Musik

Minggu, 31 Desember 2017

Mbok Menuk


Surya belum jelas menampakan cahayanya. Kabut subuh masih tersisa di antara remang-remang srengenge rojo awan. Suasana dusun pagi ini tidak jauh berbeda dari hari-hari sebelumnya. Penduduk dusun Genongan melakukan kegiatan seperti biasa, seng wedok sibuk menutu padi, sedangkan seng lanang minum kopi sambil ngudut.
Mbok Menuk keluar dari rumah, tangan kirinya menyibakan jarit lusuh yang dikenakannya, sedangkan tangan kanan ngindet bakul berisi padi. Lalu si Mbok duduk di serambi rumah tangannya lincah menutu padi sambil melantunkan gending Jawa kesukaannya.
Sewu kuto uwis tak liwati…sewu ati tak takoni…nanging kabeh podo ra ngerteni…lungamu neng ngendi…pirang taon anggonku golek’i…semene durong biso nemoni…” mendengar suara Mbok Menuk, jelas sekali lagu itu begitu dihapalnya.

Rabu, 27 Desember 2017

Sayang, Bebaskan Sendumu




Sayang…kudengarkan lagu sendumu
Lagu kenangan yang sengaja kauciptakan
Segala perasaan mengalun sendu
Inikah kisah yang melukai hati lembutmu
          Musim kemarau musim hujan
          Berlalu membawa kisah sendumu
          Biarkan sendumu mengapung bersama awan
          Kita akan menyambut musim yang baru
Sayang…bebaskan kisah sendumu
Menyanyikan sendu seolah tak berakhir
Tidakkah ini sangat melelahkan hatimu
Sayang…sekarang bebaskan semua yang melukai hatimu
Musim kemarau musim hujan
          Berlalu membawa kisah sendumu
          Biarkan sendumu mengapung bersama awan
          Kita akan menyambut musim yang baru
Musim kemarau musim hujan
          Berlalu membawa kisah sendumu
          Biarkan sendumu mengapung bersama awan
          Kita akan menyambut musim yang baru
Hati yang terikat kenangan terikat sendu
Akan menahanmu dengan masa lalu
Kita akan bebaskan kisah sendumu
Kita akan bebaskan yang melukai hatimu


NR

Minggu, 03 Desember 2017

Alu untuk Inang

Karya: Nuriana Indah

Peristiwa subuh di dusun Bedugul, azan berkumandang, kokok ayam jago menggelegar, samar-samar kicauan burung terdengar. Teriakan minta tolong Sumarni mulai membangunkan warga yang masih tertidur lelap. Sumarni berteriak sambil berlari tergopoh-gopoh ke luar rumah dengan membawa alu.
Dengan raut wajah merah padam, Karso mengejar Sumarni, ”Tak usah kau berteriak! Tak ada yang menolongmu, kembalikan alu itu, biar kupakai untuk memecahkan kepala Inang,” berusaha merebut alu dari tangan Sumarni.

Dakeyla: Bebek Buruk Rupa (Bagian 1)



Tak ada gaun yang lebih indah, selain gaun pengantin. Aku mengamati bayangan dalam cermin, menatap iri gadis cantik bermata sipit mengenakan gaun putih berdada rendah tanpa lengan serta dihiasi renda dan payet bunga. Ukuran pinggangnya begitu ramping, sepertinya gaun itu memang disesuaikan dengan pemakainya.
Detik penyatuan semakin dekat, aku melihatnya berdiri di depan altar mengenakan setelan tuxedo berwarna hitam dipadu dasi kupu-kupu berwarna senada. Rambut hitamnya tersisir rapi ke arah belakang, samar-samar aku masih bisa menghirup aroma gel mint yang biasa dia pakai. Meski dia tersenyum, aku menangkap raut gugup yang coba disembunyikan di balik senyumnya.

Rabu, 08 November 2017

Latihan Soal US Bahasa Indonesia 4 2017



1.      Ketika kaum kerabat, handai tolan, kenalan, dan tetangga satu per satu meninggalkan rumah duka, tahulah Sumarti bahwa ia akan sendirian. Sumarti akan menjalani sisa hidupnya seorang diri ditemani pembantu rumah tangga, tukang kebun, dan penjaga malam. Itu pun sepanjang Sumarti mampu membayar mereka setiap bulan.
(Dikutip dari cerpen “Kursi Empuk di Dada Sumarti” karya Pamusuk Eneste)
Latar suasana dalam kutipan teks cerpen di atas adalah …
A.    Gelisah
B.     Iba
C.     Haru
D.    Sedih
E.     Kesal

Selasa, 07 November 2017

Latihan Soal US Bahasa Indonesia 2 2017



Teks berikut untuk soal nomor 1-7!           
Ahmad Tohari lahir tanggal 13 Juni 1948 di Banyumas.  Ayahnya seorang kiai dan ibunya seorang pedagang kain. Dari segi ekonomi, kehidupan keluarganya tidak kekurangan, tapi lingkungan masyarakatnya mengalami kelaparan. Ia menikah dengan seorang guru SD pada tahun 1970 dan dikaruniai lima orang anak.
Ia sangat menyanyangi keluarganya. Tahun 1981, ketika bekerja dan tinggal di Jakarta, ia mengundurkan diri dari jabatan redaktur harian Merdeka. Hal itu terjadi karena ia ingin berkumpul dengan keluarganya  di desa. Keluarganya pernah ia ajak tinggal di Jakarta, tapi tidak betah.

Jumat, 03 November 2017

Latihan Soal US Bahasa Indonesia 1 2016


1.         Bacalah cuplikan teks laporan observasi berikut!
Pencemaran Air
Telah dikatakan bahwa polusi air merupakan penyebab kematian dan penyakit yang utama di dunia. Tercatat, terjadi kematian lebih dari 14.000 orang setiap harinya akibat polusi air. Diperkirakan 700 juta orang India tidak memiliki akses ke toilet, dan 1.000 anak-anak India meninggal karena penyakit diare setiap hari. Sekitar 90% kota-kota di Cina menderita polusi air hingga tingkatan tertentu, dan hampir 500 juta orang tidak memiliki akses terhadap air minum yang aman. Ditambah lagi selain polusi air merupakan masalah akut di negara berkembang, negara-negara industri (maju) masih berjuang dengan masalah polusi juga.
            Data yang tidak sesuai dengan cuplikan teks di atas adalah...
A. Kematian akibat polusi air lebih dari 14.000 setiap harinya.
B. Diperkirakan 700 juta orang India tidak mempunyai akses ke toilet.
C. Kemungkinan 90 persen di negara Cina  menderita polusi air.
D. Hampir 500.000.000 orang tidak memiliki akses air minum yang aman.
E.  Kematian kurang dari 14.000 setiap harinya akibat polusi air.

Jumat, 13 Oktober 2017

Sepotong Rembulan




Diletakkannya guratan itu di antara rinai hujan
Kendati tubuhnya ringkih
ditopangnya guratan itu agar tak terkulai di tanah
Lalu ditariknya kabut untuk dijadikan selimut
Sesaat kepada lagit malam
Dimintanya sepotong rembulan untuk digantungkan di gubuk tuanya

NR

Sabtu, 01 Juli 2017

Ketika Anak Menjawab



Kali ini saya akan menceritakan sebuah pengalaman “lucu” yang saya alami bersama keponakan. Keponakan saya bernama Nur Aisyah, saya bisa memanggilnya dengan sebutan Aiyk. Saat ini dia duduk di kelas dua SD. Waktu masih balita dia pernah tinggal di rumah saya, meskipun sekarang sudah tidak tinggal lagi dengan saya, tapi dia masih sering menginap di rumah. Kalau sedang bukan libur sekolah biasanya dia akan menginap satu hari, tapi kalau sedang masa liburan sekolah dia bisa menginap hingga satu minggu, bahkan lebih. Jadi, tidak salah kalau dia begitu lengket dengan saya hingga sekarang.
(Nur Aisyah balita)


 
(Nur Aisyah sekarang)

Kamis, 15 Juni 2017

Saudara: Adik Perempuan (Bagian Akhir)



Awal Desember 2016, rinai pertama menyentuh bumi, jatuh berguguran menabrak ranting-ranting pohon yang hampir mati. Rinai ini membawa genangan dan kenangan yang sama-sama mengendap, yang satu mengendap di dasar tanah dan satunya lagi mengendap di dasar hati.
Kusibakan rambut panjang hitamku yang bergelombang. Kumerahkan pipi dan bibirku. Terakhir kutebar aroma mint bercampur pinacone ke seluruh tubuh sebelum kutatap lekat sosok yang berdiri dihadapanku. Tatapannya begitu berani, dagunya terangkat menandakan kepercayaan dirinya. Aku menjadi sedikit lebih berani.
“Maaf,” seorang wanita membuyarkan pandangku, “saya tidak tahu Anda di sini” sambungnya. Aku tak mengacuhkannya, kutatap kembali bayang wajahku dalam cermin sebelum memasukan lipstikku ke dalam poket kecil yang selalu kubawa.
“Sepuluh menit lagi, kita akan ke ruang isolasi” ucapku dingin seperti biasanya.
“Siap!” jawabnya singkat sambil pergi tergopoh-gopoh menyisakan aroma khas alkohol yang semakin akrab denganku, sensasinya justru seperti candu.

Rabu, 14 Juni 2017

(Im)mature



Sebuah cinta yang kukira akan abadi kian menutup
Dan meskipun banyak teman yang meninggalkanku
Aku sudah tua jadi aku merasa aku sudah menjadi dewasa
Mengapa aku begitu cemas?

Lagi, hari ini, orang-orang terjebak di masa lalu
Dunia berjalan tanpa aku
Aku masih muda jadi aku merasa aku masih belum dewasa
Mengapa aku begitu bodoh?

Ketika aku pernah merasa bahagia meskipun tak punya apa-apa
Rasanya baru kemarin, ya, aku pikir aku sudah terlalu jauh
Aku tak ingat
Ini adalah yang pertama kalinya jadi aku canggung
Dan aku senang kenangan masa lalu masih terasa seperti mimpi
Dan aku tak tahu kemana tujuanku

Aku kan menyanyikan lagu ini dan aku kan kembali padamu
Jika aku bisa melihat cantiknya dirimu lagi
Aku kan mendengarkan lagu ini bersamamu dan menari tuk yang terakhir kalinya
Mengingat momen ini selamanya, jika perlu
Berdansa tuk yang terakhir kalinya

Aku menjadi cahaya yang redup dan hidup di antara bintang-bintang
Kau juga menjadi bintang dan kau melambai-lambai padaku
Apakah aku terlihat kesepian karena aku sendirian
Mengapa ini membuatku menangis?
Last Dance (BIGBANG)

Ada saatnya aku menjadi sedikit sensitif karena merasa orang-orang terdekatku tak sejalan denganku, seolah menghakimiku, dan tiba-tiba satu per satu mulai meninggalkanku. Aku pikir aku seorang yang dewasa, maka aku tak mengacuhkannya. Arghhh…mengapa aku begitu cemas?

Jumat, 09 Juni 2017

Hey You



Hey you, apa kabar dengan hidupmu?
Sudahlah lupakan masa lalumu!
Hey you, apa terkubur masa lalumu?
Sudahlah biarkan menjadi kenanganmu!

Saat kau ingin bahagia
Jadilah laki-laki pemberani, memahami meski tersakiti
Don’t wanna cry like baby
Saat kau ingin setia
Keberanian adalah teman, keyakinan adalah teman
Just wanna fight like superman

Hey you, mari kita mulai lakukan!
Hey you, mari kita mulai lakukan!
Mulai lakukan!
Mulai lakukan!

Angkat tanganmu, ini akan jadi berisik
Hilangkan perasaanmu, DJ ayo mainkan musik
Sudah cukup lama kau menunggu
Sungguh ini membuatku terganggu
Kau dan aku bukan parodi masa lalu
Jadi…

Hey you, mari kita mulai lakukan!
Hey you, mari kita mulai lakukan!
Mulai lakukan!
Mulai lakukan!
Don’t wanna cry like baby
Just wanna fight like superman

Nuriana Indah

Selasa, 06 Juni 2017

Gaun Pengantin (Bagian 2)



Oleh: Nuriana Indah
BAB II
Pemilik Hati

“Bibi, apa yang sebenarnya sedang bibi pikirkan? Tak pernah aku melihatmu berbuat seperti ini. Seharian aku melihat, bibi hanya menatap gaun itu tanpa berbuat apa-apa.”
“Lihat apa yang telah aku lakukan! Aku tak mengerti, mengapa aku harus melakukan ini. Membuat gaun pengantin untuk orang yang tak pernah aku ketahui sebelumnya.” Jawab Mina. “Bahkan sekali pun aku tak pernah berniat untuk membuatnya. Atau tak usah saja kuberikan gaun ini padanya?” Mina menatap kesal gaun indah yang tergelatak di hadapannya.
“Bukankah bibi sudah bersedia membuat gaun pengantin untuk wanita itu. Janji adalah janji, janji harus ditepati!”
“Bukan perkara ditepati, tapi dengan siapa aku berjanji? Aku juga tak mengerti. Bahkan bahan yang ditinggalkanya tak pernah kusentuh. Gaun ini kubuat dengan bahan yang kubeli sendiri.”
“Bukankah gaun ini dari sutra, benang, dan batu permata milik wanita itu?”
“Bukan! Gaun ini dari sutra, benang, dan batu permata yang kubeli sendiri. Aku memang sengaja membeli bahan serupa dengannya.”
“Kenapa bibi melakukan itu?”
“Aku juga tak tahu kenapa melakukan itu. Aku hanya berpikir untuk menjahit gaun pengantin untukmu, jadi aku tak ingin menggunakan bahan gaun darinya.” Mina membela diri, “Lagi pula, apa yang salah? Bahan yang gunukan pun sama.”
“Tapi kenapa wanita itu tak pernah datang untuk mengambil gaunnya? Bukankah ini sudah lebih dari setahun sejak wanita itu datang kemari?”
“Entahlah.”
"Aku katakan padanya untuk mengambilnya seminggu sebelum pernikahnya. Dia juga mengundang kita untuk menghadiri pernikahanya, tapi bagaimana kita akan datang jika wanita itu tak pernah kemari lagi? Aku tak sempat menyakan rumahnya waktu itu."
"Sudahlah. Aku tidak tertarik dengan pertanyaanmu!"
“Apakah wanita itu sudah tidak menginginkan gaunnya?”