Setelah
cukup lama tidak menulis di blog, entah mengapa tiba-tiba saya ingin membuat
ulasan mengenai Pasar Malam. Pasar malam seperti memiliki daya tarik tersendiri
bagi saya. Tak peduli dilihat dari sudut pandang mana, saya menganggap pasar
malam sebagai fenomena unik dan menarik untuk dibahas. Apalagi dengan semakin
berkembang zaman – sepertinya sekarang telah mengarah ke zaman postmodernisme –
pasar malam menjadi tempat yang tetap disukai banyak orang. Meski identik
dengan status sosial masyarakat menengah ke bawah, keyataannya pasar malam
seolah menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat.
Di
pasar malam berbagai barang pemenuh kubutuhan dengan harga terjangkau dapat
dengan mudah didapatkan. Mulai dari kebutuhan makan, pakaian, produk kecantikan,
area permainan, hingga arena pertunjukan. Namun, bukan masalah barang pemunuh
kebutuhan yang akan saya ulas, melainkan mengenai lokasi pasar malam yang
semakin “kekinian” dengan memanfaatkan lokasi yang mudah dijangkau.
Pemilihan
jalan sebagai lokasi pasar malam bukan tanpa alasan, pasti penuh pertimbangan. Kalau
dulu pasar malam hanya ditemui di tanah-tanah lapang, kini pasar malam lebih
memaksimalkan “jalan-jalan” lapang. Lihat saja, hampir di beberapa ruas jalan
disulap jadi pasar malam. Wahhh, kalau sudah begitu, dalam sekejap jalan-jalan
beralih atau bertambah fungsi. Jalan yang harusnya hanya sebagai jalur
transportasi kini berubah menjadi jalur perdagangan dan hiburan. Lokasi jalan
yang ramai, nyaman, dan mudah dijangkau, tentu diprioritaskan, hal tersebut lebih
mengoptimalkan fungsi jalan.
Jadi,
siapa bilang jalan cuma jadi jalur transportasi? buktinya bisa diubah jadi
jalur perdagangan dan hiburan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar