Kasih…
sampai kapan kaugantung cerita cintaku
Memberi harapan hingga mungkin kutak sanggup lagi
Dan meninggalkan dirimu
          Wahhh, setelah lama tidak bercerita entah mengapa tiba-tiba teringat lagu di atas. Lagu, Gantung, karya Mely Goeslow itu memang tetap enak didengar meski sempat digerus lagu-lagu ber-genre melayu dan lagu-lagu ala boy band yang sempat hits di Indonesia. Lirik lagu sederhana, tapi begitu kena di hati, mungkin yang menjadikan lagu ini tetap dikenang.

Senin, 19 September 2016

Saudara: Adik Perempuan (Bagian 3)



Alarm pagi itu tak mampu menyadarkanku, entah sudah berapa pagi yang terlewat. Aku masih duduk di sofa mengingat setiap kata yang telah berlalu. Tak ada penyesalan, pun aku tak mampu melupakan pelukan Lucia.

Saudara: Adik Perempuan (Bagian 2)



           Aku menundukan kepala, jemariku lincah menari di atas tuts keyboard, mata pun terfokus pada monitor di depanku, mengamati setiap angka yang muncul. Harus tepat, tak boleh ada yang terlewat, satu saja terlewat, gajiku tamat.
            “Delapan puluh tujuh ribu lima ratus rupiah” ucapku datar kepada seorang wanita paruh baya yang membeli buah pisang dan beberapa buah kaleng. Meski wanita itu tersenyum sembari menyodorkan selembar uang kertas, tapi tak lantas membuatku membalas senyumnya, aku hanya menundukan wajah dengan tatapan dingin. “Kembali dua belas ribu lima ratus rupiah,” aku menyodorkan beberapa helai uang kertas dan satu uang koin, “terima kasih pelanggan, silakan datang kembali” sambungku.
Pikiranku melayang, menyusuri lorong waktu, menghempaskan setiap kenangan ke masa beberapa tahun silam. Roll film kembali diputar, rekaman drama dimainkan, aku kembali mengingat masa-masa itu, ketika pelangi menjadi warnaku, ketika senyum menjadi rias wajahku. Ahhh, terlalu indah untuk dikenang.

Kamis, 15 September 2016

Jenis-Jenis Paragraf


1.      Paragraf dengan tujuan deskripsi, pola isi klasifikasi, dan meletakan ide pokok secara induktif.
Batik Jawa Timur identik dengan pola yang besar-besar. Selain itu, motif yang ditampilkan lebih menggambarkan hewan dan tumbuhan. Untuk batik Jawa Tengah lebih menonjolkan pola geometris dengan komposisi warna yang atraktif dan pemilihan bahan yang halus. Meskipun begitu, motif batik Jawa Tengah juga terinspirasi dari tumbuh-tumbuhan. Batik Jawa Barat secara umum identik dengan motif alam, tumbuhan, dan binatang. Namun, batik Jawa Barat mulai mengadopsi motif batik dari Jawa Timur dan Jawa Tengah. Oleh Sebab itu, tidak heran jika pola batik Jawa Barat ada yang geometris dipadu dengan komposisi warna yang atraktif. Jelaslah setiap daerah di Pulau Jawa memiliki pola dan motif yang berbeda.

Rabu, 07 September 2016

Saudara: Adik Perempuan (Bagian 1)



Bagai pedang berkepala dua begitulah aku memaknainya. Satu sisinya bisa melukaiku kalau tak hati-hati menggunakannya. Sedikit saja salah gerakan, aku terluka. Sekali luka itu terbuka, butuh waktu lama untuk menyembuhkannya. Aku sangat membencinya. Cinta.
Awal Desember 2001. Mataku masih susah dibuka. Kalau bukan kekasihku membelai lembut pipiku, aku masih ingin bergulat dengan selimut tebalku, apalagi udara pagi ini benar-benar mencekat kulit putih pucatku. Kulihat kekasihku tersenyum lebar, seperti biasa, dia merengkuhku dalam pelukannya. Aku tahu, dia benar-benar menginginkanku.

Pasar Malam (Bagian 1)



Setelah cukup lama tidak menulis di blog, entah mengapa tiba-tiba saya ingin membuat ulasan mengenai Pasar Malam. Pasar malam seperti memiliki daya tarik tersendiri bagi saya. Tak peduli dilihat dari sudut pandang mana, saya menganggap pasar malam sebagai fenomena unik dan menarik untuk dibahas. Apalagi dengan semakin berkembang zaman – sepertinya sekarang telah mengarah ke zaman postmodernisme – pasar malam menjadi tempat yang tetap disukai banyak orang. Meski identik dengan status sosial masyarakat menengah ke bawah, keyataannya pasar malam seolah menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat.